Serie A statistics minggu ke-37...

, by idrayang


2 gol Hernanes dan masing-masing satu gol dari Rocchi dan Biava membawa Lazio tetap membuka peluang mereka ke Liga Champion musim depan, dengan hanya berbeda 2 poin dari Udinese yang berada di posisi keempat, dan sisa 1 laga terakhir Lazio berharap mampu meraih poin penuh di partai terakhir melawan Lecce dan Udinese tersandung ketika menjamu peraih scudetto AC Milan.

1 penalti diberikan oleh wasit akhir pekan lalu. Marco Di Vaio bisa saja membawa Bologna memimpin atas Fiorentina bila penaltinya tak gagal. Namun, tendangan penaltinya pergi melebar dan Fiorentina-Bologna berakhir 1-1. 13 penalti yang didapat Rioma membuat mereka pengoleksi terbanyak hadiah dari sang pengadil lapangan.

2 kali menang berturut-turut (vs Lazio dan Chievo) telah menempatkan Udinese di posisi pole finish empat besar untuk pertama kalinya sejak tahun 2005. Pada hari Minggu, Udinese mencetak gol di masing-masing babak untuk mengalahkan Chievo menjauh. Catania berhasil mempecundangi Rioma 2-1 dan mengumpulkan 10 poin dari 12 yang tersedia terakhir. Sementara itu, gelandang Parma Sebastian Giovinco mencetak gol ketika melawan mantan klubnya untuk membuang Juve keluar dari perebutan jatah tiket kompetisi Europa musim depan. Parma kini tak terkalahkan dalam lima partai terakhir mereka (empat kemenangan dan satu seri).

3 tim - Bari, Brescia dan Sampdoria - terdegradasi ke Serie B. Dalam derby selatan, Bari dipukuli dikandang oleh Lecce untuk melanjutkan kekalahan kelima mereka. Untuk Lecce, ini adalah kemenangan kedua berturut-turut, menyusul kemenangan 2-1 di kandang Napoli. Cesena mengalahkan Brescia 1-0 untuk mencatat kemenangan kedua mereka berturut-turut. Brescia tanpa kemenangan dalam enam partai terakhir mereka (dua kali seri dan empat kekalahan). Sementara ucapan selamat tinggal untuk Sampdoria yang harus kembali merasakan aroma seri-B.

4 kekalahan berturur-turu untuk Cagliari yang dilumpuhkan oleh juara baru AC Milan 4-1 di San Siro, pada sabtu malam. Secara keseluruhan, Cagliari yang tanpa kemenangan di enam partai terakhir mereka(dua kali seri dan empat kekalahan).

21 tahun harus dilewati oleh Napoli untuk kembali lolos ke Liga Champions lagi. Pada hari Minggu, mereka membutuhkan angka ketika mereka menjamu Inter untuk memastikan sebuah akhir-tiga besar. Akhirnya, mereka mendapatkan tempat setelah menahan imbang sang juara bertahan setelah sebelumnya tertinggal lebih dulu oleh gol dari Samuel Eto'o. Untuk Inter, ini adalah hasil imbang pertama mereka setelah tiga kali menang berturut-turut.

27 gol yang dicetak pada minggu ke-37: 15 yang berasal dari tuan rumah dan sisanya 12 dari para tamu. Pemain asing memberikan kontribusi dengan 17 gol dan ada 12 gol babak pertama. Jumlah gol sejauh ini adalah 918. Loria (Rioma), Pinilla (Palermo) dan Ramirez (Bologna) datang sebagai pemain pengganti dan mencetak gol. Striker Udinese Antonio Di Natale masih merupakan top scorer sementara di Serie A dengan 28 gol. (timesofmalta)

Support Laziale...

Followers