Menurut berita dari Skysport, Claudio Lotito (presiden S.S Lazio) selalu siap untuk membantu menyelesaikan masalah yang terjadi di Salernitana. Lotito berpikir untuk melakukan penawaran untuk mengakuisisi Salernitana, klub yang dekat dengan kebangkrutan.
Support Laziale...
Presiden Lazio telah mengkonfirmasi berita itu kepada Skysport: "Saya siap untuk memberikan bantuan saya jika diminta. Salerno adalah tempat penting dan, jika perlu, saya akan bersedia untuk meminjamkan tangan secara langsung atau tidak langsung. "
Bila memang Lotito ingin memperkuat pertahanan Lazio tanpa harus mengeluarkan banyak pundi-pundi uangnya, maka inilah kesempatan Lotito dan Tare untuk segera bergerak. Dua pemain yang patut dicermati adalah Reto Ziegler dari Sampdoria dan Michele Pazienza dari Napoli.
Support Laziale...
Untuk Ziegler, optimisme sedikit menguak karena Lazio telah mendapat kesepakatan dengan ayah dari sang pemain. Meski ada pendekatan juga yang dilakukan oleh pihak Juventus, Lazio telah memberikan tawaran kontrak lima tahun senilai diatas satu juta euro.
Pemain lainnya adalah Pazienza, gelandang Napoli ini dipastikan akan habis masa kontraknya pada 5 Agustus mendatang. Bila memang Pazienza tidak memperpanjang kontraknya bersama Napoli, maka pemain ini patut dijadikan salah satu calon pengganti Christian Brocchi yang akan berusia 36 tahun dimusim depan.
Presiden Lazio Claudio Lotito akhirnya angkat bicara melalui press conference, Lotito berbicara tentang keinginan merekrut Reto Ziegler yang hanya tinggal menunggu sikap dari Sampdoria apakah ingin menjual atau tidak, Lotito mengungkapkan bahwa ia siap melakukan negoisasi bila Sampdoria memang ingin melepas pemainnya tersebut.
Tentang rumor yang beredar mengenai akan di lepasnya Zarate ke Juventus dan sudah tak lagi harmonisnya hubungan antara Edy Reja dengan Zarate, Lotito berucap : "ini adalah permainan media, Reja hanya mempertimbangkan masalah teknis dan bukan merujuk transfer. Reja dengan Zarate tak pernah terjadi, Reja memiliki kepercayaan dari masyarakat dan kewajiban untuk menggunakan pemain yang diberikan klub."
"Dia berpikir bahwa Zarate hanya mengeluarkan 70% dari kemampuannya, dan berpikir harus bisa melakukan lebih dan meningkatkan kemampuannya. dan dimulai dari memberikan umpan.
Reja tidak memburu karena itu adalah perusahaan yang memutuskan, tetapi Reja tidak pernah secara spesial datang ke saya dan mengatakan seperti itu (menjual Zarate.red) bahkan menyuruh saya membiarkan Zarate dipinjamkan, siapa yang pernah meletakkan Zarate di transfer? harapan adalah untuk mempertahankannya selama mungkin."
Selain itu Lotito juga berkomentar mengenai masalah pelemparan batu ke dalam bus Lazio, "Saya tidak mengharapkan permintaan maaf dari siapa pun dan pada kenyataannya memang tidak ada permintaan maaf dari pihak rioma maupun dari fans mereka kepada pelatih kami aku sudah terbiasa untuk berpikir dengan cara yang tidak semua berpikir dalam arah yang sama.."
Masalah kontrak juga di beberkan Lotito, Lotito mengaku tidak pernah mendapat penawaran untuk Radu dan kontrak Muslera akan segera dilakukan, juga untuk penyerang muda berbakat Libor Kozak yang juga diharapkan segera memperpanjang kontraknya.
Lotito juga menyatakan masih mempercayai Garrido meski pemain tersebut terlalu sering cedera, dan berharap pemain tersebut bisa kembali ke lapangan hijau secepatnya.
Menurut laporan La Repubblica Tare dan Lotito saat ini sedang berada di Jerman untuk menyelesaikan misi mereka, yakni mentransfer striker asal Portugal Hugo Almeida dari Werder Bremen.
Lazio memberi penawaran sebesar 1.5 juta euro dengan beberapa tambahan penawaran, namun Lazio bisa menaikkan tawaran hingga 4.5-6 juta.
Selain Almeida, Lotito juga berminat mendapatkan gelandang serang Werder Bremen Aaron Hunt yang ditengarai seharga 7 juta. Namun mungkinkah Lotito juga menanyakan tentang Torsten Frings seorang striker berumur 33 tahun yang berharga 4 juta euro??
Lotito sangat jarang untuk langsung terjun turun tangan mengurusi pembelian pemain, terakhir hal ini dilakukan Lotito ketika mempermanenkan Zarate dari klub Al Sadd. Mungkinkah kali ini Lotito serius dan tidak ingin gagal lagi dalam membeli pemain? mungkin saja mengingat waktu yang terus berjalan dan kian mepetnya tenggat waktu pembelian pemain, serta keinginan Reja mendapatkan pemain yang seperti yang diinginkannya.
Hal lain yang mungkin menjadi misi alternatif Lotito adalah mengurusi masalah Pablo Pintos, dengan kedatangan Hernanes ke Lazio maka, sudah pasti kini tidak ada tempat utnuk Pintos di Lazio, mengingat sistem yang diberlakukan oleh FIGC. Getafe dikabarkan berminat atas Pintos dan jarak antara Getafe dan Bremen tidak terlalu jauh hanya berjarak 270 km.
Lotito tampaknya sekarang sedikit terbuka pikirannya, ia memiliki niat untuk mencarai seorang senior dijajaran staff Lazio yang dicintai oleh para fans, seperti yang dilaporkan oleh Fabrizio Patania di Corriere Dello Sport, Presiden Lazio tersebut mencoba jalan ini untuk memperbaiki hubungan dengan para tifosi terutama dengan lembaga-lembaga Lazio.
Lotito ingin mempekerjaan bersama Reja seorang figur yang mampu menolong Lazio dari keterpurukan. Dan ini lah beberapa nama yang menjadi pilihan Lotito.
Nama pertama yang sempat hadir untuk menjadi Direktur Teknik adalah Angelo Peruzzi, Peruzzi memang sejak tahun 2007 telah diinginkan oleh Sabatini dan Rossi untuk menjadi Pelatih Kiper, namun sayang tahun ini Peruzzi akan pergi ke Afrika Selatan untuk menemani Lippi bersama timnas Italia dalam Pagelaran Piala Dunia 2010.
Nama yang kemungkinan besar diambil adalah Carlo Regalia, Director General Lazio sejak tahun 1986 sampai 1992. Nama lainnya adalah Dino Zoff, namun masih jauh dari kejelasan.
yang apapun yang dilakukan Lotito sejak akhir musim lalu akan menjadi masalah, tidak bisa dipungkiri sejak akhir musim lalu, setelah masa indah meraih gelar Coppa dan Super Coppa, Lazio seperti belum berhenti dari segala masalah yang mendera.
Diawali dengan dipecatnya Delio Rossi dari jabatan kepelatihan, lalu kemudian dengan seenaknya Lotito membekukan status beberapa pemain Lazio seperti Goran Pandev, ledesma dan Stendardo sekaligus memberikan julukan Dissidenti (pengkhianat) kepada mereka.
Dan disepanjang awal musim trio itu dipastikan tidak mendapat tempat di tim inti yang saat itu di tukangi oleh Ballardini, baru kemudian Stendardo diberikan kepercayaan kembali, tapi untuk Pandev dan Ledesma mereka harus menunggu hingga jeda kompetisi untuk bisa kembali merumput.
Pandev akhirnya pergi ke Inter Milan dan Lazio mesti rela melepas pemain bintangnya ke klub lain dengan tanpa mendapatkan sepeser euro pun, bayangkan pemain sekaliber Pandev yang di incar oleh banyak klub besar harus pergi begitu saja hanya karena kebodohan Lotito.
Kasus Ledesma berakhir lebih baik walau sebenarnya pemain ini sudah tak betah juga di Lazio, namun karena suatu hal Ledesma kembali merumput membela Lazio, berbarengan dengan dipecatnya pelatih paling buruk yang pernah menangani Lazio Ballardini, yang memegang rekor tak pernah menang dalam 13 kali partai seri-a dimusim ini.
Lotito belum berhenti membuat masalah untuk Lazio, beberapa kali keputusannya membuat para tifosi muak!!, dan berharap Lotito turun dari kursi kepresidenan Lazio. Di bursa transfer Lotito bersikap keras kepala dengan memilih untuk tidak mencari pemain baru sejak awal transfer dibuka, Lotito masih membiarkan pemain-pemain yang tak berguna berada di skuad dan hanya menggemukkan jumlah skuad, ini membuat pelatih sulit untuk mencari skuad yang terbaik.
Hasilnya ??? jelas sudah Lazio kini terpuruk di seri-a dan gagal di eropa, mimpi-mimpi indah ketika berhasil meraih gelar Coppa Italia dan Super Coppa malah menjadi mimpi buruk yang kini sedang mendera para Laziale di dunia.
Terakhir kini Lotito dituding telah melanggar aturan transfer dengan memberikan sejumlah imbalan atau komisi kepada dua perusahaan asing (di luar Italia) terkait deal transfer duet striker Biancocelesti yang sama-sama berkebangsaan Argentina, Mauro Zarate dan Julio Ricardo Cruz, di bursa transfer musim panas 2009.
Entah sampai kapan Lotito berhenti membuat masalah, belum cukupkah dengan apa yang didapat Lazio di seri-a musim ini. Mari berdoa semoga Lotito dijauhi dari masalah atau mungkin Lotito yang harus menjauhi Lazio? (idr)
Reja adalah orang yang tepat untuk menyelamatkan kami dari serie-B, Namun siapakah yang akan menyelamatkan kami dari Lotito? Inilah sebuah ungkapan yang masih dan terus berkumandang bagi seluruh tifosi Lazio. Keegoisan dan keras kepala seorang lotito telah membuat para tifosi jengah dan berharap Lotito untuk turun dari kursi kepresidenan. Bila memang akhirnya Lazio terhindar dari degradasi, para Laziali tetap takkan tenang sebelum Presiden Lazio paling tak populer itu diganti.
Tifosi di Italia berharap banyak agar Ernesto Bertarelli seroang pengusaha di kota Roma mengambil alih posisi Lotito, namun melihat sikap keras kepala Lotito tampaknya bukan hal yang mudah menurunkan sang Presiden dari singgasananya. Lazio masih berada di bibir zona degradasi dan tifosi dari Biancoceleste masih belum mau tersenyum. Semua yang terjadi saat ini bagi mereka adalah kesalahan Lotito, terlalu banyak masalah di dalam tubuh Lazio, intrik selalu terjadi setiap saat membuat suasana tim menjadi tidak kondusif dan berimbas pada penampilan tim di lapangan.
Lotito seharusnya sadar bahwa ia takkan mungkin bisa membawa Lazio kearah yang lebih maju bila ia tak bisa merangkul tangan para tifosi setia Biancoceleste, karena mereka adalah pemain kedua belas Lazio, pemberi semangat tim. Lotito harus merubah sikap keras kepalanya dan gaya diktatornya didalam menangani klub sebesar Lazio, pimpinanlah Lazio secara kekeluargaan dan sedikit demi sedikit kebangkitan itu pun akan datang.
melawan Catania dikandang sendiri dengan pemain baru masih saja Balla gagal memberikan kemenangan, Lazio harus takluk 0-1 lewat gol dari Maxi Lopez, pemain yang di incar Lotito!!!. Tidak ada alasan lagi untuk Balla berkelit dan tak ada alasan pula bagi Lotito untuk tetap mempertahankan pelatih berkepala plontos itu.
Balla bukan pelatih untuk Lazio, cukup sudah segala kebodohan yang keluar dari otaknya, Lotito juga harus berani mengambil keputusan. Dimana-mana seorang pelatih yang gagal membawa pengaruh yang positif diklubnya dalam jangka waktu yang diberikan maka ia pantas untuk di tendang. Dan Balla sudah lebih dari kata cukup pantas untuk di tendang keluar dari Lazio.
Harus ada perubahan di dalam tubuh Lazio, sebelum terjadi sesuatu yang paling buruk.
sebuah cuplikan video membuka sebuah tabir tentang siapakah Lotito... potongan video saat gol Tot** di derby Della Capitale musim 1999, di video tersebut terekam senyum manis Lotito ketika Tot** berhasil mencetak gol ke gawang Lazio, Lotito berada diantara para tifosi Rioma. di video itu Lotito berada di belakang seorang wanita...
Hal ini sempat membuat tifosi Lazio di Italia bertanya-tanya mungkinkah Lotito seorang Romanisti? Namun sebagian Laziale mengatakan seorang yang benar-benar fanatik Rioma tidak akan hanya sekedar melepaskan senyum ketika klubnya berhasil mencetak gol kegawang musuh besarnya.
Lagipula lihat bagaimana reaksi Lotito ketika Lazio berhasil meraih Coppa Italia dan Super Coppa di Beijing, semua itu jelas memperjelas Lotito sesungguhnya mencintai Biancoceleste didalam lubuk hatinya....
Presiden Lazio Claudio Lotito telah menjelaskan bahwa Lazio masih akan membawa pemain baru ke formello.
Kedatangan striker veteran Julio Crus dari Inter Milan yang seharusnya bersamaan dengan kehadiran Rasmus Bengtsson akhirnya gagal ditengah jalan. Rasmus Bengstton malah berlabuh di AZ Alkmaar.
Meski gagal, Lotito tetap yakin masih akan ada wajah baru yang akan bergabung di minggu mendatang.
"kampanye transfer Lazio belumlah berakhir, pemain-pemain lain akan segera datang, semoga saja lebih dari satu pemain," Ungkap Lotito kepada CalcioMercato.com.
Lotito juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah mengumumkan kedatangan pemain baru sebelum pemain tersebut di daftakan ke badan liga.
Selain itu Lotito juga berkomentar tentang gemuknya skuad Lazio yang diasuh oleh Ballardini saat ini, dan berniat untuk melangsingkan dengan melepas beberapa pemain yang tidak dibutuhkan oleh tim.
Di sela-sela presentasi tentang tiket Lazio musim 2009/10, Presiden Lazio Claudio Lotito mengutarakan tentang rencana transfer Lazio untuk sementara ini.
Untuk saat ini Lazio telah menginvestasikan sejumlah uang dengan pembelian Zarate yang saat ini resmi permanen milik Lazio dengan transfer sekitar 20 juta uero, serta Eliseu dan Bizzari. Pembelian ketiga pemain ini diharapkan bisa membuat tim menjadi lebih kompetitif dan memuaskan para tifosi.
Lazio tampaknya akan mencoba mempertahankan Pandev dengan memberikan kontrak baru setelah kesepakatan dengan Napoli juga mungkin kembali gagal.
Carizzo masih tetap berharap dipinjamkan ke klub lain untuk bisa bermain demi peluangnya bermain di timnas Argentina tetap terjaga.
Lotito sedang membereskan beberapa masalah administrasi untuk kelanjutan program stadion baru Lazio.
Lazio tampaknya sulit untuk mendapatkanAcquafresca setelah kabar bahwa ia akan kembali ke Inter, namun menurut Lotito Lazio masih bisa mengandalkan Zarate, Foggia, Rocchi, Inzaghi dan Makinwa.
Tentang situasi Kolarov, Lotito berkomentar bahwa Lazio tidak menjual namun membeli. Namun bila memang satu pemain harus pergi maka kita akan mencari penggantinya yang lebih baik atau minimal sepadan.
Akhirnya ada juga yang berani mengatakan Claudio Lotito itu "keras kepala" di media, seorang yang berani ucapkan kata tersebut adalah agen dari Goran Pandev, Leonardo Corsi. Tampaknya Corsi sudah berada di ujung puncak emosi, semua itu dikarenakan Lotito masih saja bersikeras untuk mempertahankan Pandev yang notabenenya sudah ingin pergi dari Lazio. Pandev mengatakan bahwa siklus dirinya di Lazio telah berakhir dan ia ia mencoba petualangan baru, meski banyak tim yang memburunya seperti Juventus, Tottenham dan arsenal namun Lotito tetap tidak mau melepas Pandev. Hal itu membuat agen Pandev merasa kesal dan mengatakan Lotito "keras kepala" di Radio Radio, Corsi yakin keputusan Pandev untuk pindah takkan bisa di ubah kembali.
Sosok Lotito memang kadang membuat orang geleng-geleng kepala, Presiden lazio sejak 2004 ini memang memiliki rencana yang sulit untuk ditebak, kebijakan transfernya pun tak bisa diganggu gugat, sistem penghematannya pun benar-benar dijalankan.
Salah satu hobi Lotito dalam transfer adalah meminjam pemain dan membeli pemain yang tak tahu dari mana asalnya, transfer Mauro Zarate yang menjadi salah satu pemain kunci di musim lalu pun adalah pinjaman dari klub Al-Sadd. Pembeliannya pun sempat membuat publik Lazio tak yakin akan apa yang di belinya, namun nilai plusnya adalah pemain yang awalnya di ragukan malah menjadi pemain yang patut di acungi jempol, lihat saja Mauro Zarate, Lichtsteiner, Kolarov, Ledesma, Pandev dan Muslera serta pemain yang baru saja mencetak gol untuk timnas italia Foggia, mereka semua kini jadi pemain yang disegani di seri-a. Jadi semoga saja keputusan kontroversial Lotito akan berakhir menjadi kebaikan untuk Lazio.