,
by
idrayang
Komite Disiplin Federasi LEGA CALCIOa telah mengenakan denda kepada Zarate sebesar 10.000 euro atas salam fasis yang dilakukan oleh Zarate saat ia menyaksikan Lazio vs Bari di tribun Curva Nord pada tanggal 14 Maret lalu, ketika itu Zarate menunjukkan salam yang pernah di lakukan oleh Paolo Di Canio saat merayakan golnya usai mencetak gol di derby melawan Ass Rioma, Ia duduk bersama dengan para Ultras Lazio di tribun Curva Nord, meski ia tidak ikut tampil dalam laga itu namun ia meramaikan suasana dengan melakukan aksi salute bersama tifosi garis keras Lazio.
Hal berbau fasis serta politik memang dilarang masuk dalam sebuah sepak bola, belum lagi sejarah masa lalu paham yang dikedepankan oleh Benito Mussolini tersebut begitu buruk di citra Internasional. Meski Zarate telah menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud untuk menunjukkan aksi Fasis dan ia melakukan salam itu hanya karena demi para tifosi Lazio yang bersamanya saat itu, ia mengakui tak pernah tahu tentang arti dan maksud dari salam itu.
Zarate bagi Laziale di kota roma memang telah menjelma seperti seorang idola baru di sana, hal inilah yang membuat para laziale garis keras mengajak Zarate untuk bergaya layaknya Paolo Di Canio yang sejak lama adalah ikon Lazio dan memang seorang Laziale garis keras.
Support Laziale...
read more
,
by
idrayang

Paolo Di Canio menjadi salah satu kandidat pelatih klub Glasgow Celticm tim yang pernah dibelanya sebelum kembali ke Lazio.
"Untuk saya, menjadi pelatih Celic akan menjadi hal yang luar biasa." Ucap Di Canio "Saya ingin kembali ke Celtic untuk memimpin klub, ini akan menjadi mimpi yang menjadi kenyataan."
Gordon Strachan telah mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Celtic beberapa hari lalu, Di Canio sebagai mantan pemain yang memang selalu memberikan 100% kemampuannya dalam membela suatu klub menjadi kandidat penggantinya.
Bila Di Canio benar-benar menjadi pelatih Celtic, semoga saja ia berhasil disana atau mungkin mendapatkan pelajaran dan pengalaman dalam melatih suatu klub. Lalu setelah itu ia kembali ke Pasukan biru langit untuk memimpin Lazio menuju kejayaan.Semoga saja, meski kemungkin menjadi pelatih Lazio sangat kecil karena antara Lotito dan Di Canio ada perbedaan pandangan.
read more