Udinese minta Kozak dan Cavanda

, by idrayang

Udinese dikabarkan meminta duet Cavanda dan Kozak untuk melancarkan proses Lazio mempermaenkan Candreva.

Candreva yang saat ini masih berstatus milik bersama diharapkan bisa melanjutkan petualangannya bersama Biancoceleste.

Candreva musim ini mencetak 6 gol dan musim lalu 5 gol, diajang liga eropa sang pemain mencetak 1 gol dan 5 assist.

Candreva menjadi pemain yang dicintai tifosi meski awalnya tidak diterima dikarenakan dianggap seorang fans rioma.



saya Laziale dan saya bangga....

, by idrayang


Ketika seseorang baru mengenal saya, Banyak yang bertanya mengapa saya memilih Lazio sebagai klub favorit, dan beberapa pertanyaan merendahkan pun bermunculan... 

emang Lazio prestasinya apa? emang apaan yang dibanggain dari S.S Lazio?

Coba ditarik lagi pertanyaan itu..  

Kemenangan Lazio atas Rioma di Final Coppa Italia menjadikan Lazio total merengkuh 11 piala sejak 1998. Memang sebelum 1998 Lazio hanya memiliki 2 piala dalam sejarah Biancoceleste namun 15 tahun kemudian sekarang kita bisa membanggakan total 2 Scudetto, Coppa Italia 6, 3 Super Coppa Italia, 1 Piala Winner dan 1 Piala Super Eropa. total Lazio telah memenangkan 1/3 dari Coppa Italia sejak 1998.

Hanya Inter Milan yang mempunyai rekor diatas Lazio, mereka telah memenangkan sebagian besar dengan 16 trofi, sedangkan Lazio dan Juventus memiliki 11 masing-masing. AC Milan memiliki 9 sementara rival Rioma hanya telah memenangkan 5 piala



 


Daftar Trophy Lazio dalam 15 tahun terakhir:

Tahun 1997/98: Coppa Italia
1998/99: Italia Supercup, Piala Winner Piala
1999-1900: Scudetto, Coppa Italia, Piala Super Eropa
2000/01: Italia Supercup
2003/04: Coppa Italia
2008/09: Coppa Italia 

2009/10: Piala Super Italia
2012/13: Coppa Italia

Lazio dan Juventus memiliki kesempatan untuk menambah gelar menjadi 12 ketika mereka saling berhadapan di Piala Super Italia pada bulan Agustus.


Jadi, masih susah buat jawab pertanyaan diatas???



Penguasa Kota Abadi Sesungguhnya....

, by idrayang


This is Final for us...
Lazio memang ditakdirkan menjadi penguasa kota abadi, sukses menekuk Rioma di Final Coppa Italia 2013 menegaskan kembali siapa sebenarnya penguasa Kota Roma. Derby Della Capitale yang terjadi di Final Coppa Italia adalah pertama kalinya dalam sejarah dan kemungkinan untuk terjadi kembali dalam waktu dekat sangat mustahil.
Itulah mengapa kemenangan Lazio atas Rioma di final sangat spesial bagi Laziali dan sangat menyakiti para riomanista karena mereka harus melihat rival mereka mengangkat trofi didepan mata mereka secara langsung usai membunuh Klub kebanggaan mereka sendiri. Bukti sahih banyaknya para Riomanista yang menangis di stadion usai peluit panjang di bunyikan dan kemarahan ultras mereka dengan melempari bus pemain Rioma dengan batu, dan beberapa pemain yang mengamuk di ruang ganti.

Ini adalah sejarah yang akan sangat sulit dilupakan sulit diterima bagi Tott* cs,dan tentu saja bagi para Riomanista, sebuah pembalasan pahit yang sangat fair atas kelakuan pangeran mereka sendiri, jempol terbalik yang pernah dilakukan Tott* kearah Curva Nord seakan mensimbolkan posisi mereka saat ini, ya Rioma kini pantas disebut pecundang.
Sejarah dimulai..
Di pertandingan yang berlangsung alot dan panas, kedua tim saling berganti menyerang, bukan Derby Della Capitale namanya kalau tidak ada kontak fisik dan hujan kartu. Pertandingan belum berjalan satu menit kartu kuning sudah melayang untuk kapten Biancoceleste, Cristian Ledesma karena menjegal keras Marquinhos dari belakang.
Peluang pertama didapat untuk Lazio, Lulic melepas tendangan dari jauh yang mampu diblokir oleh Lobont, sayang bola rebound yang didapat Klose hanya menyamping ke gawang.
Dalam semenit Rioma mendapat dua peluang emas, satu lewat tendangan jarak jauh tott* semenit kemudian Bradley mendapat peluang emas ketika ia berhasil melewati beberapa pemain Lazio dan tinggal berhadapan dengan kiper, beruntung untuk Lazio, Bradley kehilangan keseimbangan ketika melakukan shoot sehingga arah bola masih jauh dari gawang.
Tujuh menit kemudian sebuah peluang kembali didapat Rioma, Lamela melakukan shooting jauh namun tendangannya masih mudah diantisipasi Marchetti.
Menit ke 35' sebuah peluang emas untuk Lazio, Radu yang berhasil merebut bola dari pemain Rioma melepaskan umpan lambung ke kotak penalti, Klose yang berada tepat disana menyundul bola, namun Bogdant Lobont berhasil menggagalkan usaha gladiator Biancoceleste.
Bukan hanya Klose yang mempunyai kesempatan mencetak gol lewat kepala, penyerang Rioma Destro berhasil menyundul bola di depan gawang, beruntung sundulannya masih diatas mistar gawang.
Sampai babak kedua berakhir kedudukan masih 0-0 dengan dibumbui 5 kartu kuning.

Campione...
Babak kedua Lazio ganti mengambil alih permainan, lewat sektor sayap kanan yang diisi Candreva dengan dibantu fullback Konko mampu merepotkan pertahanan kiri Rioma, terbukti dengan mudahnya beberapa kali tusukan-tuskan dan kerja sama kedua pemain tersebut mampu menghadirkan peluang untuk Lazio.
Masuknya Stefano Mauri menggantikan Ledesma yang cedera menambah daya gedor Biancoceleste, sebuah peluang emas terjadi dimenit 67' ketika Lulic melakukan penetrasi dari sisi kiri kemudian melepas umpan ke pojok kotak penalti yang kemudian diterima Mauri dengan tendangan voli ke arah depan gawang, sayang Klose telat menyambut bola tuk menjadikannya gol.
Marchetti bukan tanpa gangguan, dua kali berturut-turut sang portiere menyelamatkan gawang Gli aquilotti dari serangan Rioma, dua tendangan keras dari Tott* dan Destro mampu digagalkan oleh Marchetti.
Menit 71' Stadion Olimpico bergemuruh ketika sontekan pelan dari Senad Lulic mampu menembus gawang yang dijaga Lobont, berawal dari umpan terobosan Mauri kepada Candreva yang kemudian melepaskan umpan ke depan gawang, bola gagal dihentikan dengan baik oleh Lobont dan Lulic menjadi right man in the right place, setelah dirinya berhasil mencetak gol untuk Lazio.
Lazio memimpin 1-0

Hampir saja Rioma membuat gol balasan yang instant, sebuah tendangan bebas Tott* sempat melewati barisan pemain, beruntung Marchetti sigap menepis bola tepat diatas garis gawang, ajaib bola mental ke mistar dan lagi-lagi Marchetti dengan kecepatannya berhasil merebut bola liar tersebut.
Pergantian pemain dilakukan Rioma demi mengejar ketertinggalannya, Osvaldo masuk menggantikan Balzaretti sementara Petkovic memasukkan Gonzalez menggantikan Hernanes untuk memperkuat lini tengah Lazio dalam bertahan.
Menit ke 90 dan Lazio masih berada diatas angin, injury time 4 menit.
Sesi dag dig dug Laziale dimulai, 4 menit serasa sejam saat Lazio memimpin dan dalam keadaan tertekan.
Olimpico harusnya kembali bergemuruh andai saja il'capitano Mauri dapat memaksimalkan peluang yang didapatnya, serangan balik Lazio lewat Klose yang memberikan umpan ke Mauri, meski tendangan Mauri sempat berhasil diblok pemain Rioma namun bola kembali didapat sayang tendangan kedua mampu digagalkan kiper, seharusnya itu menjadi gol kedua Biancoceleste di partai panas ini.
menit 90+4  Dan akhirnya peluit panjang pun berbunyi, peluit tanda Lazio tuk berpesta merayakan kemenangan dan kebanggaan atas sukses di Final Coppa Italia 2013.
Sebuah Treble Winner istimewa untuk Lazio, Meraih Coppa Italia 2013, lolos ke Liga Eropa, dan yang paling berharga adalah kebanggaan menundukkan rival abadi di sebuah partai Final dan mengangkat Trophy di hadapan Rioma. Sebuah partai yang takkan bisa dilupakan bagi kedua tifosi, terlebih untuk Laziali.. selamat untuk kawan-kawan Laziali, anda berhak untuk merayakannya setelah kesetiaan yang ditunjukkan sampai saat ini. FORZA LAZIO!!!!!

RiOMA'S ROUTE TO THE FINAL
Round of 16: Beat Atalanta 3–0 Quarter-finals: Beat Fiorentina 1–0 Semi-finals: Beat Inter Milan 5-3 on aggregate
LAZIO'S ROUTE TO THE FINAL
Round of 16: Drew with Siena 1-1 (Won 4-1 on penalties) Quarter-finals: Beat Catania 3-0 Semi-finals: Beat Juventus 3-2 on aggregate

Scaloni ke Atalanta

, by idrayang

Wingback Lazio Lionel Scaloni telah menandatangani kontrak bersama Atalanta.

pemain berusia 34 tahun itu  bergabung dengan Orobici setelah sulit meraih posisi inti di Biancocelesti, hanya empat kali ia bermain musim ini.


Kontrak internasional Argentina itu akan berakhir di Stadio Olimpico pada bulan Juni, dan bergabung dengan tim Stefano Colantuono untuk biaya yang tidak diungkapkan.


Sculli ke Pescara?

, by idrayang


Pescara hampir menyelesaikan penandatanganan transfer Giuseppe Sculli dari Lazio.

Penyerang 31-tahun itu dijual oleh Lotito setelah gagal membuat penampilan musim ini.

Sculli kembali ke Lazio setelah menghabiskan enam bulan terakhir musim lalu dipinjamkan ke Genoa, tetapi tampaknya juga akan meninggalkan klub sekali lagi.
 

Mantan U-21 Italia ini pernah bermain untuk Messina, Juventus, Brescia, Chievo, Modena dan Crotone dalam karirnya.

Review : Coppa Italia, Lazio ke Final!!

, by idrayang

Lazio sukses menembus Final Coppa Italia 2013 setelah mempecundangi nyonya tua di stadion Olimpico dengan skor tipis 2-129 Januari 2013 (Rabu dinihari WIB). Dengan hasil ini Lazio unggul agregat gol 3-2 setelah sebelumnya meraih hasil imbang 1-1 di Juventus Stadium.

Skor 1-1 yang didapat ketika Juve menjamu Lazio di pertemuan pertama membuat Juve bermain cepat sejak awal dan terus menyerang. Beberapa kali Juve berhasil menerobos barisan pertahanan Lazio mengandalkan penyerang mereka Vucinic dan Giovinco, sementara Lazio meski menguasai lapangan tengah kesulitan memasuki kotak 12 pas Juve.

Dibabak kedua Lazio berinisiatif untuk menguasai jalannya pertandingan dengan mengontrol penguasaan bola. Kesabaran Lazio akhirnya terbayar usai Alvaro Gonzalez menjebol jala Marco Storari melalui diving headernya di menit ke-53 usai memanfaatkan umpan Cristian Ledesma. Gol ini langsung melecut Juve untuk keluar menyerang. Bahkan sejumlah pilar utama seperti playmaker Andrea Pirlo, Quagliarella dan Marchisio dimasukan pelatih Antonio Conte untuk menambah daya gedor Juve.

Hasilnya La Vecchia Signora berhasil mencuri gol melalui sepakan Arturo Vidal usai menyambut bola liar di kotak penalti Lazio pada masa injury time. Skor sementara 1-1 ini sepertinya membuat pertandingan akan diteruskan melalui babak perpanjangan waktu, sebelum striker berusia 31 tahun Sergio Floccari menutup impian Juve ke final dengan gol-nya satu menit berselang memanfaatkan sepak pojok.
Gol Floccari menamatkan harapan para Juventini, meski sebenarnya di detik-detik akhir pertandingan Juventus bisa saja melaju ke Final andai Giovinco yang mendapat peluang emas dengan hanya tinggal berhadapan dengan Marchetti mampu mencetak gol, beruntung Marchetti berhasil memblok tendangan tersebut, bahkan Marchisio yang juga memiliki peluang mencetak gol bila saja tendangannya tidak melebar jauh memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Marchetti tadi.

Skor 2-1 untuk kemenangan Lazio tidak berakhir hingga wasit meniup peluit akhir.

Susunan Pemain

Lazio: 22-Federico Marchetti; 2-Michael Ciani, 20-Giuseppe Biava, 29-Abdoulay Konko, 3-Andre Dias; 26-Stefan Radu, 6-Stefano Mauri, 24-Cristian Ledesma, 8-Hernanes (Lulic 62), 15-Avaro Gonzalez; 11-Miroslav Klose (Flocari 69)
Pelatih: Vladimir Petkovic

Juventus: 30-Marco Storari; 15-Andrea Barzagli, 19-Leonardo Bonucci, Federico Peluso, 33-Maurico Isla, 23-Arturo Vidal, 39-Luca Marrone (Marchisio 70), 20-Simone Padoin (Pirlo 68), 24-Emanuele Giaccherini; 9-Mirko Vucinic, 12-Sebastian Giovinco Pelatih:
 Antonio Conte

Palermo vs Lazio 2-2 : Gagal 3 poin

, by idrayang

 

Lazio gagal untuk terus menekan Juventus di Peringkat satu Klasemen sementara serie-A setelah gagal merengkuh poin penuh kala bertandang ke markas Palermo di Renzo Barbera. Meski sempat unggul lebih dahulu lewat aksi Floccari yang mencetak gol lewat sundulan cantik memanfaatkan umpan dari Ledesma, Lazio harus menerima hasil imbang di partai ini.

Partai yang menarik ini menampilkan jual beli serangan dari kedua tim, sejak awal Palermo yang menjadi tuan rumah ngotot untuk meraih 3 pon, begitu pula Biancoceleste yang juga sedang on fire dalam mengejar pemimpin klasemen Juventus.

Lazio yang bermain tanpa Klose, mengejutkan penonton tuan rumah, Floccari yang dipasang menggantikan Klose sukses mencetak gol pembuka lewat sundulan cantiknya. Anak buah Gasperini merespon gol tersebut dengan serangan bertubi-tubi, sebuah peluang emas diraih Miccoli, sayang tendangan kerasnya mampu ditepis Marchetti.

Unggul satu gol malah membuat permainan Lazio sedikit santai, akibat terlalu santai Palermo berhasil memperbaiki permainan dan sukses mencetak gol  penyeimbang di Babak kedua lewat kaki Arevalo Rios.

Sebelum gol Palermo terjadi Floccari sempat mencetak gol keduanya di pertandingan itu, sayang golnya dianulir karena offside walaupun di tayangan ulang terlihat jelas Floccari berada dalan posisi onside.

Belum sempat Lazio menata kembali permainan, tidak sampai satu menit sebuah skema cantik Palermo berhasil menembus pertahanan Lazio yang amburadul dibabak kedua, Dybala sukses merubah keadaan Palermo unggul 2-1 atas Lazio, Petkovic yang semula tenang terlihat panik, dua pergantian pemain dilakukan Kozak dan Candreva masuk menggantika Ledesma dan Lulic.

Lazio yang sejak babak kedua terlihat santai balik menekan, dan Floccari kembali menjadi aktor utama atas gol kedua Lazio, aksinya didalam kotak penalti menghadiahkan sebuah tendangan 12 pas setelah dia ditekel keras oleh Munoz, Hernanes yang menjadi algojo sukses mengkonversik menjadi gol, hingga babak kedua usai Lazio hanya mampu meraih 1 poin dan membuat jarak kembali menjadi 5 poin dengan Juventus.




Lazio dikenai pengurangan poin?

, by idrayang

Di tengah euforia keberhasilan Lazio mendekati poin pemimpin klasemen sementara saat ini Juventus yang hanya bersisa 3 poin, Lazio dikabarkan bisa mendapat pengurangan poin hingga 5 poin!.

Lazio bisa terkena dikarenkan skandal pengaturan skor yang dulu dirumorkan dilakukan oleh Stefano Mauri pada musim 2010-2011, ketika itu pengaturan skor dicurigai terjadi pada saat Lazio menang 4-2 atas Genoa dan kemudian atas Lecce dengan skor yang sama.

Bila memang benar Lazio dikenai pengurangan poin, jelas ini adalah sebuah hukuman yang aneh, mengingat Lazio tidaklah terlibat dalam hal pengaturan skor. Sebelumnya hanya Mauri yang dikabarkan menjadi tersangka dan bukan klub, bahkan Stefan Mauri ketika itu dibebaskan karena pihak penyelidik tidak memiliki bukti kuat dan kasus ini sempat hilang dari peredaran, Mauri bahkan dapat kembali memperkuat Lazio dan bermain cemerlang di musim ini dengan membawa Lazio ke peringkat kedua diklasemen semantara.

Bukan suatu kebetulan jika sebelumnya Napoli yang sudah dipastikan terkena pengurangan 2 poin pada musim ini mendapat pengurangan ketika mereka sedang mendekati Juventus. Lalu tiba-tiba hukuman pengurangan poin didapatkan karena salah satu pemain mereka terbukti melakukan kecurangan. kini ketika Lazio mulai mendekati Jupe akankah kembali pesaing "tim Arbitri" akan dikenai pengurangan poin?

Apa kata Klose tentang Derby Della Capitale

, by idrayang

Striker maut Lazio Miroslav Klose mengungkapkan bagaimana dan apa itu rasanya partai Derby  yang terjadi antara Lazio vs Rioma.

Penyerang veteran berumur 34 tahun itu menceritakan pengalamannya kepada Lazio Style Chanel, menurutnya banyak hal yang sangat extreme dan emosi yang luar biasa yang datang ketika minggu-minggu sebelum dan sesudah derby, ia juga mengungkapkan mengapa ia merasa tensi pertandingan sangat spesial.

"Derby Roma tidak bisa dibandingakan dengan derby di Jerman," ungkap sang bintang. "Hanya disini saya mengerti apa arti sebenarnya dari sebuah Derby."

Sejak kedatangan Klose di musim lalu, Lazio tercatat belum terkalahkan di partai derby melawan Rioma, padahal musim-musim sebelumnya kesulitan dalam menghadapi tetangganya.

Gol Klose di menit-menit akhir pertandingan pada Derby pertamnya di Roma memutus benang hitam Lazio di Derby, dan sontak para tifosi yang menonton partai tersebut histeris dalam merayakan gol tersebut.

"Adalah sesuatu yang fantastis - emosi yang kita rasakan ketika sebelum dan sesudah sangat luar biasa."

"Melihat wajah dan senyum dari para tifosi adalah sesuatu yang spesial. Itulah mengapa kita bermain sepakbola, untuk membuatorang-orang bahagia."

Pertemuan terakhir Derby Della Capitale para awal musim ini, Lazio kembali unggul 3-2 dan Klose mencetak salah satu gol tersebut.

Striker Internasional Jerman itu bergabung ke Lazio pada 2011 dan menjadi salah satu pondasi Petkovic dalam mengangkat prestasi Lazio saat ini, Klose sudah mencetak 23 gol untuk Lazio dari 45 pertandingan yang dijalaninya.

Inter inginkan Carizzo

, by idrayang

Inter Milan dikabarkan sedang menjajaki kemungkinan untuk merekrut kiper ketiga Lazio asal Argentina Juan Pablo Carizzo.

Carizzo yang saat ini berada di bawah Marchetti dan Bizzari menjadi rekomendasi dari Javier Zanetti sebagai pemain yang cocok untuk di transfer oleh Moratti.

klub asal Milan tersebut mencari kiper baru untuk menjadi pelapis Samir Handanovic setelah Castellazzi harus absen cukup lama akibat mengalami cedera pada bahunya. Tim milik Massimo Moratti ini sempat mengontak Chievo Verona untuk mendatangkan kiper Stefano Sorrentino yang notabene asli didikan akademi Lazio. Namun harga transfer yang tinggi membuat Inter keberatan dan mengurungkan niatnya merekrut Sorrentino.

Dari pihak Lazio sendiri Lotito tampaknya juga berminat untuk melego Carizzo, pemain berusia 28 tahun ini hanya menjadi cadangan dan sulit menembus tim inti. "Saya dapat mengkonfirmasikan bahwa Inter telah menyatakan minat dalam Carrizo, tetapi tidak ada tawaran resmi telah dibuat", kata Presiden Lazio.

Bagi Lotito tidak ada yang tidak tersentuh  di Lazio, siapapun bisa dijual, namun situasi Carizzo berbeda dengan Rocchi, jika Inter ingin memilikinya maka mereka harus membayarnya




Followers