Good bye Rossi...

, by idrayang


Delio Rossi akhirnya mengumumkan sendiri bahwa dirinya telah mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Lazio, Rossi mengutarakan hal tersebut setelah ia merasa tidak ada kejelasan tentang kontraknya dari Lotito.
"Saya telah berada di kota Roma sejak 15 hari yang lalu dan Lotito berjanji akan memberikan respon tentang masa depan saya dalam waktu tiga atau empat hari, tetapi sampai dua minggu ini tetap belum ada kejelasan." ucap ROssi
Musim ini Rossi sukses memberikan satu gelar kepada Lazio yakni gelar Coppa Italia. Namun sayangnya di pentas seri-a Lazio harus terpuruk ke posisi papan tengah setelah di awal musim sempat merajai papan atas klasemen seri-a.
Rossi memang memiliki kemampuan dalam menciptakan bintang baru, sebagai contoh di musim ini Lazio memiliki bintang baru sekelas Mauro Zarate, dan bek sayap tangguh macam Lichtsteiner serta Goran Pandev namun di seri-a bukan hanya sosok pemain bintang yang diperlukan, Rossi tidak bisa membuat konsisten penampilan para pemainnya, terlebih di liga.
Di satu pertandingan Lazio mampu memperlihatkan sebuah tim yang memiliki kemampuan untuk menaklukan lawan, namun dalam beberapa pertandingan meski melawan klub yang diatas kertas mampu dikalahkan Lazio malah tampil melempem. Dan Rossi gagal untuk mempertahankan konsistensi pemain.
Semoga Lottio mampu mencari pengganti ROssi yang pastinya harus lebih baik dari sekedar pengganti Rossi, Kemampuan Rossi menciptakan pemain bintang harus dilanjutkan sang pengganti dan gelar coppa Italia harus bisa dipertahankan atau bahkan mampu meraih gelar juara lainnya yakni gelar Liga Eropa atau mungkin scudetto, siapa tahu?.


read more

Kaos Ultras Laziale Indonesia

, by idrayang

FORZA LAZIO
Non Mollare Mai

Bro and Sis Laziale.
Saudara kita sesama Laziale yakni Delvin or biasa dipanggil Pipin or Cidho telah mencoba mendesain kaos yang rencananya bakal diproduksi dan di pasarkan kepada para LAziale seluruh Indonesia.
Namun untuk masalah dana belum ada kepastian dari vendornya, tp kira2 tidak akan lebih dari Rp. 50.000,-



Jadi bagi yg berminat bisa segera mendaftar kan diri dengan mengisi form dibawah ini :
dan mengisi Form Berikut ini ;

Nama :
Alamat :
Jumlah pesan :
Ukuran :
No Telp. :

Kirim Form via Email : cidho_ud@yahoo.co.id (dgn subjek order)


Kuota Produksi Pertama yaitu :
2 Lusin atau 24 buah .

Pengiriman barang bagi anda yang berada di luar Jabodetabek akan menggunakan jasa TIKI .
dan biaya ongkos kirim bisa di lihat di http://www.tikijne.co.id/
barang akan di kirim dari Sawangan - Depok ke kota anda.

Terima Kasih atas perhatian dan pengertiannya.

Contact Person.
Nama : Delvyn Shah Putra.
Ym : cesar_laziale
hp : 021-91205221

Best Regard.

Cidho .


read more

Masa depan pemain yang dipinjamkan

, by idrayang


Sekarang adalah saatnya untuk menentukan masa depan para pemain Lazio, beberapa hari lagi para pemain yang dipinjamkan Lazio ke klub lain akan segera kembali ke formello, dan mereka jelas membutuhkan kejelasan tentang nasib mereka. Ini daftar pemain-pemain tersebut :

  1. Baronio (dipinjamkan ke Brescia dan bermain 28 kali, mencetak 3 gol)
  2. Makinwa (Chievo – 9 apps, 1 goal)
  3. Quadri (Monza, 25 apps., 1.499 menit)
  4. Firmani (Al Wasl, 7th in the League, lower than mid-table)
  5. Berni (Salernitana, 16 games, 2 penyelamatan penalti and kemasukan 21 gol)
  6. Bonetto (Livorno, 38 apps dan saat ini sedang berjuang di Playoff menghadapi Grosseto)
  7. Zauri (Fiorentina, 17 apps di seri-a, 1 gol plus 6 kali bermain di Champions League)
  8. Stendardo (Lecce, 20 apps)
  9. Scaloni (Real Mallorca, 22 apps and lolos ke semifinal Piala Spanyol menghadapi treble Champions Barcelona)
  10. Artipoli (Modena, 10 apps tetapi tidak pernah bermain lagi sejak Oktober)
  11. Correa (Pro Patria, 28 apps, 12 goals salah satu pemain terbaik di liga italia seri-c)
  12. Greco (Sorrento, 5 apps and menjuarai Lega Pro Italian Cup)
  13. Corvesi (Prato, 8 apps)
  14. Tortori (Isola Liri, 15 apps, 2 goals)
  15. Costantini (Val di Sangro, 11 apps, 1 goal)
  16. Chirico (Aversa Normanna, 5 apps dibawah kepelatihan Raffaele Sergio, mantan full-back Lazio)
  17. Merini (Melfi, 23 apps, 8 goals)
Selain mereka ada 4 pemain inti yang menunggu kepastian masa depan mereka, Carizzo, De Silvestri, Dabo dan Ledesma.
Carizzo kehilangan tempatnya di tim inti setelah kekalahan telak yang diterima Lazio atas Cagliari, namun mungkinkah seorang kiper nomor satu timnas Argentina harus duduk di bangku cadangan selamanya? Ia berharap Lazio bisa melepasnya namun Lotito kemungkinan mencari alternatif lain dengan meminjamkannya ke klub lain.
De Silvestri masih ingin berseragam biru langit, namun ia juga tidak ingin menghabiskan musim selanjutnya dengan berada kembali di bangku cadangan.
Dabo dan Ledesma masih mencoba menunggu bagaimana ambisi Lazio ke depan, kemungkinan nasib mereka berdua bakal tergantung dengan nasib Rossi di kursi kepelatihan.(idr)


read more

Primavera : Anti klimaks

, by idrayang


Anti klimaks terjadi di partai perempat final kompetisi Primavera, anak muda Lazio bermain di luar kebiasaannya, mereka takluk 0-2 oleh Siena dan gagal melangkah ke semi-final karena perempat final hanya di langsungkan sekali.
Lazio akhirnya tersingkir, hal yang sangat menyesakkan mengingat di fase grup Lazio begitu perkasa dengan berhasil menjadi juara group.


read more

REVIEW SERI_A 2008/2009

, by idrayang



Serie A Season Review


Setelah partai terakhir yang dijalani masing-masing klub seri-a minggu lalu, cukup pantaslah saya untuk mereview hasil yang terjadi di seri-a musim ini.

Liga :
the champion is Inter Milan
Inter Milan dibawah asuhan Jose Mourinho berhasil mempertahankan kedigdayaan mereka di seri-a . Selama empat musim berturu-turut mereka sukses meraih scudetto tanpa kesulitan sedikit pun dimusim ini. AC Milan, Juventus tak mampu mengimbangi kehebatan Inter sejak awal musim, Inter tercatat menjadi tim paling produktif dengan kemasukan paling sedikit dan tak pernah kalah dikandang sendiri. Mourinho tercatat memiliki rekor 117 kali tak terkalahkan di kandang bila dihitung sejak ia melatih Porto dan Chelsea.
Torino, Lecce dan Reggina harus rela turun tahta ke seri-b setelah gagal bertahan di seri-a, gol Zarate di partai Lazio vs Reggina membawa Reggina degradasi ke seri-b.
Ibrahimovic menjadi pemain tersubur di seri-a lewat 25 golnya.


Coppa Italia :
The champion is S.S LAZIO
Meski terpuruk di seri-a, Lazio boleh berbangga hati di Coppa Italia, Lazio tercatat memiliki rekor tak terkalahkan di coppa italia musim ini, sejak bermain di awal partai pertam hingga final Lazio belum sekali pun terkalahkan, di Final mereka mengalahkan Sampdoria lewat adu penalti dengan skor 6-5 sebelumnya LAzio imbang dengan Sampdoria 1-1 di waktu normal.
Salah satu pemain Lazio paling cemerlang di seri-a musim ini Mauro Zarate menggebrak lewat golnya meski akhirnya disamakan oleh Pazzini dibabak kedua. Dan di babak penalti Muslera keluar sebagai pahlawan dengan 2 penyelamatan gemilangnya di babak adu penalti.
Goran Pandev menjadi topskor di ajang ini dengan 6 gol.

Jatah Eropa :

FC Internasional Milan– UEFA Champions League, group stage
Juventus – UEFA Champions League, group stage
AC Milan – UEFA Champions League, group stage
ACF Fiorentina – UEFA Champions League, kualifikasi babak ketiga
Genoa CFC – UEFA Europa League, play-off round
S.S. Lazio – UEFA Europa League, play-off round (Coppa Italia winner)
AS Roma – UEFA Europa League, kualifikasi babak ketiga

Player of the Year: Marco Di Vaio (Bologna FC)
Di Vaio menjadi pemain paling mengagetkan, meski gagal menjadi topskor, namun striker berusia 32 tahun ini menjadi pemain terbaik tahun ini setelah berhasil melewati rekor gol pribadinya selama satu musim dengan mencetak 24 gol untuk Bologna. Pemain asli binaan Lazio ini menjadi pahlawan Bologna ketika berhasil mencetak gol di partai vital melawan Catania. Di Vaio mencetak lebih dari setengah gol timnya di seri-a musim ini dan hanya kalah satu gol dari Ibrahimovic.


Klub kejutan : Genoa CFC
Gian Piero Gasperini memiliki tim paling atraktif di seri-a musim ini, selain keberhasilannya menjadi tim paling atraktif ia juga berhasil membawa klubnya lolos ke Liga Eropa musim depan.


read more

Ultah Kozak

, by idrayang



Tepat tanggal 30 mei lalu, striker muda Lazio Libor Kozak berulang tahun. Pemain asal Ceko ini genap berusia 20 tahun.
Musim ini adalah musim pertamanya bersama Lazio meski awal musim dibeli sebagai penghuni tim Primavera Lazio namun seiring banyaknya pemain depan Lazio yang cedera dan bermain kurang maksimal maka Kozak pun mendapat kesempatan untuk naik ke tim senior. Kozak bermain 2 kali sebagai pengganti dan satu kali sebagai starter saat partai terakhir menghadapi Juventus, meski dipartai itu Lazio kalah 0-2 namun penampilan Kozak cukup menjanjikan.
Kozak memiliki tinggi 193 cm yang membuatnya sangat cocok dijadikan ujung tombak, sebagai seorang penerima umpan-umpan matang. Satu hal yang sangat jarang terlihat atau bahkan tidak pernah dari Lazio dimusim ini, sebuah gol yang lahir dari sundulan striker Lazio.
Semoga saja di musim depan Kozak mampu bermain lebih baik dan menjadi salah satu striker muda yang haus gol seperti yang telah dilakukan oleh Mauro Zarate.


read more

Followers