Showing posts with label goresanku. Show all posts

Tradisi Balkan di Lazio

, by idrayang

Di perjalanan sejarah Lazio, tercatat beberapa nama pemain yang berasal dari negara pecahan Yugoslavia. Beberapa nama bahkan memiliki kenangan indah ketika berseragam biru langit, kiprah mereka ketika membela Biancoceleste tak bisa dilupakan begitu saja.

Negara Balkan ini selalu menyumbang pemain mereka di skuad Lazio, selama 111 tahun Lazio beberapa nama itu seperti membuat tradisi untuk tim elang ini meski memang tidak sebanyak pemain dari Argentina. Dimulai dari sosok penyerang paling terkenal negara Albania di era 1940/50, Loro Borici begitu disebut nama striker tersebut. Pemain ini ditransfer Lazio dari Vllaznia pada musim 1941.
 Pada tahun 90', kedatangan Sergio Cragnotti yang kemudian membangun sebuah koloni baru, Pembelian pertama adalah duo kroasia striker maut Alen Boksic dan Vladimir Jugovic. Alen Boksic menjadi andalan Lazio sejak musim pertamanya, di tahun 1993-2000 ditarik dari Marseile sempat berlabuh di Juventus semusim tetapi kemudian kembali ke Lazio, ia memiliki sebutan khas dari supporter Lazio yakni "The Alien". Selama delapan tahun berseragam biru langit Boksic sukses menghadirkan enam gelar, mengoleksi 31 gol dari 115 pertandingan.

Vladimir Jugovic hadir jauh setelah Boksik, ia datang pada musim 1997 namun ia hanya singgah selama semusim. Di musim tersebut Jugovic menjadi salah satu aktor kemenangan atas Milan di final Coppa Italia. jugovic menjadi salah satu pencetak gol lewat titik putih di second leg final Coppa Italia dan membuat Lazio meraih gelar juara Coppa.

Perginya Jugovic digantikan dengan duo Yugoslavia (sekarang serbia) Sinisa Mihajlovic dan Dejan Stankovic. Miha ditarik dari Sampdoria sedangkan gelandang muda Stankovic dibeli dari Red Star, bersama Alen Boksic mereka akhirnya menjadi bagian skuad bersejarah Lazio dalam merengkuh scudetto kedua. Bukan hanya disitu gelar yang berhasil diraih oleh duo Serbia itu, tercatat dua piala super italia, satu piala Italia, satu piala Super Eropa dan pemegang abadi Piala Winner.

Kemudian dibeberapa belakangan tahun terakhir, Lazio dihuni kembali oleh pemain asal Balkan, musim 2001 Darko Kovacevic hadir berseragam biru langit. Namun pencapaian yang didapat striker ini dinilai buruk. Datang dengan misi menggantikan sosok Marcelo Salas, Kovacevic gagal mendapat tempat dan hanya bermain 7 partai tanpa menghadirkan satu gol pun. Ada lagi sosok gagal dari Serbia yaitu gelandang Lazetic dibeli dari Chievo Verona pada musim 2003, juga kiper Samir Handanovic yang dipinjam dari Udinese dan hanya bermain sekali.

Musim 2005 Lazio mengambil Igli Tare dari Bologna,Tare yang berasal dari Albania dibeli dari bologna kini menjadi Direktur Olahraga Lazio, Sebenarnya ada satu lagi pemain keturunan Balkan, yaitu Valon Behrami namun pemain ini memilih Swiss sebagai negaranya meski ia lahir di Kosovo. Sebelum kedua pemain tersebut Lazio telah memiliki pemain Balkan lainnya yaitu Goran Pandev pemain asal Macedonia yang di rekrut dari Inter Milan pada musim 2004. Musim 2008 Igli Tare resmi pensiun dan menjadi tangan kanan Lotito sedang Behrami hijrah ke Premiership membela Westham United.
Pemain keturunan Balkan yang terakhir berseragam Lazio adalah Aleksandar Kolarov, ia dibeli Lazio dari OFK Beograd seharga €925,000 kemudian dijual Lotito seharga 16 juta euro ke Manchester City. Bersama koleganya Goran Pandev, mereka menjadi andalan skuad Biancoceleste, dan berhasil memberi gelar Lazio sebuah Coppa Italia dan Super Coppa, Pandev tidak ikut serta saat Lazio menjalani partai Super Coppa dikarenakan terlibat masalah dengan Lotito yang akhirnya mengakibatkan sang pemain di anggap pengkhianat dan dibekukan selama satu musim, musim 2010 Pandev akhirnya pindah ke Inter Milan dengan status free transfer sedang Kolarov berpaling ke Premiership.

Lalu siapakah Pemain dari negeri pecahan Yugoslavia tersebut yang terbaik menurut anda .. ?




Support Laziale...


read more

Profil : Libor Kozak, bintang baru Biancoceleste

, by idrayang

5 gol dalam 12 pertandingan dan hanya 4 kali kesempatan bermain sebagai starter, total 504 menit dijalaninya, ini berarti satu gol dalam waktu 100 menit 48 detik yang diciptakan Kozak. Suatu hal mengejutkan yang di perlihatkan oleh striker muda Lazio asal Republik Ceko itu. Bahkan bila dibandingkan dengan striker terbaik seri A musim ini Libor Kozak diatas rata-rata gol dari Ibrahimovic, Eto'o dan ataupun Di Natale.Bahkan Kozak lebih baik dari top skor lega calcio saat ini yakni striker Napoli Edinson Cavani!
Cavani memang jauh mencetak gol lebih banyak, ia mencetak 20 gol dari 24 kali kesempatan bermain, namun dari segi menit ia rata-rata mencetak 101 menit satu gol masih dibawah Kozak yang mencetak 1 gol dalam waktu 100 menit 48 detik. Di Natale mencetak gol setiap 108 menit, Eto'o setiap 123, dan 138 menit untuk Matri.



Takdir tuk Biancoceleste
Kozak kini betul-betul telah mengejutkan semua orang, kini ia menjadi idola baru bagi para Laziali di seluruh dunia termasuk di Indonesia, gol-golnya selalu ditunggu oleh mereka yang mencintai Biancoceleste.

Tapi tahukah kalian siapa itu Libor Kozak, striker yang memiliki tinggi 1.93 meter ini memulai karirnya ditahun 2001 bersama klub seri b ceko Slezský FC Opava, ia bergabung bersama tim muda terlebih dahulu sebelum akhirnya dipromosikan ke tim utama, lalu dibeli Lotito dari dengan nilai transfer 1.2 juta euro pada hari terakhir bulan Juli 2008, saat itu di FC Opava Kozak mencetak 11 gol.

Saat Lazio memantau pemain jangkung ini dalam delapan bulan pertama Kozak selalu di pantau oleh Sergio Berti, barulah setelah itu Walter Sabatini mantan direktur Direktur Olahraga Lazio Biancoceleste turun tangan mengikuti perkembangan Libor Kozak.

Sabatini memantau Kozak melalui rekaman-rekaman pertandingan yang dilakukan striker tersebut, kemampuan yang dimiliki Kozak membuat Sabatini tertarik dan dan melakukan negoisasi kontrak untuknya. dan tepat bulan Juli 2008 Lotito memastikan mengontrak pemain kelahiran 1989 tersebut untuk berseragam biru langit dengan kontrak selama lima musim. Pada usia 19 tahun Kozak hijrah ke Italia dan bergabung dengan tim primavera Lazio pada saat itu bersamaan kozak dipanggil timnas u-19 Ceko untuk berlaga di kejuaraan Eropa u-19.

Pemain yang lahir di Brumov Bilnice 30 mei 1989 ini sempat mengikuti trial di klub Liga Inggris Portsmouth pada bulan Januari 2008, namun entah kenapa di memutuskan untuk tidak bermain di Premier League, ia menolak bergabung dengan Portsmouth. Diakhir musim Biancoceleste menjadi jodohnya.
Dengan latar belakang sebagai pemain seri b di liga ceko dan dengan umurnya yang masih muda ia tak perlu lama menunggu waktu baginya untuk tampil di liga sekelas seri a,tepat pada tanggal 2 mei 2009 Kozak pertama kali menapakkan kakinya di pentas lega calcio dengan berseragam biru langit, ia menggantikan Mauro Zarate pada laga melawan Inter Milan di menit ke 84'. Meski Lazio kalah namun tinta emas telah digoreskan oleh salah satu calon masa depan Biancoceleste. Dimusim itu total ia bermain 3 kali.
Kembali untuk lebih baik
Musim selanjutkan kiprahnya ada di seri B ia dipinjamkan Lazio ke klub Brescia, klub yang sempat di bela oleh Tare. Disana ia diharapkan mendapat tampat untuk bermain reguler di tim inti agar mendapat pengalaman sebelum ia dipercayakan menjadi andalan lini depan Lazio.
Kozak bermain 30 kali dan mencetak 4 gol untuk Brescia, tepat pada tanggal 26 September Kozak mencetak gol pertamanya di ranah Italia ke gawang Grosseto, sayang Brescia harus kalah 1-2. Catatan manis Kozak lainnya adalah dimasa peminjamannya ia sukses membawa Brescia promosi ke seri A.
Support Laziale...
Awal musim ini ia kembali ke Formello, sejak latihan pra musim ia telah memperlihatkan kemampuannya, Kozak tercatat menjadi top skor Lazio diajang uji coba Lazio pada pra musim ini dengan 8 gol mengalahkan Floccari, Rocchi dan Zarate.

Gol yang ditunggu dari seorang Libor Kozak akhirnya hadir kala Lazio menghadapi Fiorentina pada tanggal 18 September 2010, Kozak menjadi pahlawan Lazio dipertandingan itu,ia hanya membutuhkan waktu tujuh menit sejak ia menggantikan Rocchi pada menit ke 60 untuk membawa Lazio unggul 2-1. Kozak kemudian menambah golnya namun kali ini bukan diseri A melainkan di Coppa Italia, melawan tim Portogruaro dan membuat Lazio menang 3-0.

Takdir memilihnya
16 januari 2011, Kozak membalaskan kekalahan Lazio di pertemuan pertama atas Sampdoria. Kozak mencetak satu-satunya gol yang membuat Lazio saat itu memperoleh kemenangan pertamanya di tahun 2011.

Pada jeda transfer Januari 2011 sempat berhembus kabar bahwa Lazio akan melepas pemain muda ini untuk dipinjamkan ke klub lain. Lotito memang mengatakan ia ingin menambah striker di lini depan Lazio namun Edi Reja memperjelas bahwa ia hanya butuh striker baru bila Kozak memang dipinjamkan ke klub lain, ternyata penampilan Kozak makin meningkat dan kepercayaan Reja sedikit demi sedikit diberikan untuknya. Kozak pun mendapat tempat di tim inti, penampilan Kozak melawan Rioma di Coppa Italia membuat Reja semakin percaya meski saat itu ia harus ditandu keluar karena cedera.

Kesempatan kembali hadir untuk Kozak, Lazio harus kehilangan Zarate yang terkena sanksi kartu merah di partai sebelumnya serta Floccari dan Rocchi yang masih cedera, akhirnya Kozak menjadi pilihan utama bersama Sculli di lini depan Lazio ketika Lazio menjamu Fiorentina.
Dipertandingan itu Kozak menjadi pahlawan Lazio, striker jangkung itu mencetak dua gol, gol pertama ia cetak melalui titik putih setelah aksinya dilanggar oleh bek lawan. Gol kedua lewat kepalanya menerima umpan manis dari Sculli. Sejak itu Lotito yakin ia tak perlu menambah striker lagi untuk Lazio karena disana ada Kozak.

Partai selanjutnya melawan AC Milan menjadi salah satu partai terpanas buat Kozak, bagaimana tidak setelah pertandingan tersebut dirinya menjadi pembicaraan seluruh media di Italia terutama di kota Milan, namun bukan karena gol atau penampilannya melainkan karena Kozak dua kali berturut-turut membuat pemain belakang AC Milan ditandu keluar dan masuk rumah sakit!

Pertama adalah Bonera. Ya, terpaksa Bonera harus ditarik keluar saat jeda turun minum, karena luka di wajahnya akibat sikutan Kozak. Kemudian, allenatore Milan Massimiliano Allegri memasukkan bek debutan Legrottaglie, tapi dia hanya bermain selama 39 menit. Pemain yang baru di transfer Ac Milan dari Juventus itu akan selalu mengingat debutnya di Milan pada malam itu, Legrottaglie harus terkulai lemas di lapangan setelah kepalanya terbentur dengkul Kozak.

Setelah memasukkan dua pemain Rossoneri ke Rumah Sakit, kozak kembali memperlihatkan ketajamannya, meski di partai melawan Chievo ia gagal mencetak gol, namun menghadapi mantan klub yang dibelanya di Seri B yakni Brescia, Kozak kembali membuktikan ketajaman kepalanya, memanfaatkan umpan Ledesma dari sepak pojok, sundulannya tak mampu di hadang kiper Brescia. Namun usai mencetak gol kozak tampak tak memperlihatkan aksi selebrasi yang ebrlebihan yang biasa ia lakukan usai mencetak gol, biasanya ia berlari ke arah pendukung Lazio seusai mencetak gol, kali ini ia bersikap dingin dan tersenyum kala rekan-rekannya mendekati untuk merayakan golnya. Tampaknya Kozak bermaksud menghormati mantan timnya yang memberikannya kesempatan untuk bermain dan mencari pengalaman, mungkin juga ia bersedih karena golnya itu secara tidak langsung membuat brescia tim yang dulu ia bantu promosi ke seri A menjadi semakin terjerambab ke jurang degradasi.
Kesempatan bermain di timnas U-21 pun menjadi langganan untuk striker muda ini.Next melawan Bari, Kozak diharapkan kembali membawa Lazio meraih kemenangan, dengan Zarate atau Sculli bagi diri Kozak hanya satu, mencetak gol dan meraih tiga poin untuk sang elang!!(idr)


read more

Melawan Parma, Lazio banyak membuang peluang

, by idrayang

lini serang Lazio membuang banyak peluang
Ketika menghadapi Parma di laga seri-a Lazio tercatat mendapatkan 9 kali peluang emas untuk mencetak gol, 5 kali tendangan ke gawang, 8 kali tendangan yang jauh dari sasaran serta 6 tendangan yang berhasil di blok lawan.

Untuk catatan seperti itu, dengan hanya mampu mencetak 1 gol Lazio, berarti telah membuang banyak kesempatan yang membuat Biancoceleste gagal terus menempel ketat AC Milan.

Masalah ini timbul karena lini depan Lazio yang jauh dari top form, meski Floccari sukses mencetak gol penyeimbang namun setelah itu para penyerang Lazio lebih banyak menyia-nyiakan peluang.

Mauro Zarate terlihat begitu berhasrat mencetak gol namun rasa ingin mencetak gol tersebut malah membuat dirinya terlihat egois dan akhirnya mandul dipertandingan tersebut, percobaannya berkali-kali menemui jalan buntu. Meski begitu semangatnya patut di beri jempol.

Hanya saja pasukan elang terlihat kurang sabar dalam memainkan bola dan tampak terburu-buru dalam menciptakan sebuah gol. Hasil ini sempat membuat kecewa Edy Reja yang menilai para pemainnya seharusnya mampu membawa pulang tiga poin bila melihat peluang sedemikian banyak didapat oleh Lazio. Semoga dipertandingan berikutnya Edy Reja bisa membuat para pemainnya lebih sabar dalam mengatur ritme permainan dan membuat mereka tidak membuang banyak peluang.





Support Laziale...


read more

Preview : S.S Lazio vs Ass rioma

, by idrayang

Pekan ini Lazio akan menjalani partai Derby Della Capitale melawan musuh bebuyutan Ass Rioma, tetangga sebelah itu sedikit demi sedikit telah bangkit dari keterpurukannya, setelah kemenangan atas Lecce di seri-a, Rioma juga sukses mengalahkan Basel di Liga Champion. 

Lazio    Rioma


sisi lain Derby Della Capitale
Derby Della Capitale : dari waktu ke waktu
Serba serbi Derby Della Capitale

Di pihak Rioma, mereka kehilangan si TOT** namun tanpa kapten cengeng mereka rioma tercatat meraih hasil lebih baik ketimbang saat kanten mereka bermain, sedangkan Lazio harus rela memulai pertandingan tanpa aksi sang elang yang biasanya melakukan atraksi sebelum pertandingan kandang Lazio di Olimpico.

Namun sikap optimis menanti Derby ini telah di utarakan sang pelatih Edy Reja "Saya belum pernah mengalahkan Roma sebagai pelatih. Tetapi selalu ada yang pertama untuk segala hal," ujarnya kepada Mediaset.it.

Bagi kami, derby bukan sekedar laga. Ini adalah laga spesial yang paling penting tahun ini," tutup Reja.

Derby melawan Rioma adalah segalanya, partai ini bukan hanya sebuah pertandingan biasa, ini menyangkut gengsi dan kehormatan. 16.500 tiket dipastikan telah terjual sampai hari ini dan tribun Curva Nord telah ludes di pesan oleh para Laziali, bisa dibayangkan bagaimana animo tifosi Lazio untuk menyambut partai ini.
Support Laziale...
Musim lalu Lazio harus merasakan kekalahan di dua pertemuan derby, menyakitkan dan sangat memalukan. Kini saat yang tepat untuk sang elang mencabik-cabik kumpulan serigala. Kehadiran Hernanes di Lazio diharapkan bisa menambah daya juang Biancoceleste.

Ini adalah derby pertama gelandang asal brazil tersebut, dan Hernanes telah berucap akan mengeluarkan seluruh kemampuannya di derby ini, ditemani Mauri dan Brocchi serta Ledesma, Hernanes diharapkan mampu mematikan lini tengah Ass Rioma yang dikomandoi oleh De Rossi.

Menghadapi Ass Rioma tidak ada kata menyerah, para gladiator Lazio harus menunjukkan semangat bertempur hingga titik darah penghabisa. NON MOLLARE MAI!!!!



read more

TAHUKAH ANDA???

, by idrayang


DATA FAKTA LAZIO sampai 1 November 2010

Lazio membuktikan kapasitasnya sebagai pemuncak klasemen, Sejak skandal Calciopoli di tahun 2006, tidak ada satu klub pun yang mampu memimpin klasemen dengan perbedaan poin sebanyak 4 poin di giornata 9. Terakhir adalah Juventus yang saat itu memimpin dengan jarak poin 5 dari AC Milan pada musim 2005-06.

Saat Lazio meraih dua scudetto sebelumnya, Biancoceleste adalah pemuncak klasemen seri A di giornata 9. Di musim 1973-74 Aquilotti saat itu memimpin bersama Napoli and Juventus dengan poin yang sama, sedangkan musim 1999-00 Biancoceleste memimpin 3 poin dari Juve.

Sejak menangani elang biru langit, Edy Reja telah memenangi sembilan partai dari 13 partai tandang. Total rekor sang pelatih di Lazio adalah 15 kali menang 4 seri dan hanya 6 kali kalah.

Bek tengah Biancoceleste Giuseppe Biava adalah pemain keempat yang dikeluarkan wasit pada suatu klub yang menghadapi Rosanero musim ini. Biava tercatat telah tujuh kali terkena kartu merah selama karirnya di Serie A, terakhir ia kena sebelumnya adalah tanggal 28 November 2009 di derby Genoa.

Lazio telah memenangi empat laga tandang secara berturut-turut dan tidak kemasukan gol selama 341 menit ketika bermain di luar Olimpico. Terakhir Biancoceleste menang atas Palermo adalah 3-0 pada 27 Januari 2007.. Edy Reja sendiri sebelumnya belum pernah menang di pulau Sicilia dengan hanya mengantongi satu kali imbang dan 5 kali kalah.

Andre Dias telah mencetak 3 gol di masa karirnya di seri A, semuanya dicetak di saat partai tandang Lazio.


Support Laziale...
DATA FAKTA SERI A sampai 1 November 2010

Gol yang dicetak Del Piero pada partai melawan AC Milan adalah golnya yang ke 179, ini membuat Alessandro Del Piero menjadi pencetak gol terbanyak di kancah Seri-a dalam sejarah Juventus, Del Piero melewati rekor Giampiero Boniperti. Kapten Juventus itu sebelumnya tidak lagi mencetak gol diluar TUrin sejak 24 Mei 2009.

AC Milan sebelumnya tidak terkalahkan saat bermain di San Siro di kancah Serie A sejak 13 Desember 2009, terakhir Palermo yang mengalahkan Milan dengan skor 2-0.

Gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang Juve menjadi golnya yang ke 84 di Serie A serta gol pertamanya ke mantan klubnya Juventus di Italia. Sementara Alexandre Pato merayakan partainya yang ke 100 saat membela Milan. Sebuah rekor buruk sebagai seorang penyerang.

Tot** tercatat telah 10 kali di kartu merah dan diusir dari lapangan oleh wasit di kancah A, sedang di seluruh kompetisi tercatat 14 kali.

Lecce hanya sekali menang saat tandang ke Olimpico melawan Ass Rioma di Serie A, kemenangan satu-satunya yang di dapat adalah pada tanggal April 20 1986 dengan skor 3-2 dan membuat mereka meraih scudetto, bersama dengan 11 kalah dan dua kali imbang.

Ruben Olivera tercatat tiga kali menerima kartu merah di Serie A, partai lainnya dimana ia dikartu merah adalah di tahun 2005 di Sampdoria dan 2007 di Juventus.

Inter telah tiga kali menang berturut-turut atas tim Marassi tanpa kejebolan satu gol pun, dan mencetak delapan gol. Genoa tidak sekali pun mencetak gol ke gawang Nerazzurri, di tandang maupun kandang di Serie A, selama 455 minutes.

Gian Piero Gasperini sendiri sebagai pelatih Genoa belum sekalipun mengalahkan InterMilan, dia hanya mencatat tiga imbang dari delapan pertemuan.

Palermo hanya dua kali kalah. dari 30 laga terakhir kandang mereka selain kalah dari Lazio mereka juga kalah dari Inter pada 19 September. Rekor mereka di barbera adalah 19 menang dan 9 imbang.

Salah satu pemain berdarah Indonesia, Radja Nainggolan (keturunan Batak) mencetak gol debutnya di Seri A, Nainggolan mencetak gol debutnya pada saat Cagliari mengalahkan Bologna 2-0.

Paulo Vitor Barreto selalu tidak beruntung di Friulani. Selain kegagalan menendang penalti ke gawang Udinese semalam, ia juga gagal mencetak gol dari titik putih saat Bari ditahan imbang 3-3 pada 9 Mei 9. Samir Handanovic telah menahan 10 tendangan penalti di Serie A, sebelumnya ia menahan tendangan penyerang Inter Samuel Eto pada 11 September.

Brescia terpuruk dalam 5 kali kalah berturut-turut, disaat Beppe Iachini merayakan partainya yang ke-100 sebagai pelatih professional (dengan rekor 133 menang dan 92 imbang).

Cagliari merayakan kemenangan kedua meraka di 23 partai terakhir mereka di Seri A, dengan catatan 10 imbang dan 11 kalah. Rekor yang terlalu buruk bila dilihat dari mulut besar sang presiden.

Bologna belum pernah menang di Sant’Elia sejak hasil kemenangan 1-0 di 20 December 1998.

Parma belum pernah mencetak gol di kandangnya sendiri dalam waktu 287 menit. Blerim Dzemaili menerima kartu merah pertamanya dari 55 partai Serie A yang dijalaninya.


Sampdoria hanya kalah satu kali dari 17 partai terakhir di Serie A, bersama dengan 9 menangdan 7 seri. Mereka tak terkalahkan di Cesena sejak 13 Maret 1988. (football italia)


read more

Preview : Palermo vs Lazio

, by idrayang

Palermo  v  Lazio

Pembuktian
Malam ini adalah kesempatan bagi skuad Edy Reja untuk membuktikan bahwa Lazio berada di puncak klasemen seri-a bukanlah karena keberuntungan. Setelah berada di posisi pertama klasemen Liga Italia selama selama beberapa pekan terakhir, banyak omongan miring terhadap posisi Lazio tersebut.

Dua presiden klub seri-a, Zamparini dari Palermo dan Presiden Cagliari Massimo Cellino terang-terangan mengakui bahwa Lazio sebenarnya tidak lebih baik dari tim mereka, Cagliari telah ditundukkan, kini kesempatan untuk Lazio menaklukan Palermo dan membungkam Zamparini.

Menghadapi Palermo yang diasuh mantan pelatih Lazio, Delio Rossi bukanlah hal mudah, tim ini sejak kehadirannya di seri-a 2002 lalu selalu menjadi tim yang sulit dikalahkan Biancoceleste, terbukti di tiga pertandingan terakhir Lazio kesulitan mencuri angka. Lazio hanya mampu meraih satu poin di Olimpico sisanya kalah.

Apalagi kini Palermo berambisi untuk menjungkalkan Lazio, Lazio kini harus berhati-hati, meski seungguhnya kalah dalam pertandingan ini pun Lazio masih akan tetap berada di posisi puncak mengingat AC Milan telah di permalukan oleh Juventus semalam.

Bisa jadi malam ini konsentrasi Lazio lebih terfokus pada derby della capitale yang akan berlangsung minggu depan, namun untuk sementara Edy Reja harus bisa menaklukan Renzo Barbera sebagai pembuktian Lazio saat ini tidak bisa dianggap remeh, tiga poin wajib diraih untuk menjauhkan Lazio dari para pesaingnya.

  Palermo Last 10 results 
Oct 24 '10 Udinese Palermo 2-1 L
Oct 17 '10 Palermo Bologna 4-1 W
Oct 03 '10 Fiorentina Palermo 1-2 W
Sep 26 '10 Palermo Lecce 2-2 D
Sep 23 '10 Juventus Palermo 1-3 W
Sep 19 '10 Palermo Inter 1-2 L
Sep 12 '10 Brescia Palermo 3-2 L
Aug 29 '10 Palermo Cagliari 0-0 D
May 16 '10 Atalanta Palermo 1-2 W
May 09 '10 Palermo Sampdoria 1-1 D


Lazio Last 10 results 
Oct 24 '10 Lazio Cagliari 2-1 W
Oct 17 '10 Bari Lazio 0-2 W
Oct 03 '10 Lazio Brescia 1-0 W
Sep 26 '10 Chievo Lazio 0-1 W
Sep 22 '10 Lazio Milan 1-1 D
Sep 18 '10 Fiorentina Lazio 1-2 W
Sep 12 '10 Lazio Bologna 3-1 W
Aug 29 '10 Sampdoria Lazio 2-0 L
May 15 '10 Lazio Roma Udinese 3-1 W
May 09 '10 Livorno Lazio Roma 1-2 W

History Head-to-Head  
February 21, 2010 Palermo Lazio 3-1
September 27, 2009 Lazio Palermo 1-1
May 17, 2009 Palermo Lazio 2-0
December 20, 2008 Lazio Palermo 1-0
May 04, 2008 Lazio Palermo 1-2
December 23, 2007 Palermo Lazio 2-2
January 27, 2007 Palermo Lazio 0-3
September 17, 2006 Lazio Palermo 1-2
February 08, 2006 Palermo Lazio 3-1
September 25, 2005 Lazio Palermo 4-2



Support Laziale...


read more

Giornata 8, Pekan sempurna Lazio

, by idrayang

Giornata Lazio musim S.S Lazio ini telah membuat sebuah kejutan di seri-a. Setelah musim lalu sempat terpuruk dalam jurang degradasi, Lazio sukses mencatat start terbaik sejak klub ini berdiri tahun 1900. Anak asuh Edy Reja sukses mencatat rekor manis di awal musim ini.

Dengan mengalahkan Cagliari 2-1 di Olimpico minggu kemarin (24/10), Biancoceleste berarti telah mengumpulkan nilai 19 dari 8 kali bertanding hasil dari enam kali menang sekali imbang dan kalah. Catatan ini mengalahkan torehan terbaik Lazio sebelumnya pada musim 1973 dan musim Lazio scudetto di musim 1999/2000.
Pada musim 1972/73, Lazio asuhan Tommaso Maestrelli mengumpulkan poin 13 hasil dari 5 menang dan tiga imbang. Namun saat itu poin masih dihitung dua tiap kemenangan. jika dikonversi ke perhitungan poin sekarang jumlah menjadi 18 poin, sayangnya diakhir musim Lazio hanya meraih peringkat ke 3.

Support Laziale...
Musim 1999/2000 dibawah kepemimpinan Sven Goran Erickson di giornata 8 Lazio meraih 17 poin (lebih rendah 2 dari sekarang) namun sebuah gelar scudetto diraih pasukan Lazio musim ini, dan itu adalah yang terpenting daripada sebuah rekor.

Bukan hanya itu, empat kemenangan beruntun yang didapat juga mengembalikan yang hilang sejak 2007, Lazio sejak 2007 belum pernah melakukan empat kemenangan berturut-turut. Juga empat kali berturut-turut menjadi capolista (belum lagi terlihat sejak 10 tahun).

Muslera pun mencatatkan rekor tersendiri dengan berhasil menjaga mistar gawang lazio dari kebobolan selama 352 menit, meski masih kalah dari rekor Pulici dan Marchegiani, namun Muslera mampu melewati rekor Peruzzi dan menjadikannya berada di posisi ketiga kiper Lazio yang mampu clean sheet dalam rentang waktu 352 menit.

Meski begitu Reja masih belum mau mengatakan bahwa tim ini bisa mendapatkan scudetto, bagi pelatih veteran itu scudetto belumlah menjadi target Lazio sekarang, lazio saat ini lebih berkonsentrasi untuk meraih posisi ke-6 di Lega calcio.



read more

REVIEW : Bari vs Lazio 0 - 2

, by idrayang


Malam yang indah kembali hadir, Lazio sukses merebut kembali capolista serta membalaskan dendam atas kekalahan musim lalu di Olimpico dari Bari. Dua gol masing-masing dari Hernanes dan Floccari membuat sang elang kembali memuncaki klasemen sementara lega calcio 2010/2011.

Biancoceleste tampil dengan seragam tandang mereka hijau gelap (army color), sementara Bari dengan warna kebanggaan mereka putih-putih. Pertemuan kali ini ada pertemuan ke-40 antara Bari vs Lazio, Lazio 12 kali menang atas Bari, begitu juga sebaliknya, sisanya 15 kali Lazio dan Bari imbang.



Bari 0 - 2 Lazio

jalannya pertandingan
Babak pertama berlangsung tanpa gol, kedua tim bermain sedikit berhati-hati. Lazio sempat membuka peluang lewat playmakernya Hernanes. Tendangan jarak jauh kaki kiri Hernanes hanya menyamping sedikit dari kanan gawang Bari.

Permainan yang terlalu lambat membuat Edi Reja mengintruksikan pemainnya untuk lebih bermain cepat.

Peluang kembali didapat Lazio, umpan Ledesma lewat tendangan bebas berhasil ditanduk oleh Dias yang maju kedepan, sayang meski berhasil menyundul bola namun arah bola masih jauh dari target.
Babak kedua masih berjalan lambat dan membosankan sebelum akhirnya Hernanes membuka kebuntuan Lazio lewat golnya memaksimalkan umpan terukur Mauri. Hernanes melepaskan tendangan menyusur tanah yang tak mampu diantisipasi Jean-Francois Gillet.

Selanjutnya Zarate yang mendapat giliran menebar maut di pertahanan Bari, umpan lambung ditahan dada oleh Zarate, zarate langsung menembak bola, sayang tendangan kerasnya hanya menyamping.
Menit ke 61', berawal dari umpan Lichtsteiner dari sisi kanan Lazio, bola berhasil di buang bek Bari, namun jatuh tepat di depan Mauri yang langsung mem-voli bola, meski arah bola jauh dari gawang tapi Floccari yang berdiri tepat di arah bola langsung menyambar bola dengan lututnya, bola pun berubah arah dan kiper Gillet yang sudah salah langkah tak mampu menepis bola yang lewat diatas kepalanya.GOAL!! 2-0 lazio memimpin.
Unggul 2-0, Lazio sedikit melemahkan daya serang mereka, otomatis Lazio lebih banyak diserang. Pemain pengganti Jose Castillo berhasil menyundul bola kearah gawang, beruntung Muslera dengan sigap berhasil menangkap bola sebelum masuk ke gawang.
Support Laziale...
Menit ke 79' reja menarik Hernanes menggantinya dengan bresciano.

Castillo kembali memiliki peluang emas, sundulannya memanfaatkan umpan sepak pojok hampir saja menjadi gol, sayang usahanya digagalkan oleh tiang gawang Lazio, bola muntahan dibuang keluar oleh bek Lazio.

Kemenangan 2-0 tampaknya sudah cukup bagi reja, ia kembali menarik salah satu penyerang Lazio di menit ke 85' dan menggantinya dengan bek Diakite untuk lebih memperkuat lini belakang

Untuk ketiga kalinya Castillo memilki peluang emas, sebuah kerja samanya dengan rekannya membuat Castillo hanya berhadapan dengan Muslera, lagi-lagi usahanya gagal kali ini tendangannya masih jauh dari gawang.

Peluang terakhir di dapat Bari, Sergi Almiron melepaskan sundulan tepat di pelukan Muslera. Peluit akhir pun di bunyikan dan Lazio kembali memuncaki klasemen Lega Calcio untuk kedua kali dalam dua minggu berturut-turut.

Semoga keindahan malam ini tidak hanya sampai di minggu ini, elang harus terus terbang!! Forza LAZIO!!!





 

BARI-LAZIO 0-2 (0-0)

scorer : 52' Hernanes, 61' Floccari

BARI (4-4-2): Gillet, Belmonte, A. Masiello, Parisi, S. Masiello, Parisi, S. Masiello; Rivas (68' D'Alessandro), Gazzi (68' Donati), Almiron, Ghezzal; Barreto, Kutuzov (62' Castillo)

cadangan : Padelli, M. Rossi, Pulzetti, Caputo.

LAZIO (4-2-3-1): Muslera, Lichtsteiner, Biava, Dias, Radu, Brocchi, Ledesma, Zarate (85 'Diakite), Hernanes (79' Bresciano), Mauri, Floccari(90 'Rocchi).

cadangan : Berni, Garrido, Gonzalez, Foggia.

Referee: Gianluca Rocchi
Assistants: Niccolai, Papi



read more

Fokus Pemain : gol itu pun hadir kembali :)

, by idrayang


Setelah lebih dari Tujuh  Bulan!

Sempat membuang tiga peluang dibabak pertama membuat Zarate terlihat frustrasi dan kesal. Tiang gawang pun menjadi sasaran kekesalannya. Wajar bila hal itu dilakukan Zarate, sebagai seorang striker tugasnya adalah mencetak gol sebanyak mungkin, namun sejak tujuh bulan lebih ia tak mampu melaksanakan tugasnya. Zarate mandul dan mulai banyak yang meragukannya.

Terakhir Zarate mencetak gol bulan Februari ketika partai Parma Lazio yang dimenangi Lazio dengan skor 2-0, Zarate mnencetak satu gol memanfaatkan umpan dari Floccari. Setalah itu Zarate seakan kehilangan sentuhannya, padahal di musim pertamanya ia menunjukkan bahwa ia salah satu striker tajam di seri-a.

Gol itu hadir
Dan semalam Zarate berhasil menghapus kutukan bagi dirinya, gawang chievo yang di jaga Sorrentino menjadi sasaran Zarate menutup masa kemandulannya. Dan Zarate pun merayakan golnya itu dengan suka cita bahkan hingga meneteskan air mata!!

Zarate mengakui kalau dirinya sangat merindukan untuk mencetak gol, dan ia senang golnya bisa membuat Lazio meraih kemenangan. Zarate pun berterima kasih kepada rekan setim dan staaf yang selalu mendukungnya.Support Laziale...
Thanks to Mauri

Selain Zarate pemain yang layak menjadi sorotan adalah Stefano Mauri, zarate patut berterima kasih kepada Mauri, berkat umpan manisnya Zarate dengan mudah mencetak gol pertamanya di musim ini. Sebelumnya di babak pertama Mauri juga memberikan umpan yang terukur kepada Zarate, namun sayang Zarate gagal memanfaatkannya dengan baik.

Mauri menjadi pemberi assist terbanyak dengan 3 assist, Rocchi dan pemain anyar baru Lazio asal Brazil, Hernanes masing-masing satu assist. Semoga saja Mauri dan Zarate bisa menjaga penampilan mereka dan memberikan hasil yang positif untuk Lazio.




read more

Benvenuto Lega Calcio!!

, by idrayang


Tak terasa akhir bulan ini Lega Calcio atau biasa dikenal di Indonesia dengan nama Liga Italia Seri-a akan segera bergulir lagi! Walau tak ada stasiun televisi lokal yang menampung dan menayangkan secara langsung, tapi intrik2 dan atmosfir liga italia, baik di lapangan maupun teras stadion selalu membuat saya rindu!
Harus diakui Liga Italia memiliki peranan penting dalam catatan sepakbola di hidup saya, disinilah saya mengenal klub yang kini menjadi kebanggaan dan favorit saya yakni SS. LAZIO, klub dengan warna kebanggaan biru langit dan lambang burung Elang dengan perisai dibawahnya.
Kenapa mencintai klub luar negeri bukan klub lokal?
Saya juga bingung kenapa harus mencintai klub luar negeri ketimbang klub lokal seperti Persija yang jelas-jelas klub kebanggaan kota kelahiran saya Jakarta. Untuk hal ini mungkin jawaban yang cocok adalah saya mencintai Sepakbola Indonesia tetapi saya tidak memiliki fanatik kedaerahan dengan sangat mencintai suatu klub dan membenci klub pesaingnya apalagi membenci supporter lawan seperti yang saya lihat akhir-akhir ini di dunia sepakbola Indonesia. Saya suka dengan Persib, Persija, Arema, Persipura ataupun Sriwijaya FC dll dan berharap Liga Indonesia bakal bisa seperti Liga Italia ataupun Liga besar lainnya. amin...
Kembali ke Liga Italia.
Partai pertama akan di langsungkan pada tanggal Minggu, 29 Agustus 2010, dengan partai-partai sebagai berikut :
Bari vs Juventus
Bologna vs Inter
Chievo vs Catania
Fiorentina vs Napoli
Milan vs Lecce
Palermo vs Cagliari
Parma vs Brescia
Roma vs Cesena
Sampdoria vs Lazio
Udinese vs Genoa
Support Laziale...
Mengingat Liga Italia tidak akan disiarkan oleh Stasiun lokal, maka mau tak mau nobar menjadi alternatif bagi para pecinta lega calcio, terutama mereka yang telah tergabung dalam suatu komunitas pecinta klub liga italia. Namun bagi mereka yang telah berlangganan tv berbayar yang menayangkan liga italia maka secara otomatis mereka mempunyai hak khusus untuk menonton langsung liga italia di rumah mereka sendiri. Tapi suasana nobar jelas lebih menarik bagi mereka yang lebih senang menonton bareng sambil bernyanyi dan berteriak keras mendukung klub kebanggaan mereka.

Untuk para pecinta Lazio, khususnya yang bertempat tinggal di Jakarta bisa menghadiri nonton bareng di D'nanta Bistro yang beralamat di Jl. Panglima Polim IX, No. 18 untuk infonya silakan klik disini NOBAR JAKARTA

Untuk Yogya bisa ikut nobar di NEW GEYJHEZZ (jl.selokan mataram pringgolayan no8). utara OUTLET BIRU LAMA. info klik disini NOBAR YOGYA

Jadi .. Benvenuto LEGA CALCIO!!!! FORZA LAZIO!!!!!!!!!!!!


read more

The Best Goals Lazio 2009/2010 : video kompilasi

, by idrayang

Sebelumnya IndieLaziale membuat voting untuk dipilih oleh para Laziale yang manakah yang pantas menjadi gol terbaik Lazio di musim lalu.

Setelah berapa minggu berlalu, voting pun berakhir dan terpilihlah gol
terbaik itu. Lalu gol makah yg pantas di sebut gol terbaik musim lalu, berikut ini adalah video kompilasi gol-gol terbaik Lazio dari urutan 10 sampai 6.



Berikut daftar gol terbaik musim 2009/2010 versi Indielaziale
10. Gol Rocchi (Lazio vs Atalanta 1 - 0)
9. Gol Christian Brocchi (Livorno vs Lazio 1 -2)
8. Gol Stefano Mauri (Lazio vs Elfsborg 3 - 0)
7. Gol Aleksandar Kolarov (Lazio vs Genoa 1 - 0)
6. Gol Julio Cruz (Lazio vs Siena 2 - 0)

Masuk ke posisi 5 - 1, tercatat tiga gol dari Sergio Floccari masuk ke dalam 5 besar.



5. Gol Mauro Zarate (Lazio vs Elfsborg 3 - 0)
4. Gol Sergio Floccari (Lazio vs Napoli 1 - 1)
3. Gol sebastiano Siviglia (Lazio vs Fiorentina 1 - 1)
2. Gol Sergio Floccari (Genoa vs Lazio 1 - 2)

dan Gol terbaik adalah gol dari Sergio Floccari dimana gol terjadi di pekan terakhir melawan Udinese, gol terjadi lewat sepakan dari luar kotak Penalti oleh Floccari setelah sebelumnya melakukan sentuhan satu dua dengan Rocchi.

1. Gol Sergio Floccari (Lazio vs Udinese 3 - 1)
Support Laziale...


read more

Finalis 2006 pun meringis

, by idrayang


Italia dan Perancis akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal lebih dahulu kepada Piala Dunia. Dua Finalis Piala Dunia 2006 ini harus tersingkir secara menyakitkan, menempati juru kunci di grup dan dipermalukan oleh tim-tim yang notabene berada jauh di bawah mereka.
Siapakah yang harus disalahkan?

Banyak yang mengatakan bahwa kedua tim memiliki masalah yang sama, yakni sifat keras kepala kedua pelatih, Raymond Domenech di Perancis dan Marcello Lippi di Italia.
bukti kebencian pendukung perancis kepada DOmenech

Perancis dengan seorang Domenech
Kiprah Perancis di Piala Dunia sebenarnya sudah bisa ditebak tidak akan lama bertahan mengingat kondisi skuad Perancis yang tidak harmonis serta proses negatif mereka menuju Piala Dunia ditambah lagi kepemimpinan Pelatih Domenech yang tak bisa untuk dibanggakan.

Bukti sikap buruk Domenech sebenarnya sudah terlihat setelah Piala Dunia 2006. Domenech memperlihatkan sikap diktatornya dengan tetap memaksakan memanggil seorang Claudio Makalele ke timnas Perancis, meski Makalele jelas-jelas sudah mengundurkan diri dari timnas Perancis. Jose Mourinho yang saat itu menjadi pelatih Makalele di Chelsea menyebut Domenech memeperlakukan seorang Makalele seperti budak.
Lalu apa kata Domenech?
"Selama ia masih bisa berjalan, ia akan bermain. Saya memiliki hak untuk memanggil dia"
Hasil buruk di Euro 2008 dan Piala Dunia 2010
Sikap keras kepala Domenech akhirnya menjadi bumerang dan Perancis gagal total di Euro 2008 dan menjadi juru kunci Grup C Euro 2008 dibawah Belanda Italia dan Romania.

Mendapat hasil buruk di Euro 2008 tidak merubah sifat Domenech dan anehnya jajaran petinggi Perancis masih mempercayakan Pelatih kelahiran 1952 itu meski Perancis gagal total di Euro 2008.

Di Kualifikasi Piala Dunia 2010, Perancis hampir gagal ke putaran Final Piala Dunia di Afrika Selatan. Perancis beruntung bisa lolos ke Piala Dunia karena sikap curang Henry yang memegang bola terlebih dahulu sebelum akhirnya memberikan assist kepada Gallas dan membuat Irlandia menangis karena wasit Martin Hansson menganggap gol itu sah.
Domenech dan Henry, dua aktor penting Perancis di PD 2010

Di putaran Final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, ternyata Perancis harus menyia-nyiakan perjuangan mereka di kualifikasi, Perancis harus menangis dan pulang lebih cepat setelah bermain buruk. Mereka menjadi juru kunci di grup A, Bermain imbang 0-0 dengan Uruguay, kalah 0-2 dari Mexico, dan takluk 1-2 dari tuan rumah Afrika Selatan.

Zidane pun berbicara
Buruknya performa tim asuhan Domenech saat melawan Uruguay membuat Zinedine Zidane sang legenda Perancis angkat bicara, salah satu orang yang terkena sentil Zidane adalah Raymond Domenech "Raymond Domenech 'bukan pelatih' dan bahwa 'tidak ada kerja sama' antara pemain Perancis."

Berbicara di Canal Plus, mantan Real Madrid dan Juventus berucap "para pemain perancis harus mengambil tanggung jawab untuk diri mereka sendiri' dan 'harus menempatkan ego Anda ke satu sisi' agar Prancis bersinar di Afrika Selatan."

Setelah itu penderitaan Perancis berlanjut, melawan Mexico mereka harus takluk 0-2 yang membuat perjuangan semakin berat, ditambah konflik internal yang terjadi antara Anelka dan Domenech, Anelka pun dipulangkan ke Perancis sementara kapten mereka Patrick Evra bersitegang dengan staff pelatih Robert Duverne saat berlatih yang membuat Robert Duverne mengundurkan diri dan para pemain pun memboikot latihan itu.

Duka Perancis memuncak ketika mereka dipastikan tersingkir dari Piala Dunia setelah dipukul Afrika Selatan 2-1, hasil buruk ini membuat muka Perancis tercoreng. Lebih buruk lagi Domenech memperlihatkan sikap jeleknya yang lain ketika menolak berjabat tangan dengan pelatih Afrika Selatan Carlos Alberto Pereira. jadi cukup pantas menyalahkan seorang Domenech bila menilik perjalanan Perancis.
Domenech ketika menolak jabat tangan dari Pereira

timnas Perancis pulang kampung

Bukan tidak mungkin disaat pendukung Perancis menangis karena hasil buruk timnas mereka, dilain tempat pendukung Irlandia bersorak gembira... itulah sepakbola, satu sisi menangis satu sisi lagi tersenyum manis.





Support Laziale...


read more

Followers