Menuju Lazio vs Portogruaro : kesempatan lapis kedua

, by idrayang

Setelah latihan sore kemarin, edy Reja telah mengumumkan nama-nama pemain yang akan di bawa oleh Edy Reja untuk pertandingan melawan Portogruaro di ajang Coppa Italia.

Reja memastikan tidak membawa kiper nomor satu Fernando Muslera, juga striker Sergio Floccari, playmaker Hernanes, bek sayap Licthsteiner, dan beberapa pemain inti lain.

Pemain muda Perpetuini dibawa Reja, ini adalah kesempatan bagi Perpetuini yang seorang laziale untuk tampil setelah kesulitan mendapatkan tempat di ajang lega calcio. Juga bagi pemain muda lainnya seperti Cavanda, Diakite dan Kozak.

Support Laziale...
Kesempatan juga akan didapat untuk pemain lapis kedua yang memang jarang tampil atau bahkan tidak bisa menembus starting line up Lazio di seri-a, pemain seperti Gonzalez, Bresciano, Garrido, Foggia dan lain-lain berkesempatan unjuk gigi di depan publik olimpico.

Tanpa hadirnya Hernanes dan Floccari, Edy Reja juga mendapat kesempatan mencoba meramu taktik baru yang bisa menjadi alternatif bila suatu saat Lazio harus tampil tanpa Hernanes dan Floccari.

Kiper : Berni, Bizarri.

Belakang : Cavanda, Stendardo, Andrè Dias, Scaloni, Diakitè, Garrido, Del Nero.

tengah : Gonzalez, Ledesma, Perpetuini, Bresciano, Matuzalem.

Depan : Rocchi, Zarate, Foggia, Kozak.


read more

Giornata 8, Pekan sempurna Lazio

, by idrayang

Giornata Lazio musim S.S Lazio ini telah membuat sebuah kejutan di seri-a. Setelah musim lalu sempat terpuruk dalam jurang degradasi, Lazio sukses mencatat start terbaik sejak klub ini berdiri tahun 1900. Anak asuh Edy Reja sukses mencatat rekor manis di awal musim ini.

Dengan mengalahkan Cagliari 2-1 di Olimpico minggu kemarin (24/10), Biancoceleste berarti telah mengumpulkan nilai 19 dari 8 kali bertanding hasil dari enam kali menang sekali imbang dan kalah. Catatan ini mengalahkan torehan terbaik Lazio sebelumnya pada musim 1973 dan musim Lazio scudetto di musim 1999/2000.
Pada musim 1972/73, Lazio asuhan Tommaso Maestrelli mengumpulkan poin 13 hasil dari 5 menang dan tiga imbang. Namun saat itu poin masih dihitung dua tiap kemenangan. jika dikonversi ke perhitungan poin sekarang jumlah menjadi 18 poin, sayangnya diakhir musim Lazio hanya meraih peringkat ke 3.

Support Laziale...
Musim 1999/2000 dibawah kepemimpinan Sven Goran Erickson di giornata 8 Lazio meraih 17 poin (lebih rendah 2 dari sekarang) namun sebuah gelar scudetto diraih pasukan Lazio musim ini, dan itu adalah yang terpenting daripada sebuah rekor.

Bukan hanya itu, empat kemenangan beruntun yang didapat juga mengembalikan yang hilang sejak 2007, Lazio sejak 2007 belum pernah melakukan empat kemenangan berturut-turut. Juga empat kali berturut-turut menjadi capolista (belum lagi terlihat sejak 10 tahun).

Muslera pun mencatatkan rekor tersendiri dengan berhasil menjaga mistar gawang lazio dari kebobolan selama 352 menit, meski masih kalah dari rekor Pulici dan Marchegiani, namun Muslera mampu melewati rekor Peruzzi dan menjadikannya berada di posisi ketiga kiper Lazio yang mampu clean sheet dalam rentang waktu 352 menit.

Meski begitu Reja masih belum mau mengatakan bahwa tim ini bisa mendapatkan scudetto, bagi pelatih veteran itu scudetto belumlah menjadi target Lazio sekarang, lazio saat ini lebih berkonsentrasi untuk meraih posisi ke-6 di Lega calcio.



read more

Olimpia menonton Lazio dari atap stadion

, by idrayang


Sebelum pertandingan Lazio vs Cagliari, seperti biasanya kala Lazio bertanding di Olimpico musim ini sejak partai menjamu AC Milan, Lazio selalu memulai pertandingan dengan atraksi dari sang simbol baru lazio, Olimpia yang mengitari lapangan sebanyak tiga kali, lalu kemudian mendarat di lapangan.
Namun kali ini secara tak terduga sang elang tak mendarat di lapangan melainkan hinggap di atap stadion, Olimpia tak kunjung turun juga meski sang instruktur elang telah berupaya mencoba untuk memanggilnya turun.

Photo-photo Olimpia

Akhirnya pertandingan tetap berlangsung dengan sang elang yang menonton pertandingan dari atap stadion. Barulah setelah pertandingan berjalan hingga menit ke 34' sang instruktur naik ke atas dan mendekati sang elang sambil memberinya makan, sang elang pun berhasil dibawa kembali turun.



Support Laziale...


read more

Invasi Zombie di Olimpico

, by idrayang

Ada hal unik yang tertangkap kamera saat partai Lazio vs Cagliari berlangsung, di tribun penonton terlihat beberapa orang berpakaian dan menirukan tingkah para Zombie menonton pertandingan ini.

Photo-photo Zombie di Olimpico


Menurut berita yang didapat para pemuda dan pemudi itu berjumlah sekitar 20 orang untuk Olimpico Lazio-Cagliari adalah para aktor dalam film serial TV terbaru The Dead walking yang akan di tayangkan tanggal 1 November di saluran 110 di Sky. hanya 24 jam setelah ditayangkan di Amerika Serikat.
Support Laziale...
Diangkat dari seri buku komik oleh Robert Kirkman, penulis / sutradara Frank Darabont, The Dead walking adalah kisah dari sekelompok orang yang selamat dari sebuah epidemi proporsi apokaliptik yang telah meninggalkan dunia pada belas kasihan zombie. Tokoh Protagonis adalah petugas polisi Rick Grimes (Andrew Lincoln) yang terbangun dari koma di dunia yang sangat berbeda di mana dia tinggal. Terlempar ke dalam realitas baru didominasi oleh orang mati hidup, Rick akan menjadi pemimpin dari kelompok korban yang berjuang untuk menemukan tempat yang aman untuk bersembunyi.






read more

Review : Lazio vs Cagliari 2-1

, by idrayang


sang Elang Terus Melaju 
 
Stefano Mauri kembali menjadi penginspirasi kemenangan Lazio atas Cagliari di stadion olimpico. Satu Assist dan satu gol menempatkan Mauri sebagai pahlawan Lazio, satu gol lagi di cetak oleh Sergio Floccari.Cagliari sempat memperkecil skor lewat gol Alessandro Matri, meski terus mencoba mengejar ketertinggalan, namun sampai pertandingan berakhir Lazio tetap unggul 2-1.

Lazio 2 - 1 Cagliari

Lazio memulai pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi, terlihat dengan permainan lepas yang diperagakan anak asuh Edy Reja. Kolaborasi Zarate, Floccari dan Hernanes dilini depan membuat beberapa kali ancaman di lini belakang Cagliari.

Cagliari bukan tanpa balasan, anak asuh Bisoli ini sempat mengancam dua kali gawang Muslera, peluang emas mereka ketika umpan Lazzari tidak dapat di antisipasi dengan sempurna oleh Muslera, Matri yg berdiri tepat di dekat bola gagal memanfaatkan peluang emas tersebut.

Menit ke 21', Floccari membuka kemenangan Lazio, memanfaatkan umpan liar dari Mauri Floccari melepaskan tendangan keras ke gawang tepat sebelum Kiper Cagliari Agazzi mampu menjangkau bola.

Ketinggalan 1-0 membuat Cagliari meningkatkan daya serang, namun Biancocelester juga tak mengendurkan serangan, meski begitu hingga babak pertama berakhir skor tetap 1-0 untuk Lazio.

Babak kedua Lazio dan Cagliari sama-sama tidak melakukan perubahan pemain.
Pertandingan babak kedua baru berjalan delapan menit Stefano Mauri menggandakan kemenangan Lazio.
Support Laziale...
sebuah kombinasi antara Radu, Mauri, dan Floccari berhasil diselesaikan manis oleh Mauri. Umpan tarik Floccari berhasil diteruskan Mauri dengan dadanya, 2-0 Lazio memimpin.
Tidak berselang kemudian, Cagliari berhasil memperkecil kekalahan mereka, setalah Matri lewat kepalanya mampu menaklukkan keperkasaan Muslera.

Matri berulang kali menjadi ancaman untuk Muslera dan gawangnya, sebuah sundulan dari Matri hanya tipis di atas mistar gawang Lazio, lalu kemudian tendangan menyusur tanahnya sempat mengancam Lazio, beruntung Muslera dengan penyelamatan yang gemilang mampu menghentikan laju bola.

Rocchi yang masuk menggantikan Zarate, memdapatkan peluang emas, sayang meski hanya tinggal berhadapan dengan kiper, Rocchi gagal menuntaskan tugasnya.

Pertandingan pun akhirnya berakhir dengan kemenangan Lazio 2-1.

Dengan hasil ini Lazio tetap bertengger di posisi satu sebagai Capolista Lega Calcio.


LAZIO (4-2-3-1):
Muslera; Lichtsteiner, Biava (88’ Stendardo), Dias, Radu; Brocchi, Ledesma; Zarate (75’ Rocchi), Hernanes (67’ Matuzalem), Mauri; Floccari.
cadangan : Berni, Garrido, Bresciano, Foggia.

CAGLIARI (4-3-2-1):
Agazzi; Perico, Canini, Astori, Agostini; Biondini, Nainggolan (81’ Acquafresca), Lazzari (53’ Nené); Cossu, Pinardi (74’ Laner); Matri.
cadangan : Pelizzoli, Biasi, Ariaudo, Sivakov.
pelatih. Bisoli

pencetak gol: 21’ Floccari, 53’ Mauri; 59’ Matri










read more

Preview : Lazio vs Cagliari

, by idrayang

Saatnya Menjauh
Lazio memiliki kepercayaan diri tinggi saat menjamu Cagliari di olimpico, pada hari Minggu esok. Biancoceleste telah memenangkan lima partai dari tujuh pertandingan awal Lega Calcio, terakhir mereka libas Bari dikandang lawan dan membuat jarak mereka tetap dua poin atas Inter Milan dan AC Milan.

Selain itu, saat ini Lazio memiliki salah satu garis pertahanan terbaik di Lega Calcio hanya lima gol kebobolan. Lazio pun sukses meraih tiga poin beturut-turut atas lawannya. "Kami mulai di kaki kanan dan kami sangat bertekad untuk bangkit kembali dari perjalanan mengecewakan kami tahun lalu."Ucap Rocchi
Mauri, kembali menjadi andalan Lazio

Sementara Cagliari yang akan bertandang ke Stadion Olimpico mencari kemenangan pertama mereka di dipartai tandang mereka musim ini. Kekalahan 1-0 akhir pekan lalu ke Inter membuat pasukan Sardinia jatuh ke posisi 16, meski begitu pelatih Cagliari Pier Paolo Bisoli mengaku puas dengan penampilan timnya.

"Pemain saya memberi segalanya melawan juara Eropa dan sebagai pelatih, saya bisa meminta sedikit lebih dari sisi saya," katanya. "Jika kami terus seperti ini setiap minggu saya yakin hasilnya akan datang dengan baik" Ucap pelatih Cagliari.

Cagliari sendiri bukanlah lawan yang bisa diremehkan oleh Lazio,  di dua kali Lazio menjadi Cagliari  dalam dua musim terakhir Lazio selalu kandas ketika bermain di Olimpico, terakhir Lazio takluk 0-1. Meski Lazio juga membalas ketika tandang ke kandang Cagliari dan membalas 2-0. Rekor ini jelas harus menjadi tanda siaga untuk Edy Reja agar menyiapkan pemain yang siap tempur.

Reja kembali merubah pakemnya dengan mendorong Zarate lebih ke depan untuk berduet dengan Floccari sementara Hernanes menjadi penyokong kedua striker tersebut. Kembalinya Matuzalem membuat Reja banyak pilihan di lini tengah.  Sementara Mauri masih menjadi inspirator di lini tengah Lazio, diharapkan pemain ini kembali menciptakan asisst-asisst yang tak terduga.
gol Floccari ketika mengalahkan Cagliari musim lalu

Disaat saingan Lazio seperti Ac Milan, inter Milan dan Napoli bertemua lawan yang cukup berat, maka inilah kesempatan Lazio untuk menjauh, bila berhasil maka Lazio bisa berdiri lebih kokoh di klasemen seri-a, ayo Lazio kamu bisa!!!
Daje Lazio!!!


LAZIO (4-3-1-2): 
86 Muslera, 
2 Lichtsteiner, 20 Biava, 3 Dias, 26 Radu, 
32 Brocchi, 24 Ledesma, 6 Mauri, 
8 Hernanes, 
22 Floccari, 10 Zarate.

cadangan : (12 Berni, 13 Stendardo, 14 Garrido, 11 Matuzalem, 23 Bresciano, 17 Foggia, 9 Rocchi)
pelatih : Reja

CAGLIARI (4-3-2-1):
1 Agazzi,
24 Perico, 21 Canini, 13 Astori, 31 Agostini,
8 Biondini, 4 Nainggolan, 10 Lazzari,
7 Cossu, 23 Pinardi,
32 Matri.
cadangan : (25 Pelizzoli, 2 Biasi, 3 Ariaudo, 16 Sivakov, 9 Acquafresca, 18 Nenè, 20 Laner)
pelatih . Bisoli

Support Laziale...


read more

Followers