Showing posts with label indonesia. Show all posts

Review : Indonesia (5 - 1) Malaysia

, by idrayang

 

Indonesia sukses melewati partai pertama AFF SUZUKI CUP 2010 setelah mengalahkan tim negeri jiran Malaysia, kemenangan itu bahkan diraih dengan skor telak. Pasukan Garuda Merah Putih Indonesia berhasil menyarangkan lima gol meski sempat tertinggal lebih dulu 0-1.

photo-photo Indonesia vs Malaysia

Sejak awal pertandingan Indonesia mencoba untuk terus menekan Malaysia, namun permainan monoton Indonesia yang selalu mencoba memberikan umpan langsung jarak jauh kepada dua striker Indonesia Irfan Bachdim dan C. Gonzalez membuat serangan Indonesia mudah dipatahkan.

Kejutan malah akhirnya dibuat oleh Malaysia. Sebuah umpan panjang dari lini belakang diterima oleh Mohamad Safee Bin Mohamad Ali di sisi kiri. Usai mengecoh Hamka Hamzah, ia melepaskan umpan kepada Norshahrul Idlan yang tak terkawal. Lewat satu sepakan kaki kanan, ia pun langsung melepaskan tendangan yang merobek jala Markus.

Beruntung Keunggulan tim tamu tersebut tak berlangsung lama. Indonesia berhasil menyamakan kedudukan menjadi imbang setelah tiga menit Malaysia mencetak gol yang membuat mental pemain tak jatuh terlalu lama. Gol penyeimbang itu bukan dicetak pemain Indonesia melainkan gol bunuh diri dari Mohamad Asrarudin.

Gol bunuh diri ini berawal dari umpan silang yang dikirimkan Mohammad Nasuha yang melakukan penetrasi dari sisi kiri. Umpan tersebut menuju ke Irfan Bachdim , namun dengan kecerdikannya Irfan dengan sengaja menghindari bola dengan cara melompati bola tersebut, malang bagi bek Malaysia Asra yang mencoba menghalau bola terhalang oleh aksi pergerakan tanpa bola Irfan Bachdim, walhasil bola malah mengarah ke gawang sendiri, Indonesia 1 dan Malaysia 1.

Gol bunuh diri Malaysia tadi mampu membangkitkan semangat tim Merah Putih untuk menekan dan bermain lebih tenang.

Gelora Bung Karno akhirnya kembali bergemuruh di menit ke 25. Umpan Firman Utina mampu dimanfaatkan dengan baik oleh striker naturalisasi Christian Gonzales. Tendangan kaki kirinya menyusur deras ke gawang Malaysia untuk membawa Indonesia berbalik unggul 2-1.

Malaysia mencetak gol di menit 40! Namun dianulir oleh wasit. Mohamad Safee yang menanduk bola tepat di depan gawang Markus sudah lebih dulu terperangkap offside.
Indonesia yang terus menekan kembali mendapatkan peluang emas di menit 42. Irfan yang tengah berada di dalam kawalan pemain Malaysia, melepaskan tendangan keras kaki kanan dari luar kotak penalti. Hasilnya? Bola hasil sepakan Irfan masih melebar di sisi kanan gawang Malaysia.
Babak pertama pun berakhir dengan skor 2-1 untuk Indonesia.

Babak kedua dimulai, dan Indonesia tetap memainkan pola menyerang namun kini lebih banyak menggunakan serangan dari sayap dan umpan satu dua di depan kotak penalti.

Hasilnya... Baru 5 menit babak ke dua berjalan, Indonesia akhirnya mampu memperlebar keunggulannya menjadi 3-1. Diawali dengan umpan satu dua dengan Ahmad Bustomi, bola umpan dari Bustomi tak mampu di antisipasi oleh bek Malaysia dan membuat Muhammad Ridwan hanya tinggal berhadapan dengan kiper kemudian diakhiri dengan tendangan keras mendatar ke sisi kiri gawang Malaysia.

Unggul dua gol membuat Indonesia terus menekan pertahanan Malaysia. Pada menit 58, sebuah kerjasama apik antara Okto Maniani dan Firman Utina diselesaikan Cristian Gonzales dengan sebuah sepakan kaki kiri.

Sial bagi Cristian, tendangannya bisa ditepis oleh Sharbinee. Bola muntah sempat diincar Irfan Bachdim, tapi penyerang bernomor 17 itu sudah lebih dulu terperangkap offside.

Irfan memiliki kans bagus di menit 63. Ia melepaskan tendangan voli dari luar kotak penalti, tapi Sharbinee berhasil membloknya.
Arif Suyono yang masuk menggantikan M.Ridwan di menit ke 76 berhasil membawa Garuda terbang kian tinggi. Baru dua menit masuk, Keceng, sebutan Arif, mampu memanfaatkan kesalahan Asra yang salah dalam mengontrol bola. Dengan kecepatannya ia pun mampu memperdaya kiper Malaysia dan membawa Indonesia unggul 4-1.

Striker langganan timnas Indonesia Bambang Pamungkas baru dimainkan oleh Alfred Riedl 5 menit sebelum bubaran, menggantikan C. Gonzalez yang tampak kelelahan.

Irfan Bachdim akhirnya menutup pesta gol Indonesia dan mengubah skor menjadi 5-1 di injury time babak ke dua saat memanfaatkan umpan crossing mendatar Okto Maniani dari sisi kiri yang sebelumnya tak mampu dijangkau BP. Sebuah penutupan yang manis dari pemain kelahiran Belanda ini, setelah sebelumnya memperoleh banyak peluang di sepanjang laga.
Dengan hasil ini Indonesia menjadi pimpinan klasemen sementara grup A AFF Suzuki Cup 2010, selanjutnya Indonesia akan berhadapan dengan Laos pada hari sabtu mendatang.




Support Laziale...


read more

Video Highlight Indonesia { 5 - 1} Malaysia

, by idrayang


Berikut video kemenangan Indonesia dalam mengalahkan Malaysia dengan skor telak 5-1.




Support Laziale...


read more

Kilas Balik Tiger Cup 2004 : Malaysia vs Indonesia 1-4

, by idrayang

Kali ini kita akan mencoba kilas balik partai Indonesia menghadapi Malaysia pada kejuaraan AFF 2004 dimana saat itu masih bernama Piala Tiger. Indonesia saat itu dilatih oleh pelatih asal inggris Peter Withe dan terkenal dengan trisula tajam mereka yang berbeda generasi yakni Kurniawan Dwi Yulianto, Ilham Jaya Kesuma dan tentu saja the young gun Boaz Salossa.
Pertemuan pertama Indonesia dikalahkan oleh Malaysia 1-2, padahal saat itu pertandingan dilaksanakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Gol satu-satunya Indonesia dicetak oleh legenda Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Hasil itu membuat Indonesia harus menang minimal 2-0 di pertemuan kedua yang akan dimainkan di Malaysia.

First Legs
28-12 Indonesia 1-2 Malaysia
[Kurniawan Dwi Yulianto 6; Liew Kit Kong 28, 47]

Kekhawatiran Bertalan Menjadi Kenyataan

Kekhawatiran pelatih timnas Malaysia, Bertalan Bicskel terhadap striker Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto yang terkenal gigih dan tajam menjadi kenyataan. Pemain Persebaya Surabaya itu masuk di menit 55 menggantikan Ismed Sofyan di babak kedua partai semifinal Piala Tiger.

Masuknya jebolan Primavera pada pertandingan di Stadion Nasional Bukit Jalil Kuala Lumpur, Senin malam itu membuat semangat juang timnas Indonesia jadi meningkat tajam setelah ia berhasil mencetak gol balasan.

Gol yang dihasilkan si "Kurus" dari sektor kanan pertahanan Malaysia pada menit ke-59 itu berhasil membuat permainan timnas Indonesia kembali hidup dan bergairah untuk memenangkan pertandingan hidup mati tersebut. Walaupun gol tersebut bukan penentu kemenangan, tetapi gol itu menghidupkan semangat tim asuhan pelatih Peter Withe ini.
Sebelumnya mereka sempat tegang akibat gol yang dibuat penyerang Malaysia, Khalid Jamlus pada menit ke-27. Pelatih timnas Malaysia, Bertalan Bickskel dari Hongaria pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap Kurniawan usai pertandingan semifinal pertama di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 28 Januari lalu.

Ketika ditanya wartawan siapa pemain Indonesia yang paling bagus dan diperhitungkannya sebagai pelatih timnas Malaysia, Bertalan langsung menjawab Kurniawan, bukan Ilham Jaya Kesuma yang menjadi pencetak gol terbanyak atau Boas Salossa striker muda yang rajin dan sering membahayakan gawang lawan.

Ia beralasan walaupun Kurniawan sudah tidak muda lagi, tapi pemain yang pernah termasuk tim Primavera ini memiliki pengalaman yang banyak. "Ia pemain cerdik dan sangat berbahaya bila berada didepan gawang. Dalam pertandingan pertama di Stadion Senayan kalau ia sedang mujur, Kurniawan bisa mencetak minimal tiga gol dan tim Malaysia bisa kalah."

Indonesia Mengamuk

Gol balasan Kurniawan di menit 59 membuat kedudukan jadi imbang kembali dan permainan tim Indonesia seperti bangkit bergairah walaupun hitungan gol rata-rata secara keseluruhan jadi 2-3 atau masih kalah. Gol untuk menyamakan kedudukan sementara itu seperti memberikan kesegaran bagi timnas Indonesia untuk kembali mengejar kemenangan dikandang lawan.

Kurniawan yang masuk pada menit ke-55, tak menunggu lama untuk mengobrak-abrik pertahanan tim kuning-kuning. Empat menit setelah masuk lapangan, dia berhasil menerobos sektor kanan pertahanan lawan, untuk kemudian melepaskan tendangan lambung yang keras. Gawang Syamsuri Mustafa pun jebol.


Tak lama kemudian kembali pemain yang diberi julukan Si Kurus ini memperdaya kiper, namun gol itu dianulir wasit Kunsuta Chaiwat dari Thailand. Wasit menganggap penyerang yang pernah mengenyam pelatihan di Italia tersebut berada dalam posisi offside.

Serangan yang bergelombang, menyiratkan ''pengganti'' gol yang dianulir tinggal tunggu waktu. Ternyata begitulah yang terjadi.
Boaz dan Ilham striker maut di Piala Tiger 2004

Buktinya para pemain Indonesia makin menjadi-jadi dan berikutnya berhasil mencetak tiga gol melalui Charis Yulianto menit 75 untuk menjadikan kedudukan 2-1 untuk Indonesia. Tiga menit kemudian, Ilham Jaya Kesuma menambah kemenangan mencetak gol walaupun dihadang dua pemain Malaysia dan Boas Salossa menutup kemenangan tim Indonesia menjadi 4-1 setelah mengecoh kiper Malaysia Syamsuri Mustafa menit 85.

Kemenangan telak 4-1 tersebut tentu saja memupus harapan tim Malaysia yang tadinya sudah optimistis karena dipertandingan pertama di Jakarta sudah menang 2-1 tapinya akhirnya mimpi buruk pelatih Bertalan jadi kenyataan hingga kedududkan akhir hasil dua kali pertandingan 5-3 untuk Indonesia.

3- 1 Malaysia 1-4 Indonesia
[Khalid Jamlus 26; Kurniawan Dwi Yulianto 59, Charis Yulianto 74,
Ilham Jayakesuma 77, Boas Salossa 84]




Support Laziale...


read more

Jadwal Pertandingan Indonesia di Piala AFF 2010

, by idrayang

Jadwal Pertandingan Grup A Piala AFF 2010
Rabu, 1 Desember:
Thailand vs Laos (17.00 WIB)
Indonesia vs Malaysia (19.30 WIB)

Sabtu, 4 Desember:
Thailand vs Malaysia (17.00 WIB)
Laos vs Indonesia (19.30 WIB)

Selasa, 7 Desember:
Malaysia vs Laos (19.30 WIB) di Stadion Jakabaring, Palembang
Indonesia vs Thailand (19.30 WIB) di SUGBK, Jakarta


Support Laziale...


read more

Laporan nonton bersama Lazio Indonesia : Indonesia vs Uruguay

, by idrayang

banner raksasa Lazio Indonesia

Gol Boaz Salossa sempat membuat pendukung Indonesia bersorak gembira menyambut gol pembuka di partai Indonesia vs Uruguay, namun setelah itu mimpi buruk menghampiri Indonesia ketika gawang Markus di berondong tujuh gol, gol Uruguay dicetak Cavani dan Suarez yang masing-masing mencetak tiga gol serta satu gol dari Sebastian Eguren .

Lazio Indonesia yang datang ke Stadion yang diwakili dari beberapa Region yakni Bekasi, Depok, Jakarta, Tangerang, Semarang, Bandung dll. menonton dari  tribun atas tepat belakang gawang. Berharap dapat menyaksikan langsung aksi Muslera di tim Uruguay para fanatik Lazio itu selalu meneriakkan nama Muslera di sepanjang pertandingan. Hujan yang sempat turun sebelum pertandingan sempat membuat beberapa Laziali terjebak kemacetan namun semangat terus berkobar!

Sayang di line-up starting XI tidak tercantum nama Muslera, yang ada malah kiper kedua Juan Castillo, bahkan Alvaro Gonzalez juga hanya terlihat di bangku cadangan, kekecewaan pun mulai menyeruak di kubu Lazio Indonesia.
Muslera dan Alvaro di bench
Namun the show must go on....

Indonesia sempat membuat kejutan dimenit 17' ketika Boaz Salossa berhasil memperperdayai kiper kedua Uruguay Juan Castillo, umpan lambung dari Bambang Pamungkas berhasil melewati para pemain belakang Uruguay, Boaz yang mendapatkan bola mendribel bola sambil mengecoh Castillo dan kemudian dengan mudah menceploskan gawang yang sudah melompong.
aksi boaz saat mencetak gol (getty images)
Sayang sekali setelah itu Uruguay seperti tersengat dan langsung merubah permainan, Indonesia terus diserang dan tak mampu berkutik hanya sesekali melakukan serangan balik, praktis gol bagi Uruguay seperti hanya menunggu waktu saja, dan pada menit ke 35' Cavani berhasil menyarangkan gol lewat sundulan yang tak bisa di antisipasi Markus.

Selanjutnya giliran Suarez yang berhasil memanfaatkan ketidak konsistenan pemain belakang Indonesia, aksinya berhasil melewati dua pemain belakang langsung menaklukkan Markus yang sebelumnya sulit untuk di taklukkannya.  2 - 1 untuk Uruguay dan skor bertahan hingga akhir babak pertama.

Nurdin Mundur!
Babak pertama berakhir dan laziali suporter Indonesia masih berharap Muslera akan segera tampil di babak kedua, namun harapan tinggal harapan Juan Castillo masih betah berada di bawah mistar gawang Uruguay.

Pertandingan babak kedua berlanjut, Oscar Tabarez mengganti kapten timnya Diego Lugano dengan Andress Scotti, sementara Indonesia belum ada pergantian pemain.

Suarez mencetak gol kedua (gi)
Uruguay tetap menampilkan permainan menyerang, sementara Indonesia tetap setia dengan lebih sering berkumpul di lini belakang. Meski hanya pertandingan eksibisi namun Indonesia tidak berani tampil menyerang dan hanya mengandalkan beberapa kali serangan balik yang selalu putus di tengah jalan sebelum sempat merepotkan penjaga gawang Castillo, praktis Castillo lebih banyak bersantai di posnya.

Enam menit babak pertama berjalan, Suarez kembali menjadi momok buat Indonesia, striker Ajax ini menjebol gawang Markus. Menit 57' Suarez kembali mempunyai andil dalam proses terjadinya gol keempat Uruguay, umpan unselfish-nya berhasil dimanfaatkan oleh Eguren 4-1 untuk Uruguay.
Lini belakang Indonesia sulit hadang Suarez (gi)

Support Laziale...

Begitu cepat gol yang tercipta untuk Uruguay di babak kedua membuat Gelora Bung Karno sejenak menjadi hening, hanya sorak-sorak "Nurdin Mundur, Nurdin Mundur" yang terdengar setiap kali timnas Garuda merah putih kejebolan gol. Tampaknya suporter setia Indonesia sudah muak dengan setiap hasil yang didapat timnas kesayangan mereka, dan bagi mereka kesalahan ada pada bobroknya organisasi PSSI.
Mulai di atas angin, Tabarez memasukkan dua lagi pemain dari bangku cadangan. Martin Caceres masuk menggantikan Mauricio Victorino, sedangkan Sebastian Fernandez mengisi posisi Cristian Rodriguez. Sementara Riedl pun memberi kesempatan kepada penyerang muda Yongki Aribowo untuk memulai debut bersama Merah-Putih dan menggantikan Bambang.

jatuh bangun BP (gi)
Total sudah tiga pemain digantikan oleh Tabarez, dan harapan Lazio Indonesia untuk menyaksikan Muslera dan Alvaro gagal sudah, namun semangat mendukung Indonesia tetap membara dan terus meneriakkan yel-yel untuk mendukung Indonesia.Uruguay kembali menambah koleksi gol pada menit ke-69. Tak pernah bisa mengantisipasi pergerakan lawan, Indonesia lengah mengawasi posisi Cavani. Markus pun terpaksa keluar sarang dan menjatuhkan Cavani sehingga mengakibatkan hukuman penalti. Indonesia pun harus rela tertinggal semakin jauh, Suarez yang mengeksekusi tendangan penalti membuat Indonesia tertinggal 1-5 dan sorakan Nurdin Halid untuk mundur dari jabatan ketua PSSI semakin akrab terdengar.

Salah satu pemain debutan lagi dipercaya tampil oleh Riedl, yakni Oktovianus Maniani yang menggantikan Firman Utina. Tak berapa lama menginjakkan kaki di lapangan, memanfaatkan kecepatannya, Okto merangsek masuk pertahanan lawan sebelum memberikan bola kepada Boaz. Sayangnya, tendangan Boaz dapat dimentahkan Castillo.

Menit 80, Cavani melesakkan lagi bola ke dalam gawang Markus. Suarez terlepas dari jebakan off-side pertahanan Indonesia. Satu kali kecohan, Markus berhasil dilewati. Saat akan mengeksekusinya jadi gol, Suarez berbenturan dengan Nova sehingga terjatuh. Bola masih bergulir ke arah gawang Indonesia dan Cavani muncul dari belakang untuk menyelesaikan peluang tersebut jadi gol keenam Uruguay.
Lazio Indonesia di Curva Nord GBK
Markus bertukar kaos dengan Muslera.
Tampaknya melawan Indonesia, anak asuh Tabarez betul-betul mengincar banyak gol. Duet Suarez dan Cavani akhirnya saling berbagi tiga gol. Kembali lolos dari jebakan off-side para bek Indonesia, Cavani melesakkan bola menjauhi jangkauan Markus. Marjin keunggulan kian lebar saja, yel-yel penonton meminta pengunduran Nurdin Halid terdengar lagi dan hanya yel-yel meminta penurunan Nurdin Khalid yang santer terdengar di tribun penonton Gelora Bung Karno.

Hampir saja skor bertambah kala Sebastian Fernandez mencetak gol, beruntung gol itu dianggap offside dan skor 1 - 7 tetap bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
penghormatan kepada penonton (gi)
Setelah penghormatan dari para pemain kepada penonton, para pemain pun saling menukar kaos. Terlihat Muslera memasuki lapangan, dan Markus menghampirinya dan mereka saling bertukar seragam. Wow!! bahagia sekali Muslera berhasil mendapatkan koas dari salah satu kiper terbaik dunia saat ini, satu pertanyaan.. mengapa Markus lebih memilih bertukar kaos dengan Muslera padahal saat itu Muslera tidak diturunkan dan harusnya ia bertukar kaos dengan Castillo?

Melihat Muslera memasuki lapangan, Lazio Indonesia sontak meneriakkan nama Muslera, Muslera pun melambaikan tangan ke tribun dimana Lazio Indonesia berada.
menanti Muslera dan Alvaro setelah pertandingan
Meski pertandingan telah berakhir namun Lazio Indonesia tetap mencoba untuk memberikan ucapan selamat jalan kepada Muslera, di pintu keluar utama Stadion seluruh Lazio Indonesia berkumpul dan membentangkan dua banner raksasa bertuliskan tentang Muslera dan Gonzalez. Bus yang ditumpangi dua pemain lazio itu keluar dari stadion dan seluruh Lazio Indonesia menyanyikan yel-yel untuk mereka berdua. Terlihat Alvaro dan Muslera melambaikan tangan mereka dari dalam bus.

Dan kisah Fernando "Nando" Muslera dan Alvaro "el Tata" Gonzalez di Indonesia berakhir, meski sebenarnya anti klimak namun setidaknya mereka hadir di Indonesia... FORZA LAZIO!!! (idr / picts LI by septian adi. n)

gelora bung karno (un)

IndonesiaIndonesia1:7 (1:2)UruguayUruguay

Indonesia:
Markus Haris Maulana (k),Benny Wahyudi, Maman Abdurahman, Nova Arianto, M. Nasuha, M. Ridwan, Firman Utina/Otovianus Maniani, Ahmad Bustomi, Toni Sucipto, Boaz Salossa dan Bambang Pamungkas/Yongky Aribowo (c)

Uruguay:
Juan Guillermo Castillo (k), Edinson Cavani, Jorge Fucile/Gaston Ramirez, Walter GarganO/Alvaro Gonzales, Diego Lugano (c), Alvaro Pereira, Maxmiliano Pereira, Diego Perez/Sebastian Eguren, Christian Rodriguez/Sebastian Fernandez, Luis Suarez dan Mauricio Victorino/Martin Caceres






read more

Timnas tanpa pemain Naturalisasi

, by idrayang

John Beukering
Menghadapi Uruguay, timnas dipastikan tanpa tiga pemain naturalisasi. Pasalnya, pihak Uruguay menginginkan laga uji coba ini bersifat resmi dan dicatat oleh FIFA. Dengan kondisi begitu, Van Beukering cs pun tidak diizinkan main karena tidak memegang paspor Indonesia.

“ Timnas tidak diperbolehkan menjalani laga persahabatan resmi dengan menggunakan pemain asing. Hal ini sesuai dengan Statuta FIFA pada artikel 15 poin 1. Inilah yang menjadi dasar bagi PSSI untuk tidak memainkan ketiganya,” kata Sekjen PSSI, Nugraha Besoes.

Sekjen FIFA Jerome Valcke telah mengeluarkan peringatan resmi melalui surat yang dilayangkan kepada kepada PSSI yang isinya, jika PSSI menurunkan para pemain asing itu, maka PSSI tidak akan meraih poin untuk perbaikan peringkat dari pertandingan itu, begitu juga dengan Uruguay.
Support Laziale...
"Karena pertandingan ini under FIFA Sanction. PSSI dapat surat langsung dari sekjen FIFA Jarome Valcke. Jika tetap memainkan mereka maka PSSI rugi tidak meraih poin dari FIFA, begitu juga dengan Uruguay," ungkapnya lagi.

Padahal Tiga pemain keturunan telah tiba di Jakarta. Dua di antaranya John Beukering dan Tobias Waisapy bahkan sudah ikut bergabung dalam sesi latihan di Lapangan ABC Senayan,Selasa (5/10/2010) kemarin.Sementara Rafael Guillermo Eduardo belum ikut latihan karena baru tiba.

Menurut Noegraha Besoes, para pemain proyek naturalisasi telah diberitahu mengenai hal ini oleh Ketua Badan Tim Nasional, Iman Arif.Noegraha mengklaim mereka bisa menerimanya.
Nugraha Besoes
"Untuk pemain naturalisasi sendiri sudah di beritahu lewat ketua BTN, Iman Arif. Mereka sepertinya bisa terima. Mereka juga tetap hadir saat pertandingan nanti," lanjut Noegraha.

"Setidaknya dengan kedatangan mereka sekarang, mereka jadi tahu atmosfer sepakbola Indonesia dan lebih siap jika nanti jadi dinaturalisasi," terang Noegraha lagi.

Sebelumnya, persoalan ini telah disinggung akan menjadi kendala bagi PSSI untuk menghadirkan para pemain naturalisasi di partai uji coba resmi itu, namun PSSI dengan yakin mengatakan para pemain itu bisa diturunkan dengan status bintang tamu.(berbagai sumber)



read more

Meski banyak pemain cedera, Indonesia tetap PD

, by idrayang

Motivasi Tinggi Jelang Lawan Uruguay

Skuad timnas Indonesia kembali dirundung masalah cedera jelang laga uji coba melawan Uruguay di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (8/10). Kabar terakhir, Arif Suyono dan Kurnia Meiga dipastikan tidak bisa tampil melawan tim Le Celeste.

“ Kita kembali kehilangan dua pemain karena cedera, Kurnia Meiga dan Arif Suyono. Khusus untuk Kurnia Meiga, kita sudah memanggil kiper Persiba I Made Wirawan sebagai penggantinya,” kata manajer timnas Indonesia, Andi Darussalam.

Menghadapi tim sekaliber Uruguay, Andi yakin para pemainnya tidak akan minder. Justru mereka akan bermain penuh motivasi dalam pertandingan nanti.

“ Ini adalah pertandingan persahabatan yang sangat bagus karena menghadapi tim peringkat ketujuh dunia. Saya yakin, hal itu akan menjadi pemicu motivasi para pemain. Tentunya kita pun tidak ingin malu dipermainkan mereka,” tegas Andi Darussalam yang menghadiri langsung acara Managers Meeting Indonesia vs Uruguay di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (7/10) (PSSI)

Support Laziale...



read more

kilas balik : Indonesia sempat permalukan Uruguay

, by idrayang



Indonesia mungkin akan sulit untuk menang melawan Uruguay Jumat (8/10) nanti, semua rakyat Indonesia pasti mengakui dengan skuad yang ada saat ini bisa menahan imbang atau setidaknya tidak kejebolan banyak gol saja sudah untung bagi Indonesia.

Tapi tahukah Anda, pada tahun 1974, tepatnya 19 April Le Celeste pernah kita kalahkan ditempat yang sama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Saat itu, Fernando Morena dkk meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno dengan kepala tertunduk setelah menyerah 1-2. Indonesia menurunkan semua pilarnya, di antaranya Ronny Pasla, Andjas Asmara, Sutan Harhara, Abdul Kadir, dan Ronny Pattinasarany. Kemenangan atas Uruguay ini merupakan salah satu sejarah manis sepak bola Indonesia.

Ketika itu Mereka datang ke Jakarta untuk melakoni laga persahabatan untuk memperingati HUT PSSI. Disaksikan sekitar 60 ribu penonton, timnas Indonesia secara mengejutkan menaklukkan negara asal Amerika Latin itu dengan skor 2-1.
Support Laziale...
"Saat itu kami tidak mengalami kesulitan berarti menghadapi mereka. Gaya permainan hampir sama dengan kita, mengandalkan umpan-umpan pendek dan sesekali bermain individu duel satu lawan satu. Beruntungnya kala itu timnas Indonesia dihuni banyak pemain yang memiliki skill individu bagus," kata Sutan.

Dalam pertandingan uji coba tersebut timnas Indonesia yang diasuh Djamiat diperkuat Rusdianto, Ronny Paslah, Abdul Kadir, Anwar Ujang, Nabon dan Waskito. Kendali permainan dipegang Indonesia. Tim asuhan Juan Alberto Schiaffino kala itu kerap direpotkan dengan serangan dari sektor sayap.

Merasa malu dengan kekalahan itu, Uruguay pun meminta pertandingan ulang sehari setelah kekalahan. Mereka sukarela tampil gratis tanpa dibayar.

"Kami sih mau saja walau kondisi fisik lelah karena berpikir kesempatan bermain melawan tim luar negeri bisa menaikkan reputasi," ujar Sutan.

Sayangnya, pada laga ulang timnas Indonesia kalah 2-3. Walau begitu hal tersebut tak menghilangkan kebanggaan para pemain. "Kami telah memberi pelajaran berharga kepada mereka untuk tidak meremehkan tim-tim yang kelasnya dibawah," ucap Sutan. (bola)

Jadi sebenarnya Indonesia itu Bisa!!!!


read more

RCTI siarkan Indonesia vs Uruguay

, by idrayang

Menurut situs okezone.com RCTI dipastikan menjadi satu-satunya stasiun televisi swasta nasional yang memegang hak siar laga, yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, pada 8 Oktober 2010.

"RCTI yang akan menyiarkan," cetus Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Nugraha Besoes, Senin (27/9/2010).
Support Laziale...
Besoes mengungkapkan, hak siar ini merupakan lanjutan dari kontrak kerja sama selama tahun 2010. Selain Uruguay, jadwal terdekat yakni ujicoba melawan Timnas Honduras (13 Oktober) dan Pantai Gading, November 2010.

Jadi bagi kawan-kawan yang berhalangan hadir menonton laga ini, siapkan saja beebrapa makanan dan minuman ringan di depan teve anda dan siapkan diri anda untuk fokus menonton partai Indonesia vs Uruguay.



read more

Menanti Indonesia vs Uruguay (Muslera)

, by idrayang



Kesempatan Laziale
Sebuah kesempatan langka akan didapat para Laziale di bulan Oktober nanti, kesempatan langka itu adalah dapat menyaksikan secara langsung aksi kiper no.1 Lazio Fernando Muslera beraksi dalam menjaga gawangnya. Meski bukan berbaju Lazio namun kedatangan Muslera ke Indonesia tetaplah sebuah kebanggaan luar biasa bagi laziale. Syukur-syukur bisa bertemu dan sekedar foto bareng serta minta tanda tangan, sudah jelas Laziale tersebut pasti seperti terbang ke awan.

Para striker timnas Indonesia akan dites kemampuannya dalam merobek jala kiper No. 1 timnas Uruguay dan Lazio itu, Bambang Pamungkas, Boaz Salossa dkk akan berhadapan dengan Muslera di ajang partai persahabatan Indonesia vs Uruguay yang rencananya akan di langsungkan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Indonesia, pada tanggal hari Jum'at tanggal 8 Oktober 2010.
situs fifa.com  menjadwalkan indonesia melakukan uji coba melawan Uruguay
Kepastian jadwal ini sudah terdapat pada situs resmi fifa.com dan dipastikan bukan hoax. bahkan situs resmi Fernando Muslera (fernando-muslera.com) juga mengeluarkan jadwal Muslera ke Indonesia,

gambar diambil dari situs pribadi Muslera.
Support Laziale...
Badan Tim Nasional [BTN] PSSI juga telah memastikan timnas senior akan menghadapi semifinalis Piala Dunia 2010 dalam pertandingan uji coba pada 8 Oktober mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta.

"Pertandingan melawan Uruguay sudah dipastkan pada tanggal 8 Oktober. Kami sudah menandatangani kontrak kerja sama hari Minggu di Amsterdam [Belanda]. Sedangkan untuk pertandingan melawan Honduras, kami masih menunggu konfirmasi," ungkap Iman, ketua Badan Tim Nasional [BTN] PSSI.(Source : Goal.com/id-ID/)

Laga persahabatan Tim Merah Putih melawan Uruguay ini menjadi salah satu persiapan Timnas akan akan berlaga di Piala AFF 2010 Desember nanti, semoga para pemain Indonesia mengambil banyak pelajaran dari laga ujicoba ini untuk dibawa ke Piala AFF. Dan semoga saja PSSI tidak hanya membawa pemain yang itu-itu saja, melainkan memberikan kesempatan kepada para pemain muda yang betul-betul memiliki masa depan untuk timnas kesayangan ini.

Bagi para Laziale di Indonesia, ini akan menjadi suatu kebanggaan bisa menyaksikan tim kebanggaan Garuda Merah Putih sekaligus dapat melihat pemain idola mereka yakni Muslera. Sosok Muslera sendiri kini memang telah menjadi salah satu idola bagi laziale seluruh dunia mengingat catatan prestasi dan penampilan gemilang yang selalu ditampilkan oleh kiper yang pernah merasakan kegagalan di musim pertamanya bersama Lazio.

Selain Muslera pemain Lazio lainnya yang juga bakal ikut ke Indonesia adalah Alvaro Gonzalez, gelandang tengah yang baru di beli Lazio di musim panas kemarin memang tak sempat ikut ke Piala Dunia 2010, namun kini ia dipanggil oleh pelatih Uruguay Oscar Tabarez.

Bintang sepakbola lain yang akan datang adalah Diego Forlan (atletico Madrid) dan Luis Suarez (Ajax. Striker baru Napoli, Edinson Cavani juga dipanggil Tabarez. Striker berpengalaman Sebastien Abreu juga masih masuk dalam skuad Uruguay. Tabarez juga memasukkan tiga pemain Porto dalam skuadnya, seperti Jorge Fucile, Cristian Rodriguez dan Alvaro Pereira. Playmaker muda Ajax, Nicolas Lodeira, masih absen karena cedera, dan itulah yang membuatnya tidak dipanggil Tabarez. Dengan hadirnya bintang-bintang sepakbola eropa ini dipastikan kita akan disuguhi pertandingan menarik, dan kita juga berharap Indonesia juga tidak akan mudah dikalahkan begitu saja oleh negara yang memakai warna kebanggaan biru muda sama seperti warna kebanggaan Lazio.

Tak hanya itu, Presiden Uruguay Jose Mujica juga dijadwalkan hadir mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di SUGBK. Namun, masih menunggu kepastian dari Departemen Luar Negeri dan Kedutaan Besar Indonesia di Uruguay.

Bagi para laziale yang tak berkesempatan menyaksikan langsung, jangan dulu kecewa karena laga ini akan disiarkan secara langsung oleh RCTI.

Berikut skuad Uruguay yang akan bertanding melawan Indonesia :

Kiper: Juan Castillo (Deportivo Cali), Fernando Muslera (Lazio)

Bek: Martin Caceres (Sevilla), Diego Lugano (Fenerbahce), Jorge Fucile (Porto), Diego Godín (Atletico Madrid), Mauricio Victorino (Universidad de Chile), Maximiliano Pereira (Benfica), Andres Scotti (Colo Colo), Carlos Valdez (Siena)

Tengah: Diego Perez (Bologna), Alvaro Gonzalez (Lazio), Sebastian Fernandez (Malaga), Sebastian Eguren (Sporting de Gijon), Walter Gargano (Napoli), Ignacio Gonzalez (Levante), Alvaro Pereira (Porto), Gaston Ramirez (Bologna), Cristian Rodriguez (Porto), Jorge Rodriguez (Jaguares de Chiapas)

Depan: Sebastian Abreu (Botafogo), Edinson Cavani (Napoli), Diego Forlan (Atletico Madrid), Luis Suarez



read more

Cagliari Rekrut Radja Nainggolan (pemain berdarah Indonesia)

, by idrayang

CAGLIARI - Tim Serie A Cagliari mendapatkan gelandang Piacenza Radja Nainggolan, untuk menggantikan posisi Mikhail Sivakov.

Dengan datangnya Nainggolan, maka tim pulau Sardinia ini sudah melengkapi daftar belanjanya di pertengahan musim ini. Demikian diumumkan manajemen Cagliari seperti dilansir Football-Italia, Kamis (28/1/2010).

Nainggolan akan tiba dengan status pinjaman. Opsi pembelian akan diberikan akhir musim ini, dengan melihat permainan Nainggolan. Pemain internasional Belgia ini sudah memperkuat Piacenza sejak 2005.

Pemain 21 tahun ini lahir dan bsesar Antwerp, tapi Nainggolan memiliki nama dan darah Indonesia. Dan diketahui ayahnya memang berasal dari Indonesia. Nainggolan sendiri adalah salah nama marga dalam suku Batak.

Radja sejak ditarik dari klub Belgia, Germinal Beeschot ke Piacenza, Italia. Di klub Serie B ini, karirnya mulai bersinar. Gelandang 21 tahun ini telah mencetak empat gol dari 41 penampilan.

Hanya sangat disayangkan, kendati berdarah Indonesia, Radja Nainggolan saat ini tercatat sebagai pemain internasional U-21 Belgia. Bila bermain untuk Timnas Indonesia, maka Merah-Putih akan mendapat satu pemain berbakat yang tampil di liga elit dunia. (okezone)



Support Laziale...



read more

Markus masuk kandidat pemain terbaik asia

, by idrayang


Jakarta - Asosiasi sepakbola Asia AFC merilis 15 nama yang masuk nominasi pemain terbaik tahun 2009. Dalam daftar tersebut terdapat nama penjaga gawang tim nasional Indonesia, Markus Horison.

Daftar yang dikutip dari situs resmi AFC pada hari Kamis (8/10/2009) tersebut didominasi oleh Jepang, Arab Saudi, dan Korea Utara. Terdapat tiga pemain asal Negeri Sakura, serta masing-masing dua pemain dari Arab dan Korut.

Markus Selain tampil memperkuat Indonesia di ajang internasional bersama tim Merah Putih, Markus juga membela PSMS Medan di kancah AFC Cup. Penjaga gawang yang memiliki nama islam Muhammad Haris setelah menjadi muallaf tersebut membawa Ayam Kinantan hingga 16 Besar sebelum dikandaskan Chonburi 0-4.

Ada pun penentuan nama-nama calon pemain terbaik dilihat berdasarkan penampilan mereka di setiap ajang internasional yang diikuti baik itu di tingkat klub atau pun tim nasional.

Laga final Piala Dunia memiliki poin tertinggi yakni 60, diikuti oleh final Piala Asia, Olimpiade (keduanya 40 poin), kualifikasi Piala Asia (25 poin), kualifikasi Piala Dunia putaran keempat (25 poin), kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga (20 poin).

Sementara itu di tingkat klub akan dihitung dari penampilan di Liga Champions Asia (15 poin) dan AFC Cup (10 poin).

Ada pun penganugerahan gelar pemain terbaik digelar pda 24 November di Hotel Shangri-la, Kuala Lumpur, Malaysia.


Nominasi Pemain Terbaik Asia 2009 (berdasarkan Abjad)

Nama-Asal Negera-Klub

Alexander Geynrikh (Uzbekistan; Pakhtakor,Uzbekistan)
Ali Ashfaq (Maladewa; VB, Maladewa)
Baba Malick (Qatar; Umm Salal, Qatar)
Firas Al Khatib (Suriah; Al Arabi/Al Qadisya, Kuwait)
Hadi Aghily (Iran; Sepahan, Iran)
Hong Yong Jo (Korea Utara; Rostov, Rusia)
Kengo Nakamura (Jepang; Kawasaki Frontale, Jepang)
Li Weifeng (China; Suwon Bluewings, Korea Selatan)
Markus Rihihina (Indonesia; PSMS Medan, Indonesia)
Maya Yoshida (Jepang; Nagoya Grampus, Jepang)
Mohammed Noor (Arab Saudi; Al Ittihad, Arab Saudi)
Nassir Al Shamrani (Arab Saudi; Al Shahab, Arab Saudi)
Ri Myong Guk (Korea Utara; Pyongyang Athletics Club, Korea Utara)
Sayed Mohamed Adnan (Bahrain; Al Khor, Qatar)
Yasuhito Endo (Jepang; Gamba Osaka, Jepang)

source : detiksport


read more

Film dokumenter the Jak vs Viking

, by idrayang


Setelah mengikuti pertandingan berskala besar, Rangga dan beberapa pendukung setia Persija menyerang lawan mereka, pendukung Persib. Namun tanpa diduga, Rangga justru jatuh cinta kepada salah satu gadis pendukung Persib yang ternyata adik dari pemimpin pendukung Persib. Ia melakukan apa saja menuju Bandung untuk mencari gadis tersebut. Rangga pun berkhianat. Saat Desi sulit membuat keluarganya menerima hubungan mereka, mereka akhirnya memutuskan untuk kawin lari ke kota lain yang tidak ada hubungannya dengan Persija dan Persib. Sebuah kisah cinta sejati antara dua pendukung dari dua klub bola terbesar


Antara Cinta dan Benci

Mahakarya seorang sastrawan unggul Shakespeare berjudul “Romeo and Juliet” yang merupakan kisah percintaan tragis paling terkenal dan legendaris itu, telah berulang kali diadaptasi lewat berbagai bentuk karya seni, mengilhami berbagai cerita dan drama panggung, juga bermacam judul film layar lebar dan televisi. Namun tetap saja cerita lawas satu ini tak pernah lekang dimakan zaman, masih tetap ada pekerja seni yang coba mengangkat kembali jalinan kisah cinta terlarang yang berakhir tragedi ini. Versi paling kontemporer yang tentunya masih kita ingat adalah sebuah Film Hollywood karya Baz Luhrman yang dibintangi bintang muda pujaan Leonardo DiCaprio bertitel “Romeo+Juliet”.

Dan kini publik pencinta film tanah air disuguhkan sebuah film Indonesia yang juga diilhami percintaan klasik Romeo dan Juliet, pengadaptasian ini pun sudah terlihat jelas dari judul film yang bersangkutan yaitu “Romeo Juliet”. Film ini digarap oleh seorang sutradara yang sebelumnya lebih dikenal sebagai pembuat film dokumenter pendek bernama Andibachtiar Yusuf, yang adalah juga seorang penggemar setia sepakbola. Makanya jangan heran kalo versi terbaru percintaan ala Romeo Juliet ini dalam tangannya berubah menjadi sebuah kisah cinta yang dibalut oleh olahraga yang sangat digemarinya ini. Konflik dua keluarga yang melatarbelakangi tragedi cinta dua anak manusia itu dirubah menjadi konflik dan pertentangan antara dua suporter fanatik Sepakbola tanah air, yang dalam film ini diwakilkan oleh pendukung Persija yaitu Jakmania dan pendukung Persib, Viking.


Penceritaan dalam film ini dimulai dengan mengenalkan sosok Rangga, seorang Jakmania suporter fanatik klub sepakbola Persija Jakarta. Suatu hari, Rangga dan teman2nya terlibat dalam tawuran, dimana mereka menyerang bis yang berisi the Vikings, suporter setia Persib Bandung, musuh bebuyutan mereka. Pada saat itu pula, Rangga tiba2 terpana saat melihat salah satu gadis anggota Viking yang wajahnya terus mengganggu pikirannya mulai hari itu. Kejadian yang sama ternyata juga berlaku pada Desi, nama sang gadis yang juga sempat memperhatikan Rangga.
Tak kuat menahan gejolak hati, Rangga mengambil keputusan untuk bertemu dengan Desi di Bandung, tidak lagi memperdulikan keselamatan dirinya meskipun harus memasuki wilayah musuhnya. Dia mencari Desi dengan petunjuk yang sangat minim walaupun akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali, dan benih2 cinta diantara keduanya pun tumbuh semakin subur. Mereka sadar bila cinta diantara mereka adalah sebuah cinta terlarang yang pastinya bakal ditentang oleh masing2 kubu dimana mereka berasal.
Kakak Desi sendiri yang bernama Parman adalah ketua tertinggi dalam klub the Viking. Mengetahui bahwa adiknya menjalin hubungan dengan salah satu anggota Jakmania, perasaannya langsung terbakar dan menugaskan seorang anak buahnya untuk menguntit Desi. Sementara itu Rangga juga harus menerima tudingan dari kubunya sendiri, para anggota Jakmania yang menganggapnya sebagai pengkhianat langsung mempengaruhi bisnis yang sedang dirintisnya yaitu menjual merchandise Jakmania. Namun kekuatan cinta memang lebih besar dari segalanya, meskipun rintangan dan problema datang silih berganti, Rangga dan Desi tetap berjuang untuk mempertahankan hubungan mereka ditengah kebencian, dendam dan ego masing2 grup suporter sepakbola itu.


Memerankan sosok Rangga alias Ranggamone Larico dalam film ini adalah Edo Borne, nama yang cukup asing di telinga penikmat film Indonesia, walaupun begitu Edo sudah disebut2 sebagai Mathias Muchus baru oleh beberapa bintang senior. Karakter Rangga yang diperankannya adalah seorang pendukung setia Persija yang rela mati demi mempertahankan kehormatan klubnya. Tapi cinta malah mempertemukannya dengan gadis dari tim lawan, namun hal itu tidak merubah cintanya pada timnya sendiri dimana hal ini kemudian malah membuat Rangga terperangkap antara gadis yang dikasihinya dan Tim yang dibelanya. Memerankan Desi sendiri yang nama panjangnya disini Desi Kasih Purnamasari adalah aktris yang relatif lebih dikenal oleh publik, dia adalah Sissy Prescilia yang sebelumnya diingat orang lewat film2 seperti “Ada Apa Dengan Cinta” dan “Cintapuccino.” Bintang senior Alex Komang kebagian peran sebagai kepala klub pendukung setia Persib alias Viking, dan juga saudara tertua Desi, Parman. Sejak ayah mereka meninggal, Parman otomatis menjadi kepala keluarga yang harus menghidupi ketiga adik dan ibunya. Sementara aktor yang sempat bermain dalam film kontroversial “Ekskul,” yang secara tidak terduga merebut piala Citra beberapa tahun lalu, Ramon Y Tungka, disini memerankan karakter bernama Agus Purnomo. Agus sendiri adalah sahabat setia Rangga, teman dari masa kecil ini merintis bersama usaha t’shirt dan merchandise Jakmania, dan percaya kalau sepakbola itu lebih dari sekedar sebuah permainan.
Mendukung keempat bintang ini adalah komedian Epi Kusnandar sebagai Soleh Solihun, teman dekat Parman, juga Norman Akyuwen sebagai Debul, salah satu anggota Jakmania dan teman Rangga.


Andibachtiar Yusuf mengepalai produksi film ini sekaligus juga merangkap sebagai penulis cerita dan produser. Karya2 Yusuf sebelumnya meliputi film dokumenter pendek bertajuk “Jakarta is Mine” (2003) yang berhasil memenangkan Viewer’s Choice di Regensburg Short Film Week tahun 2004. Karya dokumenter ketiganya “Hardline” (2004) berhasil pula terpilih sebagai World Cup 2006 Official element yang kemudian membawanya menuju Berlinale dan Talent Campus Week di Berlin. Beragam jenis penghargaan lainnya diraih Yusuf lewat film2 pendeknya yang juga termasuk “The Jak” (2007) yang juga mengangkat dokumentasi Jakmania dan “The Conductors” (2008). “Romeo Juliet” menjadi karya perdana film fiksi layar lebarnya yang sebelum ini pun telah mengikuti ajang Independent Film scheme di Indonesia dan The 33rd Hong Kong International Film Festival beberapa waktu lalu.
Film “Romeo Juliet” ini direncanakan beredar mulai tanggal 23 April nanti. (J-C)


Selamat menonton dan mengkritisi film Romeo Juliet, yang telah diputar serentak di Bioskop 21 di seluruh Indonesia mulai tanggal Kamis 23 April 2009. (buaya film)



read more

Followers