Goran Pandev berhasil menyelamatkan Inter Milan dari ketertinggalan setelah mencetak gol penyama kedudukan 1-1 melawan AS Rioma di babak pertama Piala Super Italia, Sabtu atau Minggu (22/8/2010) dini hari WIB. Sebelumnya, Rioma unggul lebih dulu melalui sontekan John Arne Riise di menit ke-21.
Pandev membuat Rioma merda kembali menjadi pecundang, Super Coppa yang musim lalu di pegang oleh Lazio kini beralih ke Inter Milan yang musim lalu di pecundangi oleh Lazio.
Goran Pandev resmi berbaju Inter Milan, setelah dirinya lolos tes medis dan menandatangai kontrak hingga 30 Juni 2014. Pandev yang memang didapatkan Lazio dari Inter Milan, mengaku bahagia bisa kembali ke klub yang membawanya ke serie-a dan berharap meraih scudetto dan gelar Liga Champion bersama Inter.
Pandev akan menggunakan nomor punggung 27 di Inter, kepindahan Pandev memang sangat menyesakkan bagi Lazio, sebagai pemain bintang Lazio seharusnya mendapatkan sedikitnya dana segar dari penjualan Pandev, namun yang didapat hanyalah kekalahan di pengadilan dan Lotito harus membayar denda kepada Pandev.
Ironis memang, salah satu aset besar Lazio harus pergi dengan bebas transfer, sebelumnya Pandev memang mengatakan ingin meninggalkan Lazio namun sikap keras kepala Lotito dalam menahan keinginan Pandev dan akhirnya mencap Pandev sebagai seorang Dissidenti (penghianat) lalu mengucilkannya dari skuad membuat kerugian besar bagi Lazio, selain gagal menahan Pandev, Dana segar pun tak di dapatkan.
Goran Pandev, striker yang dinyatakan bebas kontrak dari Lazio oleh pengadilan di Italia beberapa waktu lalu memberikan surat tanda hormat kepada tifosi Lazio melalui media Il Messaggero.
berikut surat terbuka yang ditulis Pandev dalam versi Indonesia :
"Il Messaggero memberi saya kesempatan untuk bertemu para penggemar Lazio dan banyak teman-teman di Roma sejak 5 tahun di sini. Bulan-bulan terakhir telah mengajarkan saya tentang kebohongan, kemunafikan, oportunisme di dunia sepak bola dan seterusnya. Saya tidak ingin menggunakan kata-kata manis dan palsu saat ini, ketika aku pergi. Biarkan aku menjadi jujur seperti yang mereka kenal sejak hari pertama saya di Formello."
"Apa yang saya katakan mungkin menyinggung seseorang. Mulai tahun 2010 Aku akan menjadi lawan. Aku akan merayakan gol dan memeluk rekan tim dengan jersey selain Biancocelesti."
"Aku akan mencoba untuk menjadi bahagia lagi seperti saat aku berada di empat tahun pertama di kota yang mengadopsiku sewaktu masih kecil"
"Saya selalu memberikan dan melakukan segalanya untuk memenangkan Lazio seperti keinginan presiden setiap kali dia menyuruhku, Pelatih, dokter dan teman-teman. Aku bermain bagus dan ikut serta di final Piala Italia hingga berakhir dengan antusias karena Lazio telah menjadi rumahku. Sekarang aku akan berusaha untuk melakukannya lagi, tetapi dengan jersey baru dan di sebuah kota yang bukan bernama Roma. "
seringkali di tahun-tahun ini aku memikirkan untuk tinggal bersama Lazio selamanya. sayangnya, Itu tidak mungkin, hal itu terjadi dalam sepakbola. Alasan pasti Anda tahu. Maaf, bila harus pergi dengan cara ini."
"Saya sakit hati karena harus pergi dengan cara seperti ini. Saya senang mengalahkan pemain bertahan di lapangan bukan untuk memenangkan kasus di pengadilan. Menjadi pemain sepak bola, saya seharusnya tidak ada hubungannya dengan pengacara dan hal-hal seperti itu."
"seharusnya tidak selesai seperti ini, tapi itu diluar kemauanku.
"Arrivederci Roma, dan selamat Tahun Baru Lazio. "
Krisis Lazio berada dalam posisi terjepit, krisis dalam tim membuat penampilan anak asuh Ballardini tidak konsisten. Hal ini membuat prestasi Biancoceleste kian buruk, belum lagi masalah lini pertahanan yang jelas-jelas butuh perombakan.
Semua itu pun berpengaruh pada penampilan Zarate, sampai pada giornata ke-10 Zarate hanya mampu mencetak 2 gol di seri-a, padahal di musim pertamanya Zarate di awal musim 2008/09 mampu bertengger di papan atas top skor.
Tentu banyak sebab yang membuat Zarate sulit sekali menciptakan gol di musim ini, mungkin salah satunya adalah partner Zarate di lini depan. Ya, musim ini Zarate seperti kehilangan seorang Pandev, partnernya musim lalu. Pandev saat ini dibekukan dari skuad inti Lazio karena dianggap penghianat oleh Lotito presiden Lazio.
Zarate dan Pandev, saat melawan Bologna musim 08/09
Dissidenti Julukan Dissidenti alias penghianat didapat Pandev bersama Ledesma, mereka berdua menginginkan pergi dari Lazio ketimbang memperpanjang kontrak, hal inilah yang membuat terjadinya perselisihan antara Lotito dan Pandev, yang kemudian membuat Pandev hingga kini belum pernah diturunkan oleh pelatih Ballardini.
Musim lalu bersama total 28 gol tercipta dari duet Zarate dan Pandev, bahkan Pandev menjadi top skor Coppa Italia dengan 6 gol, sedang Maurito 3 gol. Duet ini memang sangat ideal sebagai lini depan Lazio, Pandev dengan keunggulan tendangan kaki kirinya dan Zarate dengan kaki kanannya. Keduanya memiliki skill dan dribling diatas rata-rata, Zarate memiliki kelebihan dalam menembus pertahanan lawan sedang Pandev selalu berada di tempat yang pas untuk menceploskan bola kegawang lawan. Beberapa kali penetrasi yang dilakukan Zarate selalu diakhir dengan finishing yang sempurna dari Pandev. Kolaborasi mereka sangat ditakuti oeh klub lain.
Tridente Kini tanpa Pandev, Zarate masih memiliki Rocchi yang memang seperti Pandev, Rocchi sejak musim lalu menjadi duet Zarate. Bahkan Delio Rossi (pelatih Lazio musim lalu) juga sering menurunkan mereka bertiga sekaligus dan tridente ini sempat terkenal dengan nama Za-Ro-Pa. Namun sayang Rocchi lebih sering dibangku cadangkan dan Ballardini lebih memilih Cruz sebagai duet Zarate.
Sampai sekarang kolaborasi Cruz dan Zarate belum memperlihatkan kesuksesan yang sama seperti yang telah dibuktikan oleh duet Zarate dan Pandev seperti musim lalu. Semoga dipertandingan nanti Cruz dan Zarate atau Rocchi dan Zarate bisa mengembalikan ketajaman lini depan Lazio, ataukah kita kembali bisa melihat duet Pandev bersama Zarate? pict: Zarate dan Pandev
Goran Pandev menggungkapkan kepada pubik Lazio bahwa dirinya saat ini akan fokus untuk Lazio dan akan memberikan kontribusi kepada tim seperti yang selalu ia lakukan. Ia juga menyangkal dan tak mau membicarakan lebih jauh segala pernyataan di TV Telma yang menyatakan bahwa dirinya ingin bermain di klub yang lebih besar dari Lazio. berikut kutipan dari pernyataannya
"Aku tidak tahu apa masa depanku dipenjualan pemain, hal yang menarik bagi saya adalah bermain untuk Lazio dan timnas Macedonia . "
Goran Pandev sekali lagi menolak tawaran dari klub yang meminatinya, tawaran dari West Ham tidak membuatnya tertarik. Kabar lain mengatakan bahwa Pasquale marino, bos dari klub Udinese berminat padanya, bila memang benar maka kemungkinan pertukaran antara Gaetano D'Agostino dengan Goran Pandev mungkin bisa terjadi. Setelah Marino mengatakan tidak tertarik dengan Ledesma. Marino mengatakan Pandev mungkin cocok untuk Udinese sebagai pengganti sosok Quagliarella saat masih membela Udinese.
benarkah Pandev ke West ham? bila memang Pandev resmi pindah, itu mungkin lebih baik ketimbang ia harus pergi secara gratis di musim depan. Dan lagipula di bawah kepelatihan Ballardini, Pandev dipastikan tidak akan masuk skuad biru langit.
Sungguh menyedihkan sosok pemain yang musim lalu menjadi andalan Lazio dalam merobek jala lawan, nasibnya kini berbanding terbalik.
Pandev berkeinginan untuk pindah dengan alasan bahwa kemampuannya kini sudah pantas untuk mencoba peruntungan di Klub lebih besar, dan dia juga merasa telah memberikan semua yang terbaik untuk Lazio.
Namun hingga sampai saat ini belum ada tawaran dari klub-klub besar eropa yang menawar Pandev, Klub dari Rusia Zenit St Petersburg berani membayar mahal untuk Pandev, namun Pandev tidak tertarik untuk pindah ke Liga Rusia. Arsenal bersedia membeli Pandev dengan syarat harga Pandev diturunkan karena mereka tidak memiliki dana sebesar keinginan Lotito. Kini West Ham mengatakan telah menemui kesepakatan dengan Lotito, West ham akan membayar 5 juta euro lalu West Ham akan menjual Pandev ke klub lain satu atau dua musim mendatang dan Lazio akan mendapatkan 50% dari hasil penjualan Pandev tersebut.
Ini mungkin solusi ideal untuk Lazio, untuk menghindari kehilangan Pandev dengan tanpa mendapatkan sepeser uang pun. Namun apakah Pandev mau pindah ke West Ham yang notabenenya bukanlah Klub besar eropa, namun ini mungkin jalan terbaik untuk Pandev ketimbang harus rela duduk manis di bangku cadangan atau bahkan tidak sama sekali.
Bila memang Pandev ke West Ham, maka nama Pandev kemungkinan akan ada di line-up tim yang diasuh oleh Gianfranco Zola saat melawan Blackburn Rovers minggu depan.
Lotito mengatakan bahwa dirinya akan membiarkan Pandev untuk pergi bila memang itu yang dinginkan, Lotito berucap ia bisa menggantikan seorang Pandev dengan banyak pilihan, salah satunya adalah Acquafresca
menurut The Daily Mail dan FourFourTwo.com, Arsenal adalah salah satu klub yang sangat menginginkan Goran Pandev SS Lazio. Pandev memang telah mengungkapkan hasratnya untuk pergi dari Lazio. Ia ingin mencoba pengalaman baru dan mengetes kemampuannya setelah ia merasa ia telah berkembang di Lazio. Saat di wawancara oleh Sky Italia, Pandev berkata:
“Siklusku bersama Lazio telah berakhir. Saya ingin mencari motivasi baru, pergi dan bermain untuk tim lain. Saya telah berbicara dengan (Presiden Klub) Lotito dan menjelaskan kepadanya situasi ini."
Agennya, Leonardo Corsi mengatakan bahwa Lazio menghargai pandev Pandev sekitar £17,000,000 tetapi ia bisa di negoisasi sekitar £13,500,000 karena hubungan baik antara Lazio dengan Pandev. Namun Arsenal tampaknya sangat ngotot mendapatkan pemain kidal ini mereka dikabarkan menyiapkan dana £20.000,000 demi mendapatkan Pandev.
Selain Arsenal, Tottenham dan Juventus juga mengincar pemain ini. Pandev mencetak 15 gol dari 37 partai di musim 2008/2009.
Goran Pandev sekali lagi menegaskan bahwa dirinya tetap menginginkan pergi dari Lazio, meski Lotito bersikeras mencoba mempertahankan pemain kidal ini. Pandev berucap bahwa karirnya di lazio telah berhenti dan ia ingin segera berganti tim, apakah itu di Juve ataukah di klub lain. Tampaknya sulit bagi Lotito untuk bisa membuat Pandev bertahan di Lazio, mengingat pemain ini sudah tidak merasa kerasan lagi di Lazio, salah satu alasannya adalah ia ingin bermain di Liga Champion pada musim 2009/2010 nanti. Lagipula bila Lotito mempertahankan Pandev untuk satu musim lagi, maka kerugian bisa didapatkan Lazio karena musim depan Pandev bisa pergi dengan status free transfer. Jadi bila memang Pandev tak bisa untuk dipertahankan dan tak mau memperpanjang kontraknya maka lebih baik bagi Lotito dan Lazio untuk menjualnya dengan harga yang pas dengan nilai penampilannya. Dan hasil dari penjualan Pandev bisa dijadikan modal Lazio untuk mendapatkan pengganti Pandev atau mungkin untuk membeli Bek baru, mengingat salah satu kelemahan Lazio musim lalu ada di lini belakang.
Lazio saat ini boleh dibilang beruntung, memiliki dua striker muda nan luar biasa. Yang satu memiliki kaki kiri mematikan yang satu lagi punya kaki kanan super menakjubkan.
Goran pandev dan Mauro Zarate, dua pemain yang sangat pantas disebut aktor utama Lazio musim ini. total 20 gol (zarate 12, pandev 8) telah diciptakan oleh keduanya di seri-a samapi minggu ini.
Lalu mengapa para Laziale masih khawatir akan masa depan kedua pemain ini?
Jawabannya adalah kontrak..
Yah saat ini keduanya memang masih terikat oleh Lazio, namun musim depan mereka bisa saja pergi dari Formello. Suatu hal yang bukan tidak mungkin terjadi, Zarate saat ini masih berstatus pinjaman dari Al-Sadd dan Pandev akan habis masa kontraknya pada musim 2010.
Akan sayang sekali bila Lazio harus kehilangan salah satu dari kedua pemain ini, Zarate telah menjelma menjadi idola baru di Formello. Aksi-aksinya selalu ditunggu publik Olimpico. Pandev adalah seorang fenomena di hati Laziale, gol-golnya kerap menjadi penyelamat untuk Lazio.
Memang akan sulit bagi Lotito untuk mempertahankan keduanya, selain masalah keuangan yang menjadi kendala juga adanya minat dari Klub-klub besar Eropa yang selalu menggoda kedua pemain ini untuk hengkang dari Olimpico.
Saat ini Lotito sedang menjajaki kemungkinan mempermanenkan Zarate, Lotito sedang bernegoisasi dengan pimpinan Al_Sadd klub pemilik Zarate. Namun penampilan cemerlang Zarate membuat para peminat pemain ini begitu banyak dan nilai jual Zarate pun meningkat. Jelas sulit bagi Lotito untuk mendapatkan Zarate dengan mudah.
Pandev hanya perlu perpanjangan kontrak, namun bukan hal mudah memperpanjang kontrak pemain yang selalu memberikan yang terbaik untuk klubnya. Selain gaji yang pastinya ingin di tingkatkan, juga godaan dari klub lain yang coba mendapatkan sang pemilik kaki kiri mematikan ini.
Jadi sungguh berat tugas yang harus dilaksanakan Lotito, ia harus pintar-pintar dalam setiap langkahnya. Jangan sampai akhirnya Lazio harus gigit jari karena gagal ternyata tak mampu menahan keduanya bertahan di Lazio. (idr)
Il'Phenomeno Pandev diincar oleh klub-klub Eropa, bukan hanya Bayern Munchen yang memang mengakui ketertarikannya sejak pertengahan musim namun kini ada 6 hingga 8 klun besar Eropa yang memperebutkan seorang Goran Pandev.
Pandev yang memiliki kaki kidal nan maut, menjadi incaran klub dikarenakan kontraknya yang akan berakhir pada tahun 2010. Saat ini Pandev memang semakin berkembang di Lazio wajar bila banyak klub yang meminatinya. Skil dan determinasinya patut diacungi jempol, musim ini a telah mencetak 8 gol di seri-a.
Dua musuh raksasa besar Spanyol Barcelona dan Real Madrid dikabarkan berminat terhadap pandev juga Juventus serta Bayern Munchen yang sejak lama menginginkan sang pemain.
Agen dari Pandev sendiri menyakinkan bahwa Pandev sangat diinginkan oleh klub raksasa Eropa "Saya hanya bisa mengatakan, bahwa klub yang berpartisipasi di perempat final Liga Champion, 6 hingga 8 klub dari mereka menginginkan Pandev."
Melihat gelagat ini seharusnya Lotito harus cepat memasang pagar pengaman agar Pandev tidak diambil oleh klub-klub tersebut, bila Lotito menginginkan Lazio kembali menjadi salah satu klub besar di Eropa sudah sepantasnya Pandev ada didalam salah satu bagian dari rencana tersebut.