Ayah Materazzi melatih di Yunani

undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
|
|
|
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
Lazio: Carrizo, Belleri (46' Meghni), Cribari, Radu, Diakite, Lichtsteiner, Dabo (80' st Foggia), Ledesma, Del Nero (46' Pandev), Zarate, Rocchi.
cadangan : Muslera, Rozehnal, Firmani, Manfredini
D. Rossi
Gol9', 55' Di Natale, 15' Quagliarella, 60' Zarate, 72' Diakite, 85' Ledesma
undefined undefined, undefined by idrayang
|
|
|
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
undefined undefined, undefined by idrayang
Rocchi merasa dia sedikit tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Rossi, walau begitu ia masih mencaoba sabar, dan kini kesempatan untuk tampil semakin besar setelah andalan lazio dari Macedonia Goran Pandev mengalami cedera.
Lazio sendiri telah tiga kali menang dari enam kali dalam lawatan mereka ke kandang lawan dimusim, dan kini Lazio mencoba bangkit untuk meraih keempat kalinya kemenangan di kandang lawan demi memperbaiki peringkat mereka di klasemen.
Rossi akan kembali memainkan Stefan Radu dan Gelandang Cristian Ledesma yang di partai terakhir absen setalah terkena akumulasi kartu, jadi Aleksander kolarov dan Mourad Meghni akan duduk manis di bangku cadangan.
Christian Manfredini diharapkan dapat mengambil alih posisi Ousmane Dabo in di sektor tengah sementara Fabio Firmani, Matuzalem dan Sebastiano Siviglia bersama Pandev harus menjalani perawatan setelah mengalami cedera.
Bek Atalanta Thomas Manfredini yakin tim mereka akan kembali ke jalur yang benar setalah kegagalan di minggu kemarin. Atalanta mengalami kekalaha kelima kalinya saat tandang ke Reggina dan mencoba mengulang penampilan baik mereka di awal musim.
Veteran striker Christian Vieri telah sembuh dari flu dan akan berharap dapat tampil saat menghadapi mantan klubnya.
Alessio Cerci, Luca Cigarini dan Antonino D'Agostino kembali di ruang perawatan..
undefined undefined, undefined by idrayang
Sergio Zarate, kakak kandung sekaligus manajer dari Penyerang Lazio Mauro Zarate,
menegaskan bahwa tentang rumor yang beredar tentang Zarate dan Real Madrid adalah bohong, ia mengatakan : "para fans lazio (laziale.red) tidak usah mendengarkan isu ini; saya konfirmasikan bahwa Zarate saat ini hanya memikirkan tentang Lazio; kami telah berbicara dengan Lotito beberapa minggu lalu dan tak ada lagi yang perlu dibicarakan. Mauro sedang berkonsentrasi di lapangan dan masa depannya adalah bersama Lazio".
" hope so, coz he is my new idol"
"4za Lazio, 4za zarate, 4za Laziale...."
undefined undefined, undefined by idrayang
Di dirikan pada tanggal 9 Januri 1900 oleh 9 orang dengan diketuai oleh Luigi Bigirarelli, dengan nama "Societa' Podistica Lazio" yang awalnya untuk olahraga balap. Dua tahun kemudian, di tahun 1902, Bruno Seghettini, staff dari Racing Club Paris, mengenalkan olah raga sepakbola kepada tim Lazio. Mereka akhirnya memulia mengenalkan Sepakbola di kota Roma dan membuat Klub Lazio, dan mereka tak terkalahkan. bahkan mereka ikut serta dalam Turnamen Nasional.
Di tahun 30-an, Lazio memiliki Penyerang terbaik Italia dalam sejarah sepakbola, Silvio Piola, yang sampai saat ini rekornya belum terkalahkan dengan 143 gol.Gelar pertama Lazio datang pada tahun 1958 dengan Pelatih Bernardini dan kapten Lovati Lazio merengkuh Piala Coppa, terima kasih pada Prini atas golnya di final saat melawan Fiorentina.
Gelar yang paling ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, 16 tahun kemudian tepatnya di musim 1973/1974 Lazio menggapai scudetto untuk pertama kalinya, dua tahun setelah Lazio kembali ke seri-A setelah sempat mencicipi seri-B. Skuad Lazio saat itu adalah : Pulici, Petrelli, Martini, Wilson, Oddi, Nanni, Garleaschelli, Re Cecconi, Chinaglia, Frustalupi dan D'Amico.
Masa keemasan Lazio adalah saat Lazio di pegang oleh Sergio Cragnotti yang memegang Lazio sejak 1992 yang menginvestasi puluhan milyar, ditangannya Lazio menjelma menjadi salah satu klub elit di Italia dan Eropa.
Di musim 1997/1998, Cragnotti dengan Pelatih Sven Goran Ericksson memulai era baru Lazio dengan membeli beberapa pemain dengan mental juara seperti, Almeyda, Mancini dan Jugovic dipadu dengan pemain bintang binaan Lazio Alessandro Nesta namun harus mengorbankan seorang kapten Lazio yaitu Giuseppe "Beppe" Signori dan hasilnya Lazio memenangkan gelar Coppa Italia untuk kedua kali dengan mengkandaskan Milan pada tanggal 29 April 1998.
Tim yang ditangani Erickson hampir saja kembali merengkuh gelar lainnya, yaitu Piala UEFA. Sayangnya Lazio harus kandas oleh Inter Milan yang saat itu masih di bela Ronaldo pada 6 Mei 1998.
Musim berikutnya, 1998/99, dimulai pada 29 Agustus 1998 dengan hadirnya para pemain berkelas yaitu Salas, Vieri, Mihajlovic, dan pemain muda Stankovic Lazio menambah koleksi gelar juara dengan merengkuh Supercoppa dan di kota Milan Lazio membalaskan dendam atas Inter dengan mengalahkan Inter di Final Coppa Italia. Saat itu pula Lazio menjadi penguasa abadi atas Piala Winner berkat gola dari Vieri dan Pavel Nedved.
Musim 1999/2000, musim yang tak mungkin terlupakan, Lazio dipenuhi oleh beberapa pemain baru berlabel bintang meski Vieri harus meninggalkan Lazio, namun Cragnotti mendatangkan Veron, Sensini, Simeone dan Simone Inzaghi. kemudian di bulan Desember Fabrizio Ravanelli datang dari Olimpic Marseile.
Saat itulah Lazio mengguncang Eropa, dan menorehkan tinta emas dengan mengalahkan Manchester United lewat gol Marcelo Salas yang masuk menggantikan Simone Inzaghi yang cedera setelah disikut Stam dan meraih gelar Piala Super Eropa.
Lazio belum berhenti membuat kejutan, Scudetto mampu diraih dan menjadi prestasi terbesar di masa keemasan Lazio. Ditambah lagi Lazio saat itu merengkuh scudetto dengan pencapaian prestasi yang sangat luar biasa, saat itu Lazio tertinggal 10 poin dengan hanya tersisa 8 pertandingan dari Pemuncak klasemen Juventus suatu sejarah baru sebuah tim dengan jarak begitu besar mampu mengejar dan menjadi Scudetto sekaligus mematahkan dominasi Milan (5 Scudetto) Juve (3) di 8 musim terakhir.
Lazio yang harus meraih penuh di pertandingan akhir mampu meraih poin penuh dengan mengkaghajar Reggina 3-0 lewat gol Simone Inzaghi dari titik putih disusul Veron juga dari penalti dan terakhir Simeone melengkapi kemenangan Lazio di Olimpico. Sementara di Perugia partai Perugia vs Juve di tunda karena cuaca buruk.
Hari itu Para Laziale memang sangat mengharap keajaiban datang setelah sebelumnya Laziale merasa dirugikan karena Juventus seperti mendapatkan bantuan dari wasit. Karena dipartai sebelumnya saat Juventus versus Parma wasit menganulir gol Fabio Cannavaro ke gawang Juventus yang jelas-jelas sah.
Para Laziale meluapkan kemarahan dan menjadikan hari itu hari kematian sepakbola italia. para penggemar Lazio itu meminta diadakan Playoff antara Lazio dan Juventus atau perang. Namun sejarah berkata lain Juventus harus rela melepas scudetto ke kota Roma setelah dikalahkan oleh Perugia 0 - 1 lewat gol Alessandro Calori.
Kota Roma berubah jadi lautan biru langit saat itu juga, gemuruh di stadion Olimpico meledak setelah hasil Perugia vs Juventus tersiar memperlihatkan bagaimana bahagianya para Laziale saat itu, para pemain Lazio ikut serta dalam berpesta scudetto di tribun penonton. sementara Carlo Ancelotti pelatih dari Juventus saat itu berkomentar "sore hari yang aneh ini akan selalu teringat untuk waktu yang lama". Musim berikutnya Lazio masih memperlihatkan taji dengan kembali menghajar Intermilan di Supercoppa Italia pada 9 September 2000. sebelum akhirnya sang pelatih Erickson memilih mundur dari kursi kepelatihan.
Tahun 2002 menjadi akhir dari masa Lazio bersama Cragnotti setelah kebangkrutan yang dialami Cirio membuat Lazio terjerumus kelubang kehancuran. satu persatu pemain bintang Lazio meninggalkan klub yang saat itu sedang kesusahan. Bahkan maskot Lazio sang kapten Nesta harus menyeberang ke kota Milan setelah memutuskan untuk pindah ke AC. Milan.
Musim 2003/2004 dibawah kepelatihan Roberto Mancini Lazio sempat kembali meraih gelar Coppa Italia, setelah mengalahkan Juventus dengan agrerat 4-2. Masa-masa kesulitan makin menjadi setelah Lazio di putuskan bersalah dalam kasus Calciopoli dan mendapat hukuman pengurangan poin.
Tahun 2004 Lotito resmi mengambil alih Lazio, Presiden baru Lazio ini memiliki hasrat besar untuk mengembalikan kejayaan Lazio.
Musim 2008/2009 Lazio banyak berbenah Lotito memiliki keinginan untuk membuat stadion khusus untuk Lazio dan meregenerasi skuad Lazio, pemain seperti Zarate dipinjam dari Klub Al-Sadd dan bermain gemilang di seri-A, duetnya Pandev juga tak kalah bersinar, musim ini Pandev memperlihatkan kelasnya dan membuat banyak klub meliriknya. Ditambah lagi dengan pemain veteran seperti il'capitano Tommaso Rocchi membuat Lazio semakin lengkap. Bersama Delio Rossi yang masih dipercaya Lotito untuk melatih Lazio, di musim ini Lazio sukses menyabet gelar Coppa Italia dengan mengkandaskan Sampdoria dibabak adu penalti, kiper Muslera menjadi pahlawan dengan menepis dua tendangan penalti Sampdoria.
Musim 2009/2010, Lotito mengganti Delio Rossi dengan Ballardini. Polesan pelatih itu di partai debutnya sukses membawa Lazio merebut gelar Supercoppa dengan menjungkalkan juara Scudetto Inter Milan 2-1 di Stadion National Beijing China, Gelar pertama Lazio di musim 2009/2010 dan semoga menjadi awal yang indah untuk pasukan biru langit, semoga Lazio dapat kembali mengepakkan sayapnya dan meraih tahta tertinggi seri-A yaitu Scudetto. (idr)