Showing posts with label derby. Show all posts

Setahun lalu, Elang Lazio angkat piala di depan Srigala

, by idrayang

Tepat setahun yang lalu 26 mei 2013, sebuah sejarah tercipta di ibukota Italia. Adalah kemenangan abadi Lazio atas Rioma di Final Coppa 2012/13 di kota abadi Roma. Sebuah kemenangan yang takkan pernah bisa dilupakan bagi Laziale terlebih para Riomanista dimanapun berada.

Mereka (Rioma) berharap dapat meraih titel kesepuluh sebagai juara Coppa Italia dimana mereka secara otomatis akan mendapatkan bintang perak di atas logo mereka jika mampu menang di partai itu. Terlebih jika itu mereka dapatkan di depan mata rival abadi mereka S.S Lazio.

Tapi hari itu menjadi hari ter Sial bagi Tott* cs, Sakit hati, jengkel dan bahkan lebih baik lupa ingatan mungkin dirasakan begi mereka yang mengaku penggemar sejati Rioma.

Sebuah gol dari Senad Lulic di menit ke 71 menjadi hantu yang akan selalu menggentayangi  tidur mereka sebelum menghadapi partai Derby. Gol itu membunuh harapan semu Riomanista dan bagi Laziale itu adalah moment indah, pembuktian bahwa Roma itu berwarna birulangit!

Gelar kesepuluh dan bintang-bintang perak yang sudah disiapkan akhirnya menjadi duri yang menusuk sakit kala lesakan gol Lulic menghujam gawang yang dikawal Bogdan Lobont.

Tidak ada yang bisa menahan tangisan dari para pemain Rioma, bagaimana pangeran mereka menangis seperti bocah yang diambil paksa mainannya. Masih teringat jelas acungan jempol kebawah Tott* ketika mereka menang atas Lazio pada musim 2010 yang memang berjuang di jurang degradasi. Dan malam itu karma karena acungan jempol itu terjadi kembali untuk mereka.

Lihat juga bagaimana seorang Pablo Osvaldo yang mengamuk di ruang ganti dan berujung pencoretan dari timnas Italia, lalu di musim berikutnya keluar dari Rioma. Bukti shahih stressnya pendukung serigala itu kala menimpuki Bis yang mengangkut pemain usai pertandingan.

Sudah jelas hasil 1-0 tersebut sudah cukup menasbihkan Lazio sebagai penguasa kota Roma.Tanggal 26 mei 2013 pun dijadikan tanggal kematian Rioma, Upacara kematian pun sempat dilakukan tifosi Lazio dua minggu setelah partai final tersebut.

 untuk review jalannya pertandingan silakan klik link


read more

saya Laziale dan saya bangga....

, by idrayang


Ketika seseorang baru mengenal saya, Banyak yang bertanya mengapa saya memilih Lazio sebagai klub favorit, dan beberapa pertanyaan merendahkan pun bermunculan... 

emang Lazio prestasinya apa? emang apaan yang dibanggain dari S.S Lazio?

Coba ditarik lagi pertanyaan itu..  

Kemenangan Lazio atas Rioma di Final Coppa Italia menjadikan Lazio total merengkuh 11 piala sejak 1998. Memang sebelum 1998 Lazio hanya memiliki 2 piala dalam sejarah Biancoceleste namun 15 tahun kemudian sekarang kita bisa membanggakan total 2 Scudetto, Coppa Italia 6, 3 Super Coppa Italia, 1 Piala Winner dan 1 Piala Super Eropa. total Lazio telah memenangkan 1/3 dari Coppa Italia sejak 1998.

Hanya Inter Milan yang mempunyai rekor diatas Lazio, mereka telah memenangkan sebagian besar dengan 16 trofi, sedangkan Lazio dan Juventus memiliki 11 masing-masing. AC Milan memiliki 9 sementara rival Rioma hanya telah memenangkan 5 piala



 


Daftar Trophy Lazio dalam 15 tahun terakhir:

Tahun 1997/98: Coppa Italia
1998/99: Italia Supercup, Piala Winner Piala
1999-1900: Scudetto, Coppa Italia, Piala Super Eropa
2000/01: Italia Supercup
2003/04: Coppa Italia
2008/09: Coppa Italia 

2009/10: Piala Super Italia
2012/13: Coppa Italia

Lazio dan Juventus memiliki kesempatan untuk menambah gelar menjadi 12 ketika mereka saling berhadapan di Piala Super Italia pada bulan Agustus.


Jadi, masih susah buat jawab pertanyaan diatas???



read more

Penguasa Kota Abadi Sesungguhnya....

, by idrayang


This is Final for us...
Lazio memang ditakdirkan menjadi penguasa kota abadi, sukses menekuk Rioma di Final Coppa Italia 2013 menegaskan kembali siapa sebenarnya penguasa Kota Roma. Derby Della Capitale yang terjadi di Final Coppa Italia adalah pertama kalinya dalam sejarah dan kemungkinan untuk terjadi kembali dalam waktu dekat sangat mustahil.
Itulah mengapa kemenangan Lazio atas Rioma di final sangat spesial bagi Laziali dan sangat menyakiti para riomanista karena mereka harus melihat rival mereka mengangkat trofi didepan mata mereka secara langsung usai membunuh Klub kebanggaan mereka sendiri. Bukti sahih banyaknya para Riomanista yang menangis di stadion usai peluit panjang di bunyikan dan kemarahan ultras mereka dengan melempari bus pemain Rioma dengan batu, dan beberapa pemain yang mengamuk di ruang ganti.

Ini adalah sejarah yang akan sangat sulit dilupakan sulit diterima bagi Tott* cs,dan tentu saja bagi para Riomanista, sebuah pembalasan pahit yang sangat fair atas kelakuan pangeran mereka sendiri, jempol terbalik yang pernah dilakukan Tott* kearah Curva Nord seakan mensimbolkan posisi mereka saat ini, ya Rioma kini pantas disebut pecundang.
Sejarah dimulai..
Di pertandingan yang berlangsung alot dan panas, kedua tim saling berganti menyerang, bukan Derby Della Capitale namanya kalau tidak ada kontak fisik dan hujan kartu. Pertandingan belum berjalan satu menit kartu kuning sudah melayang untuk kapten Biancoceleste, Cristian Ledesma karena menjegal keras Marquinhos dari belakang.
Peluang pertama didapat untuk Lazio, Lulic melepas tendangan dari jauh yang mampu diblokir oleh Lobont, sayang bola rebound yang didapat Klose hanya menyamping ke gawang.
Dalam semenit Rioma mendapat dua peluang emas, satu lewat tendangan jarak jauh tott* semenit kemudian Bradley mendapat peluang emas ketika ia berhasil melewati beberapa pemain Lazio dan tinggal berhadapan dengan kiper, beruntung untuk Lazio, Bradley kehilangan keseimbangan ketika melakukan shoot sehingga arah bola masih jauh dari gawang.
Tujuh menit kemudian sebuah peluang kembali didapat Rioma, Lamela melakukan shooting jauh namun tendangannya masih mudah diantisipasi Marchetti.
Menit ke 35' sebuah peluang emas untuk Lazio, Radu yang berhasil merebut bola dari pemain Rioma melepaskan umpan lambung ke kotak penalti, Klose yang berada tepat disana menyundul bola, namun Bogdant Lobont berhasil menggagalkan usaha gladiator Biancoceleste.
Bukan hanya Klose yang mempunyai kesempatan mencetak gol lewat kepala, penyerang Rioma Destro berhasil menyundul bola di depan gawang, beruntung sundulannya masih diatas mistar gawang.
Sampai babak kedua berakhir kedudukan masih 0-0 dengan dibumbui 5 kartu kuning.

Campione...
Babak kedua Lazio ganti mengambil alih permainan, lewat sektor sayap kanan yang diisi Candreva dengan dibantu fullback Konko mampu merepotkan pertahanan kiri Rioma, terbukti dengan mudahnya beberapa kali tusukan-tuskan dan kerja sama kedua pemain tersebut mampu menghadirkan peluang untuk Lazio.
Masuknya Stefano Mauri menggantikan Ledesma yang cedera menambah daya gedor Biancoceleste, sebuah peluang emas terjadi dimenit 67' ketika Lulic melakukan penetrasi dari sisi kiri kemudian melepas umpan ke pojok kotak penalti yang kemudian diterima Mauri dengan tendangan voli ke arah depan gawang, sayang Klose telat menyambut bola tuk menjadikannya gol.
Marchetti bukan tanpa gangguan, dua kali berturut-turut sang portiere menyelamatkan gawang Gli aquilotti dari serangan Rioma, dua tendangan keras dari Tott* dan Destro mampu digagalkan oleh Marchetti.
Menit 71' Stadion Olimpico bergemuruh ketika sontekan pelan dari Senad Lulic mampu menembus gawang yang dijaga Lobont, berawal dari umpan terobosan Mauri kepada Candreva yang kemudian melepaskan umpan ke depan gawang, bola gagal dihentikan dengan baik oleh Lobont dan Lulic menjadi right man in the right place, setelah dirinya berhasil mencetak gol untuk Lazio.
Lazio memimpin 1-0

Hampir saja Rioma membuat gol balasan yang instant, sebuah tendangan bebas Tott* sempat melewati barisan pemain, beruntung Marchetti sigap menepis bola tepat diatas garis gawang, ajaib bola mental ke mistar dan lagi-lagi Marchetti dengan kecepatannya berhasil merebut bola liar tersebut.
Pergantian pemain dilakukan Rioma demi mengejar ketertinggalannya, Osvaldo masuk menggantikan Balzaretti sementara Petkovic memasukkan Gonzalez menggantikan Hernanes untuk memperkuat lini tengah Lazio dalam bertahan.
Menit ke 90 dan Lazio masih berada diatas angin, injury time 4 menit.
Sesi dag dig dug Laziale dimulai, 4 menit serasa sejam saat Lazio memimpin dan dalam keadaan tertekan.
Olimpico harusnya kembali bergemuruh andai saja il'capitano Mauri dapat memaksimalkan peluang yang didapatnya, serangan balik Lazio lewat Klose yang memberikan umpan ke Mauri, meski tendangan Mauri sempat berhasil diblok pemain Rioma namun bola kembali didapat sayang tendangan kedua mampu digagalkan kiper, seharusnya itu menjadi gol kedua Biancoceleste di partai panas ini.
menit 90+4  Dan akhirnya peluit panjang pun berbunyi, peluit tanda Lazio tuk berpesta merayakan kemenangan dan kebanggaan atas sukses di Final Coppa Italia 2013.
Sebuah Treble Winner istimewa untuk Lazio, Meraih Coppa Italia 2013, lolos ke Liga Eropa, dan yang paling berharga adalah kebanggaan menundukkan rival abadi di sebuah partai Final dan mengangkat Trophy di hadapan Rioma. Sebuah partai yang takkan bisa dilupakan bagi kedua tifosi, terlebih untuk Laziali.. selamat untuk kawan-kawan Laziali, anda berhak untuk merayakannya setelah kesetiaan yang ditunjukkan sampai saat ini. FORZA LAZIO!!!!!

RiOMA'S ROUTE TO THE FINAL
Round of 16: Beat Atalanta 3–0 Quarter-finals: Beat Fiorentina 1–0 Semi-finals: Beat Inter Milan 5-3 on aggregate
LAZIO'S ROUTE TO THE FINAL
Round of 16: Drew with Siena 1-1 (Won 4-1 on penalties) Quarter-finals: Beat Catania 3-0 Semi-finals: Beat Juventus 3-2 on aggregate


read more

Lazio Pegang Kendali

, by idrayang


Derby della Capitale, pertarungan antara sang Elang dan Serigala tidak akan mungkin tanpa adanya petasan kembang api, spanduk dengan bertuliskan kata-kata provokatif, serta chant-chant dan aksi atraktif lengkap dari kedua Ultras!

Lazio membuktikan musim ini adalah penguasa kota Roma, bukan hanya dua kali mereka mengalahkan tim Serigala itu dalam satu musim setelah selama 15 tahun, namun juga saat ini berada diatas rival mereka di klasemen sementara seperti halnya musim lalu.

Setelah menang 2-1 atas AS Roma tadi malam, tampak bahwa Biancocelesti sedang memulai sebuah tren baru dalam permainan derby. Hernanes tampaknya mencintai mencetak gol di Derby yang keduanya dicetak melalui penalti (seperti yang dia lakukan pada bulan Oktober tahun lalu, ketika Lazio mengalahkan AS Rioma di kandang) dan dia mencetak gol pembuka di menit 10, sebelum Borini menyamakan dan Mauri memberi kemenangan untuk Lazio.






Support Laziale...


read more

REVIEW : Saatnya sang elang mengoyak Serigala

, by idrayang

Hasil buruk itu akhirnya terputus, Sang Elang akhirnya berhasil melepaskan diri dari trauma Derby della Capitale dengan menaklukkan Serigala ompong, 2-1 di Olimpico, Senin dini hari WIB. Hasil ini mengakhiri kekalahan beruntun yang ditelan I BIancocelesti dalam lima duel sebelumnya dengan Rioma.

Tim yang disebut-sebut sebagai "Barcanya italia" ini datang dengan penuh percaya diri berbekal rekor impresif dalam lima derby sebelumnya dan kemenangan beruntun atas Parma dan Atalanta dalam dua laga terakhir.

Diawal pertandingan memang Rioma yang diasuh oleh mantan pemain Barca Luis Enrique ini langsung menggebrak sejak awal pertandingan dan berhasil unggul di menit ke-6 lewat gol Pablo Osvaldo yang memanfaatkan bola lob dari Miralem Pjanic. Sebuah gol ini sontak mengagetkan publik Lazio yang memang berharap Lazio bisa menghapuskan memori buruk di lima laga Derby terakhir.

Hernanes cs akhirnya bermain lebih ofensif, berkali-kali mereka mengurung pertahanan Rioma namun finishing yang buruk dari lini depan menjadikan semua serangan sia-sia. Berkali-kali Klose dan Cisse membuang peluang emas yang mereka dapatkan. Sementara Rioma sesekali mendapatkan peluang didepan gawang Marchetti.

Hingga akhir pertandingan sko masih 1-0 untuk keunggulan Rioma.

Di babak kedua, Lazio bermain lebih agresif, Reja menarik Radu yang sempat cedera di babak pertama dan digantikan dengan Lulic yang lebih bertipe offensif.
Support Laziale...


Serangan demi serangan dibangun Biancoceleste, dan tekanan mereka membuat barisan pertahanan Roma kerepotan hingga memaksa bek Simon Kjaer melakukan pelanggaran di menit ke-51 dengan menjatuhkan Christian Brocchi yang berpeluang mencetak gol.
Insiden itu berbuah hadiah penalti buat Lazio, tidak tanggung-tanggung wasit juga menghadiahi kartu merah untuk Kjaer.
Penalti dieksekusi dengan sempurna oleh Hernanes untuk membuat kedudukan kembali imbang 1-1 sekaligus menambah koleksi golnya di Serie A musim ini menjadi tiga. 1-1 skor imbang.

Unggul jumlah pemain, Lazio semakin meningkatkan tekanan mereka, Rioma pun dipaksa bermain lebih kedalam dan lebih sering bertahan. Rioma beruntung dua kali mistar gawang menjadi penyelamat mereka, sundulan Miroslav Klose dan tembakan Djibriel Cisse hanya menghantam bingkai gawang Roma yang dikawal Maarten Stekelenburg.

Hingga detik-detik terakhir laga derby kali ini tampaknya akan berakhir imbang, Namun semangat para gladiator birulangit tidak pula sirna. Skuad Edy Reja itu akhirnya mendapatkan gol kedua sekaligus memastikan kemenangan lewat gol Klose di menit terakhir memanfaatkan umpan manis Francesco Matuzalem. 
Sebuah umpan manis yang diterima dengan baik oleh Klose dan diubah menjadi sebuah gol lewat penyelesaian matang dari seorang Bomber. Ini gol keempat yang dicetak striker timnas Jerman itu di Serie A musim ini.




Olimpico dan seluruh tempat dimana para Laziali menonton pun seketika meledak, sebuah gol yang ditunggu-tunggu, sebuah hasil yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh Laziali, akhirnya hadir juga, tepat di menit akhir pertandingan. Trauma itu telah hilang dan sang Elang semakin memastikan kedigdayaannya.

Kemenangan ini mengangkat Lazio ke posisi 4 Besar klasemen sementara dengan 11 poin, terpaut 1 poin dengan Juventus dan Udinese yang menduduki dua posisi teratas dan hanya kalah selisih gol dari tim peringkat ketiga, Cagliari. Di pihak lain, Rioma anjlok ke peringkat ke-11 dengan 8 poin.



read more

Ass Rioma vs LAZIO 2-0

, by lazio4ever

 Sekali lagi Edy Reja memperlihatkan ketidak kemampuan menghadapi sebuah derby, kegagalan telak didapat Lazio, lima kali beruntun harus mengalami kekalahan atas Rioma merda sangat menyesakkan

Kurang berkarakter, terlalu gugup dan kehilangan kesempatan serta martabat. Itulah yang ada dipikiran sang pelatih Edy reja. "Derby sangat menekan tapi tidak baik terlalu gugup karena dapat menghukummu. Derby yang menguras emosi, namun sekali lagi karakter dan hasil telah membuktikan Lazio telah gagal menjalaninya serta terpengaruh di akhir laga," ujar Reja pada Sky

Edy Reja juga melakukan keputusan kontroversial dengan menarik keluar Zarate serta Hernanes, ketika Lazio dalam keadaan tertinggal, lini tengah Lazio yang tengah jatuh bangun mengejar ketertinggalan kian sulit menembus pertahanan Rioma. Masuknya Mauri dan Kozak tidak merubah keadaan malah kian menambah buruk kinerja tim, alhasil Rioma dengan mudah melakukan serangan balik dan berakhir tendangan penalti untuk Rioma.

Lini depan Lazio yang isi dengan trio Sculli, Zarate dan Floccari tak mampu berbuat apa-apa, Floccari bahkan tidak bisa memperlihatkan fungsinya sebagai ujung tombak begitu pula Sculli dan Zarate, Sculli lebih buruk, sebagai pemain baru tampak memang kurang terlihat semangat bertempur di partai sekeras Derby Della Capitale.
Dua kartu merah harus diterima Bioancoceleste setelah Radu di ganjar kartu merah karena membenturkan kepalanya ke kepala Simplicio lalu Ledesma yang melakukan protes kepada wasit ketika Rioma mendapatkan penalti. Lazio pun kesulitan mengejar ketertinggalan dan harus menerima kekalahan.

Support Laziale...



Statistik Pertandingan :
AS Roma
Lazio
10(2)Shots (on Goal)6(1)
19Fouls18
4Corner Kicks7
3Offsides3
52%Time of Possession48%
4Yellow Cards1
0Red Cards2
1Saves0


read more

derby antara Zarate dan Tot**

, by idrayang


Ini adalah derby pribadi ke 10 bagi seorang Mauro Zarate dan Francesco To***, dua striker dengan sisi berbeda namun menjadi sosok yang selalu menyita perhatian para supporter fanatik Lazio dan Rioma.

Derby esok akan menjadi pertemuan mereka kembali di lapangan, keduanya bernomor punggung keramat 10, Zarate di sisi utara dengan seragam biru langitnya dan Tot** disisi selatan dengan seragam merah kuning.

Tot** telah kembali dari cederanya dan dipastikan hadir di derby. Striker veteran berusia 34 tahun itu dikabarkan kembali mengalami cedera pada betisnya.saat mengikuti sesi latihan tim menjelang laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Shakhtar Donetsk di Donbass Arena, Selasa (8/3) lalu. Itulah sebabnya, caretaker Rioma Vincenzo Montella menempatkan Tot** di bangku cadangan.

Fakta pertama seorang Tot** di sebuah derby adalah ia telah mandul selama 5 tahun, terakhir ia mencetak gol adalah pada 23 Oktober 2005. Kedua lebih buruk, ia adalah "pecundang terbaik" di laga Derby Della Capitale. Sebagai tanda sebagai pemegang rekor ia pun mendapatkan sebuat tropi berbentuk binatang Tapir yang diberikan untuknya.
Support Laziale...
Antara Zarate dan Tot** tidak pernah ada kata pertemanan, keduanya adalah musuh di lapangan hijau. Konflik bermula ketika Tot** yang mengatakan Zarate bukanlah apa-apa sebelum laga Derby pada musim 2009, Zarate tidak membalas ucapan Totti tersebut ia membalasnya lewat gol indahnya ke gawang Rioma dan membawa Lazio mempermalukan Rioma dengan skor 4-2. Kekalahan itu tidak membuat Tot* "tobat" ia tetap berucap Zarate memang pemain bagus tetapi bukanlah seorang juara.

Lagi-lagi Zarate tidak membalas omongan si pecundang itu dengan mulut, tetapi dengan meraih gelar juara Coppa Italia di akhir musim dengan mencetak satu gol indah ke gawang Sampdoria. Ternyata Si pecundang berlum berhenti sampai disitu, ia membanding 240 golnya yang telah dicetaknya di seri A dengan jumlah gol Zarate. Jelas sebuah kepongahan terlihat dari seorang yang dianggap kapten bagi tim serigala busuk.

Kini Zarate telah siap kembali untuk Lazio dan berjanji untuk memberikan yang terbaik “Saya berharap dapat bermain dalam sebuah pertandingan besar. Jika saya mencetak gol, saya akan pergi ke Curva Nord (tribun tempat suporter Lazio) dan akan merayakan disana,” papar Zarate seperti dilansir Football-Italia, Kamis, (10/3/2011).

AVE MAURO!!!


read more

Derby untuk kehormatan!!!

, by idrayang



Derby kali ini adalah derby segalanya, Derby untuk scudetto, untuk Liga Champion untuk sejarah, untuk kebanggaan dan untuk posisi di klasemen.

Reja memiliki kesempatan untuk merasakan kemenangan pertama kalinya sejak ia memegang kendali Biancoceleste juga memperlebar jarak dari Rioma di klasemen seri-a sekaligus memusnahkan peluang si serigala merda itu ke zona liga Champion.

Selain itu sejak delapan tahun terakhir birulangit selalu berada di bawah posisi dari Rioma, terakhir Lazio berada di atas Rioma pada klasemen seri A terjadi di musim 2002/03 ketika itu Lazio dibawah kendali Roberto Mancini. Biancoceleste finish di posisi empat dan berhak ke kualifikasi Liga Champion, sedangkan Rioma berada diposisi delapan, delapan tahun berada dibawah Rioma dan empat kali kekalahan beruntun jelas bukanlah hal yang patut didapat il Aquilotti, Derby kali jelas harga mati untuk Edi Reja.

Hasil terburuk didapat musim lalu ketika sang Elang harus bersusah payah mati-matian untuk menjauhi degradasi, Serigala merda bersaing ketat dengan Inter Milan dalam perebutan Scudetto. Kini keadaan telah berubah menjadi lebih baik, namun masih buruk dalam catatan Derby musim ini, ditangan Edi Reja Lazio harus menerima pil pahit empat kali gagal di Derby Kota Abadi.

Delapan Tahun adalah waktu yang lama, saatnya elang berada diatas Serigala Merda, tunjukkan bahwa sang biru langit lebih perkasa dari Rioma. FORZA LAZIO!!!!
Support Laziale...


read more

Mental kampungan tifosi merda terlihat

, by idrayang

 

Prilaku barbar kembali di perlihatkan oleh para pendukung Rioma merda, sebelum partai coppa italia berlangsung terjadi insiden penusukan terhadap salah satu tifosi Biancoceleste yang dilakukan oleh pendukung serigala rombeng itu.

Bukan hanya itu, Suporter tak bertanggung jawab itupun melempar batu ke arah kaca depan mobil bus pemain Lazio dan menyebabkan manager tim Lazio Maurizio Manzini terluka dibagian keningnya,

Buntut dari kejadian ini, Ass Rioma dihukum tampil tanpa pendukung saat melawan Juventus di lanjutan coppa italia. Namun tidak semua fans Rioma yang mendapatkan sanksi tersebut. Suporter yang memiliki kartu identitas suporter Rioma masih akan diperbolehkan membeli tiket untuk laga ini.







Support Laziale...


read more

Review : Goodbye Coppa

, by idrayang

Coppa Italia

ASS RIOMA vs S.S LAZIO (1-2)

Untuk kedua kalinya Lazio harus kalah dari Ass Rioma di musim 2010/2011, kali ini Lazio harus mengakui kekalahan di Coppa Italia dan tersingkir dibabak 16 Besar.

sebelum laga terjadi insiden penusukan terhadap fans Lazio. Sementara bis tim Biancocelesti sempat dilempari dengan batu. Laga sendiri berjalan keras, sebagaimana dipastikan setiap kali Rioma & Lazio bertemu.
Di menit ke-19 laga, kegaduhan terjadi usai kaki Stefan Radu mengenai wajah Nicolas Burdisso.

Julio Sergio berhasil menghalau serangan Lazio yang dibangun lewat umpan silang Christian Brocchi dan disambut oleh Libor Kozak. Kiper Roma itu kemudian juga berhasil menggagalkan tendangan bebas Hernanes.

Meski bermain sama-sama terbuka, namun skor tetap 0-0 untuk kedua tim di babak pertama.

Support Laziale...
Babak kedua Biancoceleste tetap lebih banyak memegang kendali permainan. Namun finishing buruk serta pola yang tidak jelas membuat Lazio lebih sering menemui kebuntuan ketika mencoba memasuki pertahanan lawan.

Justru Rioma yang membuka skor di menit ke-53 lewat sepakan Marco Borriello. Penalti diberikan usai wasit menilai Stephan Lichtsteiner handball di kotak terlarang.

Lima menit berselang skor berubah menjadi 1-1. Adalah penalti Hernanes yang membawa Lazio menyamakan angka. Kali ini sepakan 12 pas diberikan usai Juan melanggar Mauro Zarate.

Mimpi buruk Lazio hadir di menit ke-77. Tendangan Fabio Simplicio membuat Lazio melupakan coppa italia musim ini.

Susunan Pemain
Rioma: Julio Sergio; N Burdisso, Mexes, Juan, Riise; Brighi, De Rossi, Simplicio; Greco (Menez 46); Adriano (Vucinic 46), Borriello

Lazio: Berni; Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu; Brocchi (Bresciano 81), Hernanes, Ledesma, Gonzalez (Mauri 86); Kozak (Floccari 75), Zarate


read more

Review : Primavera Lazio permalukan Primavera Rioma

, by idrayang

Primavera Lazio berhasil membalaskan kekelahan di Piala Coppa Primavera oleh Primavera Ass Rioma, Elang muda sukses mempermalukan serigala itu di kandangnya sendiri di Trigoria di ajang yang memperebutkan Trofi untuk memperingati mantan Presiden Ass Rioma Franco Sensi lewat adu Penalti.
Sebelumnya para gladiator muda Lazio ini telah meraih dua gelar lainnya di musim ini yakni Trofeo Tirreno e Sport dan Karol Wojtyla Cup, dan dua kali Lazio mengalahkan ass Rioma di final musim ini yakni ketika mengkandaskan mereka di Trofeo Tirreno e Sport dan di Trofeo in memoriam Franco Sensi.

Pertandingan sendiri berjalan amat ketat, Lazio sejak awal berinisiatif untuk menyerang, Capua melepaskan tendangan berjarak 16 meter namun masih jauh diatas mistar, 10 menit kemudian Lazio mendapatkan tendangan penalti setelah Trombetta di langgar oleh Pigliacelli, Tommaso Ceccarelli yang menjadi algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, gol itu seakan membayar kegagalannya ketika mengeksekusi penalti di derby Piala Coppa lalu.


Support Laziale...
Ketinggalan 1-0 tuan rumah menjadi lebih terbuka, dua pemain Rioma Viviani dan Ciciretti sempat membuat pergerakan berbahaya di kotak penalti Lazio beruntung masih di antisipasi oleh kiper Lazio Berardi.
Babak kedua Rioma mengganti beberapa pemainnya dan usaha untuk menyamakan kedudukan akhirnya didapat Rioma, usaha Florenzi yang melakukan tendangan keras berhasil di blok namun Cicireti berhasil meneruskan bola kedalam gawang. 1 - 1 kedudukan imbang.
Tidak lama kemudian Rioma berbalik unggul kali ini Rioma yang mendapat penalti dan Florenzi sukses mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk Rioma.
Beruntung Elang muda masih memiliki Alessandro Mario, Bomber muda ini menyelamatkan Lazio dari kekalahan dan memaksa partai diakhiri oleh adu penalti.

Hasil adu penalti
Frascatore (R) - Gol ;
Di Mario (L) - gagal ;
Viviani (R) - Gol ;
Zampa (L) - Gol ;
Florenzi (R) - Gol ;
Ceccarelli (L) - Gol ;
Bezziccheri (R) - gagal;
Rozzi (L) - Gol ;
Barba (R) - gagal;
Capua (L) - Gol.

Lazio menang penalti dan berhak atas trofeo in Memoriam Franco Sensi

ASRiOMA (4-2-3-1): Pigliacelli, Sabelli, Orchi, Carboni, Frascatore; Viviani, Florenzi; Caprari, Ciciretti, Diemè; Leonardi.

SSLAZIO (4-3-3) : Berardi; Fagioli, Campoli, Vilkaitis, Pantano; Capua, Zampa, Adeleke; Ceccarelli, Trombetta, Barreto.


read more

POKER AGAIN!! Primavera Lazio vs Primavera Palermo 4-0

, by lazio4ever



Pasukan Elang Muda Terus Terbang
Tim yang dipimpin oleh Bollini pada pekan ini dapat memetik 3 kemenangan, setelah menang atas primavera Lecce di kompetisi junior serta dalam derby melawan primavera ass Rioma, tim pimavera kembali mengamuk dengan membobol 4 gol tanpa balas.
Pada pertandingan ini ada kejutan dari Bollini yaitu memasukkan nama Kozak ke dalam tim yang akan bertanding karena striker ceko U21 itu tidak dibawa oleh Reja,pelatih tim senior Lazio, dalam perjalanan ke kandang Parma.

Jalannya Pertandingan
menit 3 perpetuini melakukan tendangan pojok yang diteruskan oleh tendangan dari cavanda namun bola melayang diatas mistar gawang palermo.

menit 6 kembali Perpetuini melakukan sepak pojok disambut dengan sundulan Crescenzi.GOOOLLLL ,tandukan bek Lazio itu membuka skor menjadi 1-0

menit 26 Palermo membalas, namun tembakan Ardizzone dapat dijinakkan oleh Berardi

menit 35 tendangan bebas oleh Perpetuini dilanjutkan dengan sepakan Cinque namun bola melebar ke sisi gawang Palermo

paruh pertama pertandingan ditutup dengan keunggulan 1-0 hasil gol yang dicetak Crescenzi pada menit ke 6
babak kedua dimulai dengan pergantian pemain di kubu Lazio, Di Mario keluar digantikan dengan Zampa. Dengan pergantian pemain ini Lazio berubah dengan memakai pola 4-3-1-2 dengan Perpetuini menjadi playmaker mendukung duet Cinque dan Kozak.
Pada menit-menit awal babak ke-2 Lazio langsung menggebrak dengan sebuah tendangan dari adekele dan Cinque beberapa menit setelahnya namun masih belum menemui sasaran

menit 66 Perpetuini berhasil menipu bek palermo dan kemudian melepaskan tendangan yang dapat menaklukkan Di Gregorio. skor pun berubah menjadi 2-0 untuk Lazio.

menit 71 Trombetta masuk menggantikan Cinque.

menit 83 Perpetuini melakukan tendangan bebas dan bola tersebut dapat disundul oleh Kozak yang merubah skor menjadi 3-0

Pesta gol belum usai, beberapa menit setelah itu,tepatnya pada menit ke-87 Capua mengirimkan umpan silang dan umpan silang tersebut berhasil dimanfaatkan oleh pemain pengganti,Trombetta, untuk menutup pesta gol pada pertandingan ini.

menit 92 wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

dalam waktu 2x45 menit itu tim Primavera Lazio mendominasi laga dan hanya memberikan 2 kesempatan menembak bagi lawan serta menciptakan banyak peluang. Namun dari semuanya Perpetuini lah yang layak menjadi bintang, dia melakukan peran yang sempurna dalam mendukung duet striker.

Dengan bertambahnya pengalaman bertanding tentunya pasukan Elang Muda ini akan sanggup menggantikan peran para senior untuk berjuang menggapai kejayaan Lazio. FORZA LAZIO!!!

Support Laziale...

Data pertandingan :
Lazio (4-3-3): Berardi; Cavanda, Pantano, Campoli, Crescenzi (86' Vilkaitis); Adeleke, Capua, Perpetuini; Cinque (71' Trombetta), Kozak, Di Mario (46' Zampa).
Cadangan : Cima, Denè, Lanni, Monteforte. Pelatih. Bollini.

Palermo (4-4-2): Di Gregorio; Fricano, Silvestri L., Acquah (71' Mercanti), Maniero; Prestia, Vassallo (57' Maltese), Ardizzone, Pieri; Nappello (83' Piazza), Cristofari.
Cadangan : Ippolito, Di Mercurio, Silvestri A., Mineo. Pelatih. Beruatto

Wasit : Ceccarelli di Terni
Gol : '6 Crescenzi, '66 Perpetuini, '83 Kozak, '87 Trombetta)
Kartu Kuning : Adekele, Kozak (Lazio), Fricano, Prestia (Palermo)


Daftar pencetak gol primavera sampai giornada 10: Ceccarelli 6, Cinque 4, Perpetuini 2, Kozak 2, Trombetta 2, Zampa 1, Campoli 1, Crescenzi 1


read more

wasit Morganti Sakit Jiwa!!!!

, by idrayang

“Hasil Derby ini ditentukan oleh wasit. Maaf jika saya berkata demikian, namun itu faktanya,” ketus Reja. Ya memang derby della capitale minggu lalu bukanlah Lazio melawan Rioma namun Lazio melawan wasit Morganti. Siapapun tahu meski hanya satu orang namun melawan wasit siapapun takkan bisa menang.

Keputusan-keputusannya kerap merugikan pihak Biancoceleste, dan anehnya kejadian itu terjadi berulang-ulang.
lazio vs Morganti

Hal yang pertama dikritisi adalah sikap acuh wasit atas pelanggaran John Arne Riise kepada Stefano Mauri di kotak terlarang ketika Lazio baru tertinggal satu gol. Saat itu pengadil lapangan beralasan sebelum pelanggaran terjadi, Andre Dias sudah lebih dulu berada di posisi offside dan anehnya Morganti dengan mudahnya mengkartu kuning Foggia karena dianggap memprotes terlalu keras, sedangkan ia hanya membiarkan saja seorang Vucinic yang melakukan protes keras terhadapnya.
Hadiah tendangan 12 pas untuk Giallorossi pada menit ke-87 jadi hal kedua yang dicermati oleh Reja. Dia menilai wasit telah salah mengambil keputusan karena yang sebenarnya dilanggar oleh Guigliermo Stendardo bukan Julio Baptista, tapi sebaliknya.
Support Laziale...
“Stendardo yang dilanggar oleh Baptista. 11 pemain Lazio seperti menghadapi 12 pemain Roma,” tuntasnya seperti dikutip Football Italia.

Selain Reja, gelandang bertahan Cristian Brocci juga mengakui terang-terangan bagaimana dosa besar seorang MOrganti.

“Sayang sekali keputusan-keputsan itu harus kami bayar mahal hari ini (dengan kekalahan).Saya masih tidak percaya bagaimana pelanggaran terhadap Stefano Mauri tidak dinilai sebagai pelanggaran,” ulas Brocchi, seperti dikutip Goal, Senin (8/11/2010).
"Wasit, seperti kami, dapat berbuat kesalahan, tetapi sangat tidak wajar jika kejadian itu berulang-ulang seperti ini" lanjut Brocchi.

“Kami harus berpikir apa yang telah kami capai di klasemen saat ini dan tidak terlalu memikirkan kekalahan. Lazio tetap di atas klasmen, dan tidak ada yang lebih baik dari kami sejauh ini,” Brocchi membanggakan diri.

Bila melihat video yang ada dibawah ini kita akan melihat bagaimana kebodohan-kebodohan seorang Morganti, wasit ini seperti orang sakit jiwa yang tak tahu apa-apa.



read more

Review : Lazio vs Rioma 0 - 2

, by idrayang

Lazio  Rioma


Petaka datang ketika Lazio melawan Rioma Merda di derby della capitale minggu lalu, Lazio harus mengakui kekalahan lewat keputusan kontroversial wasit.

Emidio Morganti, wasit yang memimpin pertandingan Derby Della Capitale melakukan beberapa keputusan kontroversial yang terlihat begitu sengaja seolah menginginkan kekalahan Lazio.

Pertandingan yang berjalan seru menjadi rusak ketika sang pengadil berlaku curang.

Beberapa kali kedua tim saling menyerang, Hernanes yang bernafsu mencetak gol mendapat peluang ketika tendangan setengah volinya hanya jauh diatas mistar gawang.

Rioma dua kali berturut-turut mendapat peluang emas beruntung kedua eksekusi tersebut masih jauh dari gawang Muslera.

Babak kedua berakhir 0-0.

Babak kedua Rioma mendapat hadiah penalti ketika bola tendangan dari Simplico membentur tangan dari Lichtsteiner.Borrielo yang mengambil tendangan berhasil mencetak gol.

Lazio merespon dengan terus menyerang, sundulan Floccari masih jauh diatas mistar, sedang umpan manis dari Mauri gagal di konversi menjadi gol oleh Hernanes. Begitu juga Rioma yang memiliki peluang emas dari Simplico gagal karena terbentur tiang.

Support Laziale...

Wasit Morganti mengeluarkan keputusan kontroverisal ketika Stefano Mauri yang memiliki peluang mencetak gol di langgar oleh Riise dari belakang, wasit membiarkan saja pelanggaran terjadi, para pemain Lazio langsung memprotes atas keputusan tersebut, namun wasit tetap bersikeras dengan keputusannya.
Malapetaka Lazio berlanjut, dan lagi-lagi keputusan aneh Morganti yang menjadi biang keladi.

Gol kedua Ass Rioma yang juga terjadi karena penalti dari Vucinic merupakan hasil dari diving seorang Baptista. Morganti menunjuk titik putih ketika Baptista yang mendapat pengawalan ketat dari Dias terjatuh meski saat itu Dias tidak melakukan pergerakan yang bisa dianggap kasar.

Meski harus menerima pil pahit dari kekalahan ini, Lazio masih memimpin di klasemen seri-a sementara dengan 22 poin unggul 2 poin dari AC milan yang sebelumnya sukses mengalahkan Bari dengan skor tipis 3-2.

Mereka boleh bangga mengalahkan sang capolista, tapi Biancoceleste harus tetap kembali kejalur kemenangan di pertandingan selanjutnya. FORZA LAZIO!!!!


read more

Preview : S.S Lazio vs Ass rioma

, by idrayang

Pekan ini Lazio akan menjalani partai Derby Della Capitale melawan musuh bebuyutan Ass Rioma, tetangga sebelah itu sedikit demi sedikit telah bangkit dari keterpurukannya, setelah kemenangan atas Lecce di seri-a, Rioma juga sukses mengalahkan Basel di Liga Champion. 

Lazio    Rioma


sisi lain Derby Della Capitale
Derby Della Capitale : dari waktu ke waktu
Serba serbi Derby Della Capitale

Di pihak Rioma, mereka kehilangan si TOT** namun tanpa kapten cengeng mereka rioma tercatat meraih hasil lebih baik ketimbang saat kanten mereka bermain, sedangkan Lazio harus rela memulai pertandingan tanpa aksi sang elang yang biasanya melakukan atraksi sebelum pertandingan kandang Lazio di Olimpico.

Namun sikap optimis menanti Derby ini telah di utarakan sang pelatih Edy Reja "Saya belum pernah mengalahkan Roma sebagai pelatih. Tetapi selalu ada yang pertama untuk segala hal," ujarnya kepada Mediaset.it.

Bagi kami, derby bukan sekedar laga. Ini adalah laga spesial yang paling penting tahun ini," tutup Reja.

Derby melawan Rioma adalah segalanya, partai ini bukan hanya sebuah pertandingan biasa, ini menyangkut gengsi dan kehormatan. 16.500 tiket dipastikan telah terjual sampai hari ini dan tribun Curva Nord telah ludes di pesan oleh para Laziali, bisa dibayangkan bagaimana animo tifosi Lazio untuk menyambut partai ini.
Support Laziale...
Musim lalu Lazio harus merasakan kekalahan di dua pertemuan derby, menyakitkan dan sangat memalukan. Kini saat yang tepat untuk sang elang mencabik-cabik kumpulan serigala. Kehadiran Hernanes di Lazio diharapkan bisa menambah daya juang Biancoceleste.

Ini adalah derby pertama gelandang asal brazil tersebut, dan Hernanes telah berucap akan mengeluarkan seluruh kemampuannya di derby ini, ditemani Mauri dan Brocchi serta Ledesma, Hernanes diharapkan mampu mematikan lini tengah Ass Rioma yang dikomandoi oleh De Rossi.

Menghadapi Ass Rioma tidak ada kata menyerah, para gladiator Lazio harus menunjukkan semangat bertempur hingga titik darah penghabisa. NON MOLLARE MAI!!!!



read more

Derby Della Capitale : dari waktu ke waktu...

, by idrayang


AS RIOMA MERDA VS S.S LAZIO




1929-30 8-12-29, LAZIO-ROMA 0-1
VOLK
4-5-30, ROMA-LAZIO 3-1
Pastore, BERNARDINI, VOLK, CHINI LUDUENA
1930-31 7-12-30, ROMA-LAZIO1-1
Foni, VOLK
24-5-31, LAZIO-ROMA 2-2
Pastore, VOLK, Fantoni, BODINI
1931-32 6-12-31, ROMA-LAZIO 2-0
VOLK, EUSEBIO
1-5-32, LAZIO-ROMA 1-4
CHILI LUDEANA, Fantoni, VOLK 2, COSTANTINO
1932-33 23-10-32, LAZIO-ROMA 2-1
De Maria, VOLK,
Castelli
26-3-33, ROMA-LAZIO 3-1
COSTANTINO, FASANELLI ,
De Maria, EUSEBIO
1933-34 1-11-33, ROMA-LAZIO 5-0
BERNARDINI 2, TOMASI 3
11-3-34, LAZIO-ROMA 3-3
BERNARDINI, COSTANTINO, GUAITA, Guarisi 2,
De Maria
1934-35 18-11-34, ROMA-LAZIO 1-1
GUAITA (rig),
Piola (rig)
31-3-35, LAZIO-ROMA 0-0

1935-36 13-10-35, LAZIO-ROMA 0-1
CATTANEO
16-2-36, ROMA-LAZIO 1-0
CATTANEO
1936-37 18-10-36, ROMA-LAZIO 3-1
Busani,
DI BENEDETTI 2,
SERANTONI
21-2-37, LAZIO-ROMA 0-1
MAZZONI
1937-38 3-10-37, LAZIO-ROMA 1-1
Piola, FRISONI
6-2-38, ROMA-LAZIO 2-1

MICHELINI,
Camolese,
BORSETTI
1938-39 15-1-39, ROMA-LAZIO 0-2
Zacconi, Busani
21-5-39, LAZIO-ROMA 1-3
MICHELINI, COSCIA, Capri, BONOMI
1939-40 7-1-40, ROMA-LAZIO1-0
CAMPILONGO
26-5-40, LAZIO-ROMA 1-0
Flamini
1940-41 24-11-40, ROMA-LAZIO 1-1
Zironi, AMADEI
16-3-41, LAZIO-ROMA 2-0
Piola 2
1941-42

11-1-42, ROMA-LAZIO 2-1
AMADEI, Piola, FAOTTO (aut)
24-5-42, LAZIO-ROMA 1-1
PANTO', Puccinelli
1942-43 22-11-42, LAZIO-ROMA 3-1
Piola, Acerbi (aut), Koenig, PANTO'
7-3-43, ROMA-LAZIO 1-0
AMADEI
1943-44 9-1-44, ROMA-LAZIO 1-1
AMADEI
7-5-44, LAZIO-ROMA 0-0

1944-45 22-11-42, LAZIO-ROMA 3-1
Piola, Acerbi (aut), Koenig, PANTO'
7-3-43, ROMA-LAZIO 1-0
AMADEI
1945-46 4-3-45, LAZIO-ROMA 2-0
6-5-45, ROMA-LAZIO 1-0
URILLI
1946-47 6-10-46, ROMA-LAZIO 3-0
RENICA, DI PAOLA, AMADEI
2-3-47, LAZIO-ROMA 0-0
1947-48 16-11-47, LAZIO-ROMA 0-1
AMADEI
22-4-48, ROMA-LAZIO 0-2
Cecconi, De Andreis
1948-49 17-10-48, ROMA-LAZIO 1-1
LOSI, Magrini
6-2-49, LAZIO-ROMA 0-0
1949-50 16-10-49, LAZIO-ROMA 3-1
Penzo, SPARTANO, Puccinelli, Remondini (rig)
19-2-50, ROMA-LAZIO 0-0
1950-51 15-10-50, ROMA-LAZIO 0-1
Flamini
22-2-51, LAZIO-ROMA 2-1
Sentimenti III,
Cecconi, BACCI
1952-53 16-11-52, LAZIO-ROMA 1-0
Bettolini
22-3-53, ROMA-LAZIO 0-2
Puccinelli 2
1953-54 29-11-53, ROMA-LAZIO 1-1
GALLI, Vivolo
18-4-54, LAZIO-ROMA 1-2
CELIO,
BORTOLETTO, Fontanesi
1954-55 17-10-54, LAZIO-ROMA 1-1
J-Hansen, CELIO
6-3-55, ROMA-LAZIO 1-3
J.Hansen, Burini 2, CARDARELLI
1955-56 16-10-55, ROMA-LAZIO 0-0

11-3-56, LAZIO-ROMA 1-0
Muccinelli
1956-57 14-10-56, LAZIO-ROMA 0-3
DA COSTA 2,
PESTRIN
3-3-57, ROMA-LAZIO 2-2
Vivolo (rig),
DA COSTA 2,
Selmosson
1957-58 27-10-57, ROMA-LAZIO 3-0
LOJODICE,
DA COSTA,
GHIGGIA
16-3-58, LAZIO-ROmA 2-1
Selmosson, Burini,
DA COSTA
1958-59 30-11-58, LAZIO-ROMA 1-3
SELMOSSON,
Pozzan,
DA COSTA 2
12-4-59, ROMA-LAZIO 3-0
LOJODICE, SELMOSSON, DA COSTA
1959-60 18-10-59, ROMA-LAZIO 3-0
MANFREDINI 2, SELMOSSON
6-3-60, LAZIO-ROMA 0-1
JANICH (aut)
1960-61 13-11-60, LAZIO-ROMA 0-4
MANFREDINI 3, ORLANDO
19-3-61, ROMA-LAZIO 1-2
GIULIANO 2,
Rozzoni
1963-64 6-10-63, ROMA-LAZIO 0-0
23-2-64, LAZIO-ROMA 1-1
Rozzoni, CARPANESI
1964-65 15-11-64, LAZIO-ROMA 0-0
28-3-65, ROMA-LAZIO 0-0
1965-66 10-10-65, ROMA-LAZIO 0-1
D'Amato
27-2-66, LAZIO-ROMA 0-0
1966-67 23-10-66, LAZIO-ROMA 0-1
Enzo
5-3-67, ROMA-LAZIO 0-0
1969-70 26-10-69, ROMA-LAZIO 2-1
SPINOSI,
LANDINI,
Massa
1-3-70, LAZIO-ROMA 1-1
Fortunato,
CAPELLO (rig)
1970-71 15-11-70, LAZIO-ROMA 1-1
Dolso, PETRELLI
14-3-71, ROMA-LAZIO 2-2
Santarini (aut),
ZIGONI,
Chinaglia (rig),
SALVORI
1972-73 12-11-72, ROMA-LAZIO 0-1
Nanni
11-3-73, LAZIO-ROMA 2-0
Garlaschelli, Santarini (aut)
1973-74
9-12-73, LAZIO-ROMA 2-1
NEGRISOLO,
Franzoni, Chinaglia
31-3-74, ROMA-LAZIO 1-2
PULICI (aut),
D'Amico,
Chinaglia (rig)
1974-75 1-12-74, ROMA-LAZIO 1-0
DE SISTI
23-3-75, LAZIO-ROMA 0-1
PRATI
1975-76 16-11-75, LAZIO-ROMA 1-1
DE SISTI, Chinaglia
14-3-76, ROMA-LAZIO 0-0
1976-77 28-11-76, LAZIO-ROMA 1-0
Giordano
27-3-77, ROMA-LAZIO 1-0
CONTI
1977-78 20-11-77, ROMA-LAZIO 0-0
19-3-78, LAZIO-ROMA 1-1
CLERICI (aut),
Giordano (rig)
1978-79 12-11-78, LAZIO-ROMA 0-0
18-3-79, ROMA-LAZIO 1-2
CORDOVA (aut),
De Sisti (aut), Nicoli
1979-80 28-10-79, ROMA-LAZIO 1-1
Zucchini, PRUZZO
2-3-80, LAZIO-ROMA 1-2
PRUZZO, D'Amico, GIOVANNELLI
1983-84 23-10-83, LAZIO-ROMA 0-2
NELA, PRUZZO
26-2-84, ROMA-LAZIO 2-2
D'Amico 2 (1 rig),
DI BARTOLOMEI (R), CEREZO
1984-85 11-11-84, ROMA-LAZIO 0-0

24-3-85, LAZIO-ROMA 1-1
ANTONELLI,
Giordano
1988-89 15-1-89, LAZIO-ROMA 1-0
Di Canio
28-5-89, ROMA-LAZIO 0-0

1989-90 19-11-89, ROMA-LAZIO 1-1
Bertoni,
GIANNINI
18-3-90, LAZIO-ROMA 0-1
VOELLER
1990-91 2-12-90, LAZIO-ROMA 1-1
VOELLER (rig),
Sosa
6-4-91, ROMA-LAZIO 1-1
VOELLER (rig),
Sosa
1991-92 6-10-91, ROMA-LAZIO 1-1
Riedle,
RIZZITELLI
1-3-92, LAZIO-ROMA 1-1
Sosa, HAESSLER
1992-93 29-11-92, LAZIO-ROMA 1-1


GIANNINI, GASCOIGNE
18-4-93, ROMA-LAZIO 0-0
1993-94 24-10-93, ROMA-LAZIO 1-1
PIACENTINI,
DI MAURO
6-3-94, LAZIO-ROMA 1-0
SIGNORI
1994-95 27-11-94, LAZIO-ROMA 0-3
BALBO,
CAPPIOLI,
FONSECA
23-4-95, ROMA-LAZIO 0-2
CASIRAGHI, SIGNORI(rig)
1995-96 1-10-95, ROMA-LAZIO 0-0
18-2-96, LAZIO-ROMA 1-0
SIGNORI(rig)
1996-97 8-12-96, LAZIO-ROMA 0-0
4-5-97, ROMA-LAZIO 1-1
BALBO, PROTTI
1997-98 2-11-97, ROMA-LAZIO 1-3
MANCINI,
CASIRAGHI,
NEDVED
8-3-98, LAZIO-ROMA 2-0
Boksic, Nedved
1998-99 29-11-98, LAZIO-ROMA 3-3
DELVECCHIO,
MANCINI 2,SALAS(rig),
DI FRANCESCO,
TOTTI
11-4-99, ROMA-LAZIO 3-1
DELVECCHIO 2, VIERI, TOTTI
1999-2000
21-11-99, ROMA-LAZIO 4-1
DELVECCHIO 2, MONTELLA 2, MIHAJLOVIC(rig)
25-3-00, LAZIO-ROMA 2-1
MONTELLA, NEDVED,
VERON
2000-01 17-12-00, LAZIO-ROMA 0-1
NEGRO (aut)
29-4-01, ROMA-LAZIO 2-2


FIORE, DELVECCHIO, BATISTUTA, CASTROMAN
2001-02 28-10-01, ROMA-LAZIO 2-0
DELVECCHIO, TOTTI
10-3-01, LAZIO-ROMA 1-5

MONTELLA 4, STANKOVIC, TOTTI
2002-03 27-10-02, LAZIO-ROMA 2-2
FIORE, DELVECCHIO, MONTELLA, STANKOVIC
9-3-03, ROMA-LAZIO 1-1
STANKOVIC, CASSANO
2003-04 9-11-03, ROMA-LAZIO 2-0
MANCINI, EMERSON
21-3-04, LAZIO-ROMA 0-0
0-0
21-4-04, LAZIO-ROMA 1-1
CORRADI,
TOTTI (rig)
2004-05 6-1-05, LAZIO-ROMA 3-1
DI CANIO, CASSANO, CESAR,
ROCCHI
15-5-05, ROMA-LAZIO 0-0
2005-06 23-10-05, ROMA-LAZIO 1-1
TOTTI, ROCCHI
26-2-06, LAZIO-ROMA 0-2
TADDEI, AQUILANI
2006-07 10-12-06, LAZIO-ROMA 3-0
LEDESMA, ODDO(r), MUTARELLI
29-4-07, ROMA-LAZIO 0-0
-
2007-08 31-10-07, ROMA-LAZIO 3-2
ROCCHI, VUCINIC, MANCINI, PERROTTA, LEDESMA
19-3-08, LAZIO -ROMA 3-2
TADDEI, PANDEV, ROCCHI(r), PERROTTA, BEHRAMI
2008-09

16-11-08, ROMA-LAZIO 1-0
BAPTISTA
11-4-09, LAZIO-ROMA 4-2
PANDEV, ZARATE, LICTSTEINER, KOLAROV
2009-10

06-12-09, ROMA-LAZIO 1-0
CASSETTI
18-4-10, LAZIO-ROMA 1-2

ROCCHI,
VUCINIC2


Support Laziale...




read more

Followers