Showing posts with label lichtsteiner. Show all posts

Empat Pemain Lazio dipanggil timnas

, by idrayang


Empat pemain Lazio di panggil oleh timnas masing-masing, Hernanes akan segera membela Brazil untuk melawan Perancis di Paris, Stefano Mauri kembali di panggil oleh Prandelli untuk ikut serta Azzuri melawan Jerman.

Dua pemain lainnya Lichtsteiner membela Switzerland vs Malta sedangkan pemyerang muda Lazio yang tengah bersinar Libor Kozak akan membela -U21 Republik Ceko yang akan menghadapi timnas Belanda U-21.




Support Laziale...


read more

Genoa vs Lazio : Siap buat buruk hari ultah Balla

, by idrayang



Setelah sekian lama dilupakan oleh Laziale, kini Ballardini akan kembali bertemu dengan ss. Lazio , kali bukan sebagai pihak di biru langit namun sebagai musuh.

9 Februari 2009 lalu Balla dipecat dari kursi kepelatihannya di Lazio setelah hasil buruk yang didapatnya dan membuat Lazio terjerembab di zona degradasi. Lama mengganggur kemudian Balla pada bulan November lalu resmi menjadi pelatih Genoa dan besok adalah pertemuan pertama Balla dengan Lazio di kancah seri-a, tepat pada tanggal 6 Januari dimana saat itu Balla ulang tahun yang ke 47.

Pertemuan esok adalah kesempatan untuk skuad Lazio membalas dendam atas apa yang pernah di dilakukan Balla di Lazio, meski ia sempat memberikan satu gelar Super Coppa waktu itu.


Support Laziale...
Adalah Ledesma yang mungkin akan sangat siap untuk membalas kepada pelatih yang telah membuatnya hampir setengah musim tak bermain, Ledesma ketika itu bersama Pandev dicoret dari skuad dan dianggap pengkhianat. Setelah Balla di pecat dan digantikan Edy Reja barulah Ledesma kembali ke tim inti dan membantu Lazio menghindari degradasi.

Selain Ledesma ada juga Lichtsteiner yang sempat di nonaktifkan tanpa alasan yang jelas. Juga Mauro Zarate yang mengalami musim terburuknya bersama Lazio, dibawah kepelatihan Balla, Zarate di paksa untuk bermain lebih bertahan wajar bila akhirnya ia tampil buruk dan hanya mampu mencetak 3 gol padahal di musim pertamanya bersama Lazio ia mampu mencetak 13 gol.

Juga Matuzalem yang dimainkan pada posisi yang bukan biasa ia mainkan, il capitano juga memiliki kesan negatif terhadap Balla, Rocchi memang dimainkan sebanyak 15 kali namun ia selalu di gantikan oleh pemain lain sebanyak 14 kali, dan Rocchi mengakui ia tidak menyukai hal itu.

Tentunya bukan hanya para pemain itu yang memiliki kesan buruk bagi Balla, buruknya permainan dan prestasi Lazio musim lalu membuat para Laziali berharap Biancoceleste bisa merusak hari ulang tahun Balla besok.


read more

3 pemain Lazio menuju Piala Dunia

, by idrayang

Kolarov dipastikan masuk dalam daftar 30 pemain yang dibawa oleh Pelatih timnas Serbia Rdomir Antic, dari 30 nama ini akan disaring lagi menjadi 23 pemain pad abulan Juni nanti.


Begitu juga dengan kiper nomor satu Lazio yang masuk daftar 26 pemain yang akan diikutsertakan ke piala Dunia.

sayap kanan Lazio asal Swiss stephan Lichtsteiner juga dipanggil masuk timnas Swiss.

Hanya sayang dari timnas Italia dan Argentina yang biasanya Lazio memiliki wakil kini harus tanpa satu pun pemain Lazio.

Support Laziale...


read more

Licht belum berhenti!!!!!!!!!!!!!!

, by idrayang




Ballardini tampaknya harus menyesali keputusannya mengasingkan Licthsteiner dari skuadnya saat masa kepelatihannya dulu, lihat kini aksi sanga pemain bertahan Swiss, dua partai dua gol dan ia akan terus berlari dan tidak akan berhenti.


Sang Forest Gump membuktikan kapasitasnya lewat gol-gol pentingnya bagi Lazio di dua partai terakhir. Setelah sebelumnya selalu kesulitan memperlihatkan performanya kini salah satu pemain idola tifosi Lazio ini bermain dengan konsisten dan memberikan andil disetiap partai Lazio.
Maju terus Licht... Buktikan bahwa semangat biru langit masih mengalir di darahmu... dan teruslah berlari sang Forest Gump!!!!!!!!!!


Support Laziale...



read more

Lichtsteiner : Kami harus terus maju.

, by idrayang


The Swiss defender tercatat sebagai pemain terbaik di partai Lazio vs Siena oleh media Sky. Di akhir pertandingan Lichtsteiner berucap : "saya bahagia atas gol saya, namun kemenangan diraih atas kerjasama tim dan itulah yang terpenting. Performa tim sedang menyakinkan, adalah pembalasan dari semua dan kami senang atas itu. Kini masih harus terus maju."

Kita selalu mencoba, meski kadang-kadang kemenangan tidak didapatkan. Dua kemenangan ini memberikan kami sebuah kepercayaan diri yang tinggi. Bila kami bisa melanjutkan seperti ini. Pada akhirnya kita akan berhasil."


Support Laziale...



read more

Lichtsteiner dan Kolarov : masih ingatkah dengan derby??

, by idrayang




Dua pemain yang bermain sangat fokus para era Delio Rossi, kini terlihat tak bisa menjaga konsistensi mereka. Adalah Licthsteiner dan Kolarov , dua pemain yang sekarang tak lagi memperlihatkan seratus persen kemampuan mereka.
Musim lalu mereka berdua menjadi dua pemain tak tergantikan di posisi bek sayap Lazio, dan selalu membuktikan kapasitas merka hingga beberapa tim besar melirik mereka. Puncak kecintaan para ifosi kepada mereka adalah ketika keduanya mencetak masing-masing satu gol ke gawang Ass Rioma pada derby Della Capitale yang di menangkan oleh Lazio dengan skor telak 4-2.

Namun kini Lichtsteiner seperti sulit keluar dari performa buruknya, sejak ia merasa tak dihargai oleh Ballardini kini ia kesulitan di era Edy Reja. Kolarov lain lagi, Sebelum Januari Kolarov adalah salah satu pemain Lazio yang bermain baik, sampai akhirnya di jeda transfer sejak gosip ketertarikan Presiden Inter Milan, Morati kepada dirinya, Kolarov pun secara dramatis langsung turun drastis performanya, belum lagi sedikit masalah antar Kolarov dan para tifosi di Formello yang membuat permainan Kolarov makin nervous. Terakhir bukti menurunya performa KOlarov terlihat ketika ia gagal mencetak gol dari titik penalti.

Reja sampai saat ini masih memberikan kepercayaan kepada mereka dan terus mengawasi peningkatan mereka di setiap latihan.



Support Laziale...



read more

LIchtsteiner : rela bermain di serie-B

, by idrayang


Lichtsteiner salah satu pembelian sukses Lazio di musim lalu sempat bersitegang dengan manajemen Lazio serta Pelatih Lazio Ballardini. Karena komentarnya tentang Pandev dan Ledesma ia sempat di asingkan dalam tim saat Lazio vs Catania.
Kini sang Forrest Gump berharap kembali ke dalam tim, ia mengaku tidak merasa sakit hati dengan apa yang telah ia dapatkan, meski telah diasingkan namun Lichtsteiner mengaku mencintai Lazio, ia tetap berlatih seperti biasa. Dengan datangnya pelatih baru Edy Reja ia berharap dapat kembali ke skuad utama.
Lagipula siapa yang menyangsikan dengan kemampuan si Lichtsteiner, ia selalu mengeluarkan 100% kemampuannya yang dimilikinya ketika turun ke lapangan, ia selalu tak berhenti berlari menyusuri sisi kanan permainan Lazio. Bahkan ia adalah salah satu pemain yang dicintai oleh tifosi Lazio, ia seperti memiliki stamina yang tak pernah habis, kemampuannya dalam bertahan dan overlap tak diragukan.
Selain Zarate ia adalah pemain Lazio yang konsisten dengan performa permainannya dimusim lalu, hal ini lah yang membuat De Silvestri pemain binaan Lazio sendiri memilih pindah klub ketimbang bersaing dengan Licht. Ia juga menjadi pengobat rasa sakit hati tifosi ketika kehilangan Valon Behrami yang juga rekannya di timnas swiss, pelan-pelan Lichsteiner mampu membuat Laziale dapat melupakan kehadiran Valon behrami dan Massimo Oddo.
Lichtsteiner mencintai Lazio dan itu dibuktikan dengan selalu bermain dengan hatinya. Bahkan ia berjanji ia akan bermain untuk Lazio bila memang Lazio turun ke seri-B. Meski semuanya pasti tak berharap Lazio turun kasta, namun bila memang Lazio harus merasakannya, ia tak masalah bermain di mana saja, semua tergantung dari Lotito.


Support Laziale...



read more

Lichtsteiner masih betah di Lazio

, by idrayang


Belum lama ini Lichtsteiner selalu digosipkan akan meninggalkan Lazio, Marco Lichtsteiner yang merupakan saudara kandung sekaligus agen Stephan, Dihubungi secara ekslusif oleh TMW, belum berani berkomentar tentang hal itu, namun yang pasti Lichtsteiner merasa nyaman di Lazio dan mempunyai dua alasan yang sangat kuat untuk tetap berada di Lazio.

"Yang bisa saya katakan adalah Stephan memiliki dua alasan yang kuat untuk membuatnya bertahan di Lazio."

"Pertama, dia merasa dibutuhkan tim ini karena sedang mengalami kesulitan. Itu membuatnya tidak tega untuk meninggalkan Lazio. Kedua, Stephan memiliki fans yang selalu dekat dan mencintainya. Dia menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang luar biasa," tegas Marco.



Support Laziale...



read more

Lichtsteiner : sang Forrest Gump

, by idrayang


ultah
Hari ini adalah hari ulang tahun salah satu punggawa Biancoceleste, dialah Stephan Lichtsteiner yang merayakan ulang tahunnya yang ke 26 tahun, full back asal Swiss yang menjadi andalan Lazio sejak kedatangannya ke Formello.


salah satu pemain berbakat yang telah dibawa oleh water Sabatini ini diisukan akan hengkang dari Lazio dengan membeli kontraknya yang sebesar 6 hingga 8 juta euro.

Lichtsteiner adalah salah satu pemain yang memiliki kekuatan stamina diatas rata-rata dan juga mobilitas tinggi, ia juga dapat bermain sebagai sayap kanan bila dibutuhkan, kehilangan pemain seperti ini adalah kerugian besar bagi Lazio. Sepatutnya pemain seperti Forest Gump (julukan Lichtsteiner) dipertahankan mengingat stok pemain Lazio di barisan belakang sangat rapuh.

Bukan rahasia lagi , Lichtsteiner menjadi salah satu pemain kesayangan tifosi Lazio, kengototannya dan kemampuannya dalam bertahan membuat para Laziali mencintai dia dan Lichtsteiner sendiri masih merasa nyaman bermain di Lazio, namun proposal ketertarikan dari dua klub Liga Inggris, West Ham United dan Tottenham serta ketertarikan Lotito kepada Zuniga, full back asal Columbia yang kini bermain di Napoli membuat kabar hengkangnya Lichtsteiner makin menyeruak.

Profil

Lichtsteiner lahir 16 January 1984, di Adligenswil, Canton of Lucerne. Lichtsteiner memiliki julukan "Forrest Gump", julukan ini ia dapatkan dari Guido de Angelis, seorang tifosi Lazio terkenal yang berprofesi sebagai komentator, de Angelis memanggil dia Forrest Gump ketika menyaksikan Lichtsteiner mencetak gol ke gawang Rioma merda di Derby della Capitale, Lichtsteiner diberi julukan ini karena terus menerus berlari menyusuri sisi kanan Lazio tanpa henti.

Lichtsteiner memulai karirnya di Grasshopper Zürich musim 2001–02 dan membuat debutnya bersama klub tua asal Swiss namun hanya satu pertandingan. Musim berikutnya ia mulai mendapatkan tempat di tim inti, dan membantu timnya meraih gelar juara. Sejak musim 2004–05 ia dijual ke klub Perancis, Lille OSC sebagai salah satu dari lima pemain asal Swiss yang bermain di Ligue 1 (liga Perancis) pada musim 2005.

LIchtsteiner langsung menjadi pilihan utama di musim pertamanya dan membantu Lille finish di posisi ketiga klasemen akhir. Di musim terakhirnya bersama Lille berakhir mengecewakan karena Lille hanya bisa merengkuh posisi ketujuh klasemen dan gagal ke kompetisi eropa hanya karena satu poin. Namun meski begitu ia berhasil menyarangkan 4 gol, total gol terbanyak yang pernah ia buat sampai sekarang.

Setelah Euro 2008, banyak klub yang tertarik kepadanya, seperti Paris Saint-Germain dan Everton. Ia menolak tawaran PSG dan akhirnya di bulan 2008 July, ia resmi berseragam S.S Lazio dengan kontrak 4 tahun dengan jumlah transfer tertutup namun kemungkinan sebesar €1.5 juta sebagai pengganti rekan setimnya di timnas Swiss Valon Behrami yang pergi ke West Ham United.

Di bulan April tepatnya di partai Derby della Capitale, ia mencetak gol pertamanya untuk pasukan biru langit yang membuat Lazio unggul 3-1 atas rivalnya yang akhirnya berakhir 4-2 untuk kemenangan Lazio atas Ass Rioma. Di partai itu Lichtsteiner terlibat konflik dengan Panucci yang membuat dirinya di kartu kuning dan Panucci di kartu merah.

Meski dimusim pertamanya Lazio hanya finish di posisi ke sepuluh namun gelar juara Coppa Italia berhasil di berikannya, Lichtsteiner menjadi salah satu algojo yang sukses saat adu penalti melawan Sampdoria di Final Coppa Italia dan membuat Lazio tampil di Liga Eropa, dimusim itu ia sukses menjadi pilihan utama Delio Rossi dan menjadi salah satu pemain yang tak tergantikan meski saat itu ada Lorenzo De Silvestri pemain asli binaan Lazio yang berposisi sama dengan dia, namun Delio Rossi lebih mempercayainya dan membuat DLS hijrah di musim 2009/2010.

Musim 2009/2010 di awali dengan kemenangan di Supercoppa namun sayang memasuki kompetisi Liga, Lazio bermain buruk dan kini berada di papan bawah klasemen, namun seiring waktu kini permainan kembali membaik.

karir di timnas.

Sebagai mantan pemain muda Lichtsteiner telah bermain di kompetisi U-16 tahun 1999 dan U21 European Championships 2004. Debutnya di timnas senior saat Swiss melawan Brazil yang berakhir untuk kemenangan Brazil 2-1 pada tanggal 11 November 2006.
lichtsteiner di timnas swiss

Meski ia tidak masuk timnas untuk World Cup 2006, namun akhirnya Lichtsteiner mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuannya ketika bek kanan Philipp Degen cedera dibulan Mai, Köbi Kuhn memasukkan namanya diskuad Euro 2008. Dia bermain di setiap pertandingan turnamen dan bahkan menggantikan Degen sebagai bek kanan pilihan utama timnas. Swiss mengakhiri turnamen dengan 2 kali kalah dan satu kemenangan tapi penampilan Lichtsteiner membuat Walter Sabatini direktur olahraga S.S. Lazio tertarik, dan kemudian menariknya untuk berseragam biru langit.

Ketika Ottmar Hitzfeld menjadi pelatih timnas Swiss ia tetap menjadi pilihan utama dan bermain di setiap menit di 8 dari 10 pertandingan kualifikasi World Cup 2010.

Full name: Stephan Lichtsteiner
Date of birth: January 16, 1984 (age 25)
Place of birth: Adligenswil, Switzerland
Height: 1.81 m
Playing position: Right back
Shirt Number: 2
Career to date:
2001 until 2005 – Grasshoppers – 79 appearances (4 goals)
2005 until 2008 – Lille – 89 appearances (5 goals)
2008 until Present – Lazio (1 awesome DERBY Goal!)


Support Laziale...



read more

Followers