,
by
idrayang

Kejar rekor gol.
Zarate memulai musim ini dengan penampilan yang sensasional, meski penampilannya sempat menurun di pertengahan musim namun secara keseluruhan pemain yang masih berstatus pinjaman dari klub Al-Sadd ini bermain gemilang di musim perdananya di seri-a.
Kini Zarate memiliki ambisi pribadi untuk mengejar rekor mantan striker Lazio, Marcelo Salas. Striker Lazio asal Chili itu mencetak 15 gol di musim pertamanya bersama Lazio (1998/1999). Sampai kini belum ada striker asing Lazio yang mampu mencetak gol sebanyak itu di musim pertamanya sejak tahun 1980. Salas sendiri telah mengakuti kehebatan dari Zarate.
Sampai pertandingan terakhir Mauritoo telah berhasil mencetak total 14 gol (12 di seri-a dan 2 di coppa), Zarate hanya butuh 2 gol lagi untuk melewati rekor yang dipegang Salas.
Melihat penampilan Zarate yang sedang on fire, kemungkinan besar Zarate untuk melewati rekor Salas sangatlah terbuka lebar, bila Zarate berhasil ia akan mencetak sejarah untuk Lazio di musim pertamanya. (Idr)
read more
,
by
idrayang

Salas yang hadir menonton partai derby antara SS. LAzio vs AS Roma Merda kembali berkomentar tentang Mauro Zarate, pemain Argentina yang menurut Salas beberapa saat sebelum Derby akan menjadi aktor penentu di Derby tersebut.
Sang Matador (julukan salas) memuji permainan Zarate "Mauro mencetak gol yang benar-benar luar biasa, pergerakan yang cepat, cerdas, memiliki tendangan yang keras dan akurat. applause untuk golnya, penentu dalam pertandingan yang penting, indah dan kemenangan yang pnatas tuk diraih, yang membuat saya bahagia."
Salas memang saat ini berada di Italia untuk mengundang beberapa mantan rekannya sesama pesepakbola untuk berpartisipasi di pertandingan terakhir dirinya sebagai seorang pemain sepak bola yang akan di langsungkan di Santiago, Chili.
"Hanya tinggal Seorang Simone Inzaghi yang tersisa di Lazio saat ini yang menjadi kompatriot saya dulu."
Memang hanya Simone Inzaghi yang masih bertahan di Lazio saat ini , meski ia sempat dipinjamkan ke beberapa klub dan hanya menjadi lapis kedua di Lazio namun Simone tetap setia bersama Lazio.
Bagi Salas, Lazio adalah tempat dimana ada hal yang tak bisa dilupakan, masa-masa ia meraih scudetto bersama Lazio saat yang begitu lama dimipikan para Laziale. Tempat dimana anak-anaknya lahir, tempat dimana ia mendapatkan segalanya dan tempat dimana ia harus bersyukur. (la lazio siamo noi)
Forza Salas
Forza Lazio.
read more
,
by
idrayang

Bila anda betul-betul seorang Laziale, anda pasti mengingat dan mengenal siapa itu Marcello Salas!
Yup Salas adalah salah satu anggota skuad Lazio musim 1998 - 2001, saat itu adalah masa keemasan Lazio, berbagai gelar diraih saat itu Scudetto, Piala Italia, Piala Winner, Piala Super Italia, Piala Super Eropa.
Kini salah satu pahlawan Lazio tersebut telah memutuskan pensiun pada akhir musim kompetisi utama Chili berakhir. Salas memutuskan pensiun di usia 33 tahun dan klub terakhir yang dibelanya adalah Universidad de chile yang tak lain juga klub pertama yang dibelanya saat memulai kiprah di dunia sepakbola profesional. Namun Salas diharapkan tidak berhenti dari dunia sepakbola, Presiden Universidad de chile berharap Salas akan memegang salah satu jabatan tertentu di klub tersebut.
Salas dibeli lazio seharga 18 juta dollar AS (Rp. 215 Milyar) dan Lazio tidak percuma mentransfernya dari klub Riverplate setelah permainan cemerlangnya di Piala Dunia 1998, duetnya bersama Ivan Zamorano saat itu betul-betul membuat lazio kesemsem.
Masih terlintas jelas bagaimana aksi Salas saat mencetak gol ke gawang Manchester United di Piala Super Eropa 1999 yang membuat Sir Alex Ferguson sempat kepincut kepadanya. Sepakan kaki kirinya membuat seluruh Laziale bergemuruh dan menjadikan Lazio salah satu klub ditakuti saat itu.
Semoga saja ada penerus Salas di Lazio yang akan memberikan yang terbaik untuk Lazio. 4za Lazio.
read more