LAzio vs Fiorentina 1 - 1

, by idrayang


KEMBALI GAGAL
Lazio harus melepas tiga poin yg sudah didepan mata... hanya tinggal beberapa menit saja kemenangan itu harus lepas dari genggaman setelah Keirrison berhasil menjebol gawang dari kiper kedua Lazio Tommaso Berni 3 menit sebelum wasit meniup peluit panjang.


Menyedihkan, sakithati, dan sangat menyesakkan begitulah yang dirasakan setelah hasil akhir pertandingan Lazio vs Fiorentina.

Lazio yang tampil tanpa dukungan dari beberapa tifosinya yang memilih tak datang ke stadion karena protes terhadap Lotito, bermain tenang di menit-menit awal, Lazio sebelumnya unggul saat pertandingan baru berjalan 7 menit lewat gol yang boleh dibilang sangat indah dari Siviglia yang mencetak gol lewat tumit kaki dengan membelakangi gawang memanfaatkan tendangan sudut.

Lazio bahkan harusnya bisa menambah keunggulan bila saja Stefano Mauri bisa memaksimalkan peluang emas yang didapatnya, tapi apa boleh buat ternyata Mauri tak mampu menceploskan bola meski hanya tinggal berhadapan dengan Kiper Fiorentina Frey. suatu hal yang sangat menjengkelkan disaat Lazio sangat butuh gol-gol untuk menjaga kemenangannya, Mauri malah bertingkah seperti pemain yang baru belajar sepakbola, Bukan saat ini saja Mauri bermain menjengkelkan, beberapa kali pertandingan ia mendapat peluang emas namun sia-sia karena kebodohannya.

Babak kedua Mauri digantikan dengan Hitzlsperger, pemain asal jerman ini ternyata masih belum padu dengan tim dan tak mampu merubah permainan tim menjadi lebih baik. Sepanjang babak kedua Lazio menjadi bulan-bulanan dari serangan Fiorentina tanpa Lazio bisa keluar dari tekanan, sepertinya Fioretina hanya tinggal menunggu datangnya gol, terlebih ketika Brocchi harus keluar digantikan Firmani karena kelelahan setelah sepanjang pertandingan bermain penuh mobilitas, apalagi ia sempat mengalami cedera di lengannya. Beruntung Berni yang menggantikan Muslera karena akumulasi kartu kuning bermain gemilang.

Menit ke 43 Edy Reja dikeluarkan wasit karena protes atas kepemimpinan wasit, sangat disayangkan hal itu terjadi dan permainan Lazio pun semakin tak teratur. Harapan untuk meraih poin penuh sirna ketika Keirrison mencetak gol 3 menit sebelum partai berakhir. Dan rasa kecewa pun menusuk di dada Laziale....

Melihat permainan Lazio yang monoton serta lini depan yang mandul, duet Floccari dan Rocchi jauh dari kata padu, mereka seperti bermain sendiri-sendiri. Mengapa Zarate harus dikorbankan untuk duet penyerang seperti ini?

Reja harus berpikir ulang untuk terus mencadangkan Zarate. Waktu terus berjalan dan Lazio butuh poin untuk bertahan di serie-a jangan biarkan kami terus kecewa Edy Reja, dan jangan bawa kami kembali ke masa Ballardini!!!




Support Laziale...


Followers