Rocchi il'Capitano

, by idrayang



Usia memang sudah tua, bila dibandingkan tridente Lazio lainnya macam Zarate, Pandev atau Foggia, usia Rocchi memang jauh diatas mereka. Namun semangat dan keyakinan membuat Rocchi selalu bermain seperti pemain muda yang ngotot untuk bermain.

Rocchi sang kapten Lazio memang patut menjadi contoh buat para striker Lazio lainnya, memiliki tekad kuat serta sikap profesionalitas yang tinggi.

Musim ini Rocchi membuktikan dirinya masih pantas menjadi andalan Lazio, ketajamannya belum habis kecepatannya masih bisa menandingi bek-bek Klub papan atas Seri-a, bukti terlihat saat mencetak gol di partai Piala Coppa melawan Juve, ia memenangkan adu sprint dengan bek Juve dan timnas Italia Chiellini yang masih berdarah muda.


Rocchi membuat catatan hebat dengan mencetak 6 gol saat ia menjadi cadangan, total 9 gol telah ia berikan untuk Lazio hingga pertandingan terakhir.
Rocchi sendiri sempat cedera di awal musim ketika membela Italia di pentas Olimpiade dan si bulan Januari lalu.
Namun semua itu tidak mencegahnya untuk terus memberikan yang terbaik untuk Lazio.

Rocchi musim ini bermain lebih sedikit, ia bermain selama 18 partai dengan 1037 menit, 9 kali ia bermain sebagai pemain inti dan 9 berawal dari bangku cadangan. 4 kali ia digantikan oleh pemain cadangan. Ini berarti sejak seri-a musim ini digulir ia hanya 5 kali merasakan bermain full 90 menit. Bila dihitung rata-rata menit ia bermain dan membandingkan dengan Bomber lainnya seperti Gilardino, Milito serta Ibrahimovic maka Rocchi dinilai tidak buruk alias memuaskan.

Dua gol terakhir Rocchi ke gawang Napoli membuat koleksi golnya bersama Lazio menjadi 82, rata-rata gol il'capitano pun menakjubkan 18 gol per musim untuk Lazio di seluruh kejuaraan yang di ikutinya.

Rocchi memiliki nyali seperti Rocchi Balboa, pantang menyerah, ngotot dan bersikap Professional.


Followers