Preview : S.S Lazio vs Ass rioma

, by idrayang

Pekan ini Lazio akan menjalani partai Derby Della Capitale melawan musuh bebuyutan Ass Rioma, tetangga sebelah itu sedikit demi sedikit telah bangkit dari keterpurukannya, setelah kemenangan atas Lecce di seri-a, Rioma juga sukses mengalahkan Basel di Liga Champion. 

Lazio  v   Rioma


sisi lain Derby Della Capitale
Derby Della Capitale : dari waktu ke waktu
Serba serbi Derby Della Capitale

Di pihak Rioma, mereka kehilangan si TOT** namun tanpa kapten cengeng mereka rioma tercatat meraih hasil lebih baik ketimbang saat kanten mereka bermain, sedangkan Lazio harus rela memulai pertandingan tanpa aksi sang elang yang biasanya melakukan atraksi sebelum pertandingan kandang Lazio di Olimpico.

Namun sikap optimis menanti Derby ini telah di utarakan sang pelatih Edy Reja "Saya belum pernah mengalahkan Roma sebagai pelatih. Tetapi selalu ada yang pertama untuk segala hal," ujarnya kepada Mediaset.it.

Bagi kami, derby bukan sekedar laga. Ini adalah laga spesial yang paling penting tahun ini," tutup Reja.

Derby melawan Rioma adalah segalanya, partai ini bukan hanya sebuah pertandingan biasa, ini menyangkut gengsi dan kehormatan. 16.500 tiket dipastikan telah terjual sampai hari ini dan tribun Curva Nord telah ludes di pesan oleh para Laziali, bisa dibayangkan bagaimana animo tifosi Lazio untuk menyambut partai ini.
Support Laziale...
Musim lalu Lazio harus merasakan kekalahan di dua pertemuan derby, menyakitkan dan sangat memalukan. Kini saat yang tepat untuk sang elang mencabik-cabik kumpulan serigala. Kehadiran Hernanes di Lazio diharapkan bisa menambah daya juang Biancoceleste.

Ini adalah derby pertama gelandang asal brazil tersebut, dan Hernanes telah berucap akan mengeluarkan seluruh kemampuannya di derby ini, ditemani Mauri dan Brocchi serta Ledesma, Hernanes diharapkan mampu mematikan lini tengah Ass Rioma yang dikomandoi oleh De Rossi.

Menghadapi Ass Rioma tidak ada kata menyerah, para gladiator Lazio harus menunjukkan semangat bertempur hingga titik darah penghabisa. NON MOLLARE MAI!!!!



read more

Review : Palermo vs Lazio 0-1

, by idrayang

Sepuluh pemain Lazio merontokkan klub yang dipimpin oleh Zamparini, Biancoceleste sukses melanjutkan dominasi mereka di di posisi puncak seri-a lewat kemenangan 0-1 atas Palermo.
Andre Dias menjadi pahlawan bagi Lazio, tendangan volinya memanfaatkan umpan lambung dari Ledesma berhasil mengoyak jala Palermo dan menghasilkan sebuah gol indah di menit ke-27.

Palermo
Italy Serie A
Palermo 0 - 1 Lazio
Sun, 31 Oct 2010 18:30
Lazio

Sejak awal pertandingan Palermo terlihat jelas sekali ingin menundukkan pasukan biru langit, peluang didapat oleh bintang mereka Javier Pastore ketika pertandingan baru berjalan 45 detik.

Biava yang mencoba membuang bola malah jatuh ke kaki Ilicic yang kemudian memberikan bola kepada Pastore yang tinggal berhadapan dengan Muslera, beruntung tendangan Pastore masih sangat lemah.

Duet Pastore dan Illic terbukti selalu menyusahkan Lazio, keduanya menjadi aktor dalam penguasaan bola Palermo, Lazio kesulitan untuk menerapkan permainan mereka.

Beruntung pada menit ke-27, Lazio berhasil mencuri gol. Melalui tendangan bebas dari Cristian Ledesma, umpan terukurnya di sambut tendangan voli oleh Dias yang maju kedepan meninggalkan posnya.
Tendangan voli Dias berhasil menerobos melewati kerumunan pemain di depan gawang salvatore Sirigu, kiper Palermo pun hanya terdiam melihat laju bola yang masuk ke pojok kiri gawangnya. Lazio memimpin 1-0.

Muslera hampir saja membuat kesalahan, bermaksud membuang bola, Pastore yang mencoba mengejar berhasil memblok tendangan Muslera, beruntung bola blok Pastore melayang jauh diatas mistar.

Palermo terus menyerang pertahanan Lazio babak kedua, namun pertahanan mereka terbuka dan Lazio berpeluang menggandakan keunggulan mereka di menit 56 setelah Stefano Mauri menerima umpan terobosan dari Hernanes, Mauri yang sudah beridir bebas terlalu lama menahan bola sehingga bisa dihalau Cesare Bovo.

Tuan rumah semakin bernafsu membobol gawang Lazio. Beruntung Lazio memiliki seorang kiper seperti Muslera, tercatat beberapa kali menjadi penyelamat untuk timnya.

Menit 65 tendangan akrobatik Mauricio Pinilla masih bisa ditepis Muslera dan bola muntah yang diteruskan tembakan Pastore bisa diblok Stefan Radu.
Lini belakang Lazio harus bekerja keras setelah Lazio harus kehilangan Biava di menit 77, setelah ia diganjar kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras di lini tengah.

Bermain dengan 10 orang, Lazio harus menerima gempuran serangan Palermo dan Muslera kembali tampil gemilang saat ia menepis sundulan Bovo di menit 86 serta menghalau tendangan jarak dekat Mattia Cassani beberapa menit sesudahnya.

Hingga laga usai Lazio berhasil mempertahankan keunggulan mereka dan kini menjauh di puncak klasemen dengan keunggulan bersih empat poin dari posisi kedua yang ditempati Inter Milan. FORZA LAZIO!!!!!!!


Susunan pemain:
Palermo: 46-Salvatore Sirigu; 42-Federico Balzaretti, 5-Cesare Bovo, 6-Ezequiel Munoz, 16-Mattia Cassani; 23-Antonio Nocerino, 21-Armin Bacinovic, 8-Giulio Migliaccio; 27-Javier Pastore, 51-Mauricio Ferreira Pinilla, 72-Josip Ilicic (9-Abel Hernandez 45, 32-Massimo Maccarone 58)


Lazio: 86-Fernando Muslera; 26-Stefan Radu, 3-André Dias, 20-Giuseppe Biava, 2-Stephan Lichtsteiner; 24-Cristian Ledesma, 32-Christian Brocchi; 6-Stefano Mauri (5-Lionel Scaloni 90), 8-Hernanes (13-Guglielmo Stendardo 78), 10-Mauro Zárate (15-Alvaro González 84); 22-Sergio Floccari



Support Laziale...


read more

Dias : Itu gol terindah saya!!

, by idrayang


Andre Dias muncul sebagai pahlawan ketika Lazio tandang ke markas Palermo. Aksi bek tengah asal Brazil ini membuat Lazio unggul 1-0 di babak pertama, Dias mencetak gol indah memanfaatkan umpan dari tendangan bebas Ledesma, ia memvolly bola secara langsung sebelum bola jatuh ke lapangan dan membuat bola bergulir melengkung dan masuk kegawang Palermo.
Dias sendiri mengakui bahwa golnya itu adalah gol terindah yang pernah ia cetak. Selama ini Dias telah mencetak tiga gol untuk Lazio dan 15 gol selama karirnya, "itu adalah gol terbaik, mungkin itu adalah gol terindah selama karir saya" ucap Dias.



Support Laziale...




read more

TAHUKAH ANDA???

, by idrayang


DATA FAKTA LAZIO sampai 1 November 2010

Lazio membuktikan kapasitasnya sebagai pemuncak klasemen, Sejak skandal Calciopoli di tahun 2006, tidak ada satu klub pun yang mampu memimpin klasemen dengan perbedaan poin sebanyak 4 poin di giornata 9. Terakhir adalah Juventus yang saat itu memimpin dengan jarak poin 5 dari AC Milan pada musim 2005-06.

Saat Lazio meraih dua scudetto sebelumnya, Biancoceleste adalah pemuncak klasemen seri A di giornata 9. Di musim 1973-74 Aquilotti saat itu memimpin bersama Napoli and Juventus dengan poin yang sama, sedangkan musim 1999-00 Biancoceleste memimpin 3 poin dari Juve.

Sejak menangani elang biru langit, Edy Reja telah memenangi sembilan partai dari 13 partai tandang. Total rekor sang pelatih di Lazio adalah 15 kali menang 4 seri dan hanya 6 kali kalah.

Bek tengah Biancoceleste Giuseppe Biava adalah pemain keempat yang dikeluarkan wasit pada suatu klub yang menghadapi Rosanero musim ini. Biava tercatat telah tujuh kali terkena kartu merah selama karirnya di Serie A, terakhir ia kena sebelumnya adalah tanggal 28 November 2009 di derby Genoa.

Lazio telah memenangi empat laga tandang secara berturut-turut dan tidak kemasukan gol selama 341 menit ketika bermain di luar Olimpico. Terakhir Biancoceleste menang atas Palermo adalah 3-0 pada 27 Januari 2007.. Edy Reja sendiri sebelumnya belum pernah menang di pulau Sicilia dengan hanya mengantongi satu kali imbang dan 5 kali kalah.

Andre Dias telah mencetak 3 gol di masa karirnya di seri A, semuanya dicetak di saat partai tandang Lazio.


Support Laziale...
DATA FAKTA SERI A sampai 1 November 2010

Gol yang dicetak Del Piero pada partai melawan AC Milan adalah golnya yang ke 179, ini membuat Alessandro Del Piero menjadi pencetak gol terbanyak di kancah Seri-a dalam sejarah Juventus, Del Piero melewati rekor Giampiero Boniperti. Kapten Juventus itu sebelumnya tidak lagi mencetak gol diluar TUrin sejak 24 Mei 2009.

AC Milan sebelumnya tidak terkalahkan saat bermain di San Siro di kancah Serie A sejak 13 Desember 2009, terakhir Palermo yang mengalahkan Milan dengan skor 2-0.

Gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang Juve menjadi golnya yang ke 84 di Serie A serta gol pertamanya ke mantan klubnya Juventus di Italia. Sementara Alexandre Pato merayakan partainya yang ke 100 saat membela Milan. Sebuah rekor buruk sebagai seorang penyerang.

Tot** tercatat telah 10 kali di kartu merah dan diusir dari lapangan oleh wasit di kancah A, sedang di seluruh kompetisi tercatat 14 kali.

Lecce hanya sekali menang saat tandang ke Olimpico melawan Ass Rioma di Serie A, kemenangan satu-satunya yang di dapat adalah pada tanggal April 20 1986 dengan skor 3-2 dan membuat mereka meraih scudetto, bersama dengan 11 kalah dan dua kali imbang.

Ruben Olivera tercatat tiga kali menerima kartu merah di Serie A, partai lainnya dimana ia dikartu merah adalah di tahun 2005 di Sampdoria dan 2007 di Juventus.

Inter telah tiga kali menang berturut-turut atas tim Marassi tanpa kejebolan satu gol pun, dan mencetak delapan gol. Genoa tidak sekali pun mencetak gol ke gawang Nerazzurri, di tandang maupun kandang di Serie A, selama 455 minutes.

Gian Piero Gasperini sendiri sebagai pelatih Genoa belum sekalipun mengalahkan InterMilan, dia hanya mencatat tiga imbang dari delapan pertemuan.

Palermo hanya dua kali kalah. dari 30 laga terakhir kandang mereka selain kalah dari Lazio mereka juga kalah dari Inter pada 19 September. Rekor mereka di barbera adalah 19 menang dan 9 imbang.

Salah satu pemain berdarah Indonesia, Radja Nainggolan (keturunan Batak) mencetak gol debutnya di Seri A, Nainggolan mencetak gol debutnya pada saat Cagliari mengalahkan Bologna 2-0.

Paulo Vitor Barreto selalu tidak beruntung di Friulani. Selain kegagalan menendang penalti ke gawang Udinese semalam, ia juga gagal mencetak gol dari titik putih saat Bari ditahan imbang 3-3 pada 9 Mei 9. Samir Handanovic telah menahan 10 tendangan penalti di Serie A, sebelumnya ia menahan tendangan penyerang Inter Samuel Eto pada 11 September.

Brescia terpuruk dalam 5 kali kalah berturut-turut, disaat Beppe Iachini merayakan partainya yang ke-100 sebagai pelatih professional (dengan rekor 133 menang dan 92 imbang).

Cagliari merayakan kemenangan kedua meraka di 23 partai terakhir mereka di Seri A, dengan catatan 10 imbang dan 11 kalah. Rekor yang terlalu buruk bila dilihat dari mulut besar sang presiden.

Bologna belum pernah menang di Sant’Elia sejak hasil kemenangan 1-0 di 20 December 1998.

Parma belum pernah mencetak gol di kandangnya sendiri dalam waktu 287 menit. Blerim Dzemaili menerima kartu merah pertamanya dari 55 partai Serie A yang dijalaninya.


Sampdoria hanya kalah satu kali dari 17 partai terakhir di Serie A, bersama dengan 9 menangdan 7 seri. Mereka tak terkalahkan di Cesena sejak 13 Maret 1988. (football italia)


read more

Derby Della Capitale : dari waktu ke waktu...

, by idrayang


AS RIOMA MERDA VS S.S LAZIO




1929-30 8-12-29, LAZIO-ROMA 0-1
VOLK
4-5-30, ROMA-LAZIO 3-1
Pastore, BERNARDINI, VOLK, CHINI LUDUENA
1930-31 7-12-30, ROMA-LAZIO1-1
Foni, VOLK
24-5-31, LAZIO-ROMA 2-2
Pastore, VOLK, Fantoni, BODINI
1931-32 6-12-31, ROMA-LAZIO 2-0
VOLK, EUSEBIO
1-5-32, LAZIO-ROMA 1-4
CHILI LUDEANA, Fantoni, VOLK 2, COSTANTINO
1932-33 23-10-32, LAZIO-ROMA 2-1
De Maria, VOLK,
Castelli
26-3-33, ROMA-LAZIO 3-1
COSTANTINO, FASANELLI ,
De Maria, EUSEBIO
1933-34 1-11-33, ROMA-LAZIO 5-0
BERNARDINI 2, TOMASI 3
11-3-34, LAZIO-ROMA 3-3
BERNARDINI, COSTANTINO, GUAITA, Guarisi 2,
De Maria
1934-35 18-11-34, ROMA-LAZIO 1-1
GUAITA (rig),
Piola (rig)
31-3-35, LAZIO-ROMA 0-0

1935-36 13-10-35, LAZIO-ROMA 0-1
CATTANEO
16-2-36, ROMA-LAZIO 1-0
CATTANEO
1936-37 18-10-36, ROMA-LAZIO 3-1
Busani,
DI BENEDETTI 2,
SERANTONI
21-2-37, LAZIO-ROMA 0-1
MAZZONI
1937-38 3-10-37, LAZIO-ROMA 1-1
Piola, FRISONI
6-2-38, ROMA-LAZIO 2-1

MICHELINI,
Camolese,
BORSETTI
1938-39 15-1-39, ROMA-LAZIO 0-2
Zacconi, Busani
21-5-39, LAZIO-ROMA 1-3
MICHELINI, COSCIA, Capri, BONOMI
1939-40 7-1-40, ROMA-LAZIO1-0
CAMPILONGO
26-5-40, LAZIO-ROMA 1-0
Flamini
1940-41 24-11-40, ROMA-LAZIO 1-1
Zironi, AMADEI
16-3-41, LAZIO-ROMA 2-0
Piola 2
1941-42

11-1-42, ROMA-LAZIO 2-1
AMADEI, Piola, FAOTTO (aut)
24-5-42, LAZIO-ROMA 1-1
PANTO', Puccinelli
1942-43 22-11-42, LAZIO-ROMA 3-1
Piola, Acerbi (aut), Koenig, PANTO'
7-3-43, ROMA-LAZIO 1-0
AMADEI
1943-44 9-1-44, ROMA-LAZIO 1-1
AMADEI
7-5-44, LAZIO-ROMA 0-0

1944-45 22-11-42, LAZIO-ROMA 3-1
Piola, Acerbi (aut), Koenig, PANTO'
7-3-43, ROMA-LAZIO 1-0
AMADEI
1945-46 4-3-45, LAZIO-ROMA 2-0
6-5-45, ROMA-LAZIO 1-0
URILLI
1946-47 6-10-46, ROMA-LAZIO 3-0
RENICA, DI PAOLA, AMADEI
2-3-47, LAZIO-ROMA 0-0
1947-48 16-11-47, LAZIO-ROMA 0-1
AMADEI
22-4-48, ROMA-LAZIO 0-2
Cecconi, De Andreis
1948-49 17-10-48, ROMA-LAZIO 1-1
LOSI, Magrini
6-2-49, LAZIO-ROMA 0-0
1949-50 16-10-49, LAZIO-ROMA 3-1
Penzo, SPARTANO, Puccinelli, Remondini (rig)
19-2-50, ROMA-LAZIO 0-0
1950-51 15-10-50, ROMA-LAZIO 0-1
Flamini
22-2-51, LAZIO-ROMA 2-1
Sentimenti III,
Cecconi, BACCI
1952-53 16-11-52, LAZIO-ROMA 1-0
Bettolini
22-3-53, ROMA-LAZIO 0-2
Puccinelli 2
1953-54 29-11-53, ROMA-LAZIO 1-1
GALLI, Vivolo
18-4-54, LAZIO-ROMA 1-2
CELIO,
BORTOLETTO, Fontanesi
1954-55 17-10-54, LAZIO-ROMA 1-1
J-Hansen, CELIO
6-3-55, ROMA-LAZIO 1-3
J.Hansen, Burini 2, CARDARELLI
1955-56 16-10-55, ROMA-LAZIO 0-0

11-3-56, LAZIO-ROMA 1-0
Muccinelli
1956-57 14-10-56, LAZIO-ROMA 0-3
DA COSTA 2,
PESTRIN
3-3-57, ROMA-LAZIO 2-2
Vivolo (rig),
DA COSTA 2,
Selmosson
1957-58 27-10-57, ROMA-LAZIO 3-0
LOJODICE,
DA COSTA,
GHIGGIA
16-3-58, LAZIO-ROmA 2-1
Selmosson, Burini,
DA COSTA
1958-59 30-11-58, LAZIO-ROMA 1-3
SELMOSSON,
Pozzan,
DA COSTA 2
12-4-59, ROMA-LAZIO 3-0
LOJODICE, SELMOSSON, DA COSTA
1959-60 18-10-59, ROMA-LAZIO 3-0
MANFREDINI 2, SELMOSSON
6-3-60, LAZIO-ROMA 0-1
JANICH (aut)
1960-61 13-11-60, LAZIO-ROMA 0-4
MANFREDINI 3, ORLANDO
19-3-61, ROMA-LAZIO 1-2
GIULIANO 2,
Rozzoni
1963-64 6-10-63, ROMA-LAZIO 0-0
23-2-64, LAZIO-ROMA 1-1
Rozzoni, CARPANESI
1964-65 15-11-64, LAZIO-ROMA 0-0
28-3-65, ROMA-LAZIO 0-0
1965-66 10-10-65, ROMA-LAZIO 0-1
D'Amato
27-2-66, LAZIO-ROMA 0-0
1966-67 23-10-66, LAZIO-ROMA 0-1
Enzo
5-3-67, ROMA-LAZIO 0-0
1969-70 26-10-69, ROMA-LAZIO 2-1
SPINOSI,
LANDINI,
Massa
1-3-70, LAZIO-ROMA 1-1
Fortunato,
CAPELLO (rig)
1970-71 15-11-70, LAZIO-ROMA 1-1
Dolso, PETRELLI
14-3-71, ROMA-LAZIO 2-2
Santarini (aut),
ZIGONI,
Chinaglia (rig),
SALVORI
1972-73 12-11-72, ROMA-LAZIO 0-1
Nanni
11-3-73, LAZIO-ROMA 2-0
Garlaschelli, Santarini (aut)
1973-74
9-12-73, LAZIO-ROMA 2-1
NEGRISOLO,
Franzoni, Chinaglia
31-3-74, ROMA-LAZIO 1-2
PULICI (aut),
D'Amico,
Chinaglia (rig)
1974-75 1-12-74, ROMA-LAZIO 1-0
DE SISTI
23-3-75, LAZIO-ROMA 0-1
PRATI
1975-76 16-11-75, LAZIO-ROMA 1-1
DE SISTI, Chinaglia
14-3-76, ROMA-LAZIO 0-0
1976-77 28-11-76, LAZIO-ROMA 1-0
Giordano
27-3-77, ROMA-LAZIO 1-0
CONTI
1977-78 20-11-77, ROMA-LAZIO 0-0
19-3-78, LAZIO-ROMA 1-1
CLERICI (aut),
Giordano (rig)
1978-79 12-11-78, LAZIO-ROMA 0-0
18-3-79, ROMA-LAZIO 1-2
CORDOVA (aut),
De Sisti (aut), Nicoli
1979-80 28-10-79, ROMA-LAZIO 1-1
Zucchini, PRUZZO
2-3-80, LAZIO-ROMA 1-2
PRUZZO, D'Amico, GIOVANNELLI
1983-84 23-10-83, LAZIO-ROMA 0-2
NELA, PRUZZO
26-2-84, ROMA-LAZIO 2-2
D'Amico 2 (1 rig),
DI BARTOLOMEI (R), CEREZO
1984-85 11-11-84, ROMA-LAZIO 0-0

24-3-85, LAZIO-ROMA 1-1
ANTONELLI,
Giordano
1988-89 15-1-89, LAZIO-ROMA 1-0
Di Canio
28-5-89, ROMA-LAZIO 0-0

1989-90 19-11-89, ROMA-LAZIO 1-1
Bertoni,
GIANNINI
18-3-90, LAZIO-ROMA 0-1
VOELLER
1990-91 2-12-90, LAZIO-ROMA 1-1
VOELLER (rig),
Sosa
6-4-91, ROMA-LAZIO 1-1
VOELLER (rig),
Sosa
1991-92 6-10-91, ROMA-LAZIO 1-1
Riedle,
RIZZITELLI
1-3-92, LAZIO-ROMA 1-1
Sosa, HAESSLER
1992-93 29-11-92, LAZIO-ROMA 1-1


GIANNINI, GASCOIGNE
18-4-93, ROMA-LAZIO 0-0
1993-94 24-10-93, ROMA-LAZIO 1-1
PIACENTINI,
DI MAURO
6-3-94, LAZIO-ROMA 1-0
SIGNORI
1994-95 27-11-94, LAZIO-ROMA 0-3
BALBO,
CAPPIOLI,
FONSECA
23-4-95, ROMA-LAZIO 0-2
CASIRAGHI, SIGNORI(rig)
1995-96 1-10-95, ROMA-LAZIO 0-0
18-2-96, LAZIO-ROMA 1-0
SIGNORI(rig)
1996-97 8-12-96, LAZIO-ROMA 0-0
4-5-97, ROMA-LAZIO 1-1
BALBO, PROTTI
1997-98 2-11-97, ROMA-LAZIO 1-3
MANCINI,
CASIRAGHI,
NEDVED
8-3-98, LAZIO-ROMA 2-0
Boksic, Nedved
1998-99 29-11-98, LAZIO-ROMA 3-3
DELVECCHIO,
MANCINI 2,SALAS(rig),
DI FRANCESCO,
TOTTI
11-4-99, ROMA-LAZIO 3-1
DELVECCHIO 2, VIERI, TOTTI
1999-2000
21-11-99, ROMA-LAZIO 4-1
DELVECCHIO 2, MONTELLA 2, MIHAJLOVIC(rig)
25-3-00, LAZIO-ROMA 2-1
MONTELLA, NEDVED,
VERON
2000-01 17-12-00, LAZIO-ROMA 0-1
NEGRO (aut)
29-4-01, ROMA-LAZIO 2-2


FIORE, DELVECCHIO, BATISTUTA, CASTROMAN
2001-02 28-10-01, ROMA-LAZIO 2-0
DELVECCHIO, TOTTI
10-3-01, LAZIO-ROMA 1-5

MONTELLA 4, STANKOVIC, TOTTI
2002-03 27-10-02, LAZIO-ROMA 2-2
FIORE, DELVECCHIO, MONTELLA, STANKOVIC
9-3-03, ROMA-LAZIO 1-1
STANKOVIC, CASSANO
2003-04 9-11-03, ROMA-LAZIO 2-0
MANCINI, EMERSON
21-3-04, LAZIO-ROMA 0-0
0-0
21-4-04, LAZIO-ROMA 1-1
CORRADI,
TOTTI (rig)
2004-05 6-1-05, LAZIO-ROMA 3-1
DI CANIO, CASSANO, CESAR,
ROCCHI
15-5-05, ROMA-LAZIO 0-0
2005-06 23-10-05, ROMA-LAZIO 1-1
TOTTI, ROCCHI
26-2-06, LAZIO-ROMA 0-2
TADDEI, AQUILANI
2006-07 10-12-06, LAZIO-ROMA 3-0
LEDESMA, ODDO(r), MUTARELLI
29-4-07, ROMA-LAZIO 0-0
-
2007-08 31-10-07, ROMA-LAZIO 3-2
ROCCHI, VUCINIC, MANCINI, PERROTTA, LEDESMA
19-3-08, LAZIO -ROMA 3-2
TADDEI, PANDEV, ROCCHI(r), PERROTTA, BEHRAMI
2008-09

16-11-08, ROMA-LAZIO 1-0
BAPTISTA
11-4-09, LAZIO-ROMA 4-2
PANDEV, ZARATE, LICTSTEINER, KOLAROV
2009-10

06-12-09, ROMA-LAZIO 1-0
CASSETTI
18-4-10, LAZIO-ROMA 1-2

ROCCHI,
VUCINIC2


Support Laziale...




read more

Giornata 9, Lazio tutup mulut Zamparini

, by idrayang


Kemenangan 0-1 atas Palermo membuat Lazio semakin kokoh memegang tampuk Capolista. Biancoceleste sekarang mengantongi 22 poin dan terpaut 4 poin dengan Inter Milan yang membuntut di posisi kedua menggantikan peran AC Milan. Meski bermain dengan 10 orang anak asuh Edi Reja membuktikan kapasitas mereka sebagai pemuncak klasemen, mental para pemain Lazio terbukti lebih kuat dari pada para pasukan Zamparini yang sebelumnya mengucapkan Lazio tidak lebih baik dari pingky boys Zamparini.


Inter pekan ini naik peringkat usai menggulung Genoa 0-1. Mereka menggusur AC Milan yang kalah 1-2 oleh Juventus dan kini menempati posisi ketiga. Berkat hasil sempurna di San Siro, Bianconeri sendiri memperbaiki posisinya. Tim asal Turin kini nangkring di posisi keempat Classifica.

Persaingan papan bawah juga semakin ketat, Bari semakin terjatuh setelah dikalahkan Udinese 0-2, Begitu pula Cesena dan Bologna bernasib sama harus menelan kekalahan. Sekali saja klub yang berada di papan tengah kalah, sementara klub di bawahnya menang maka bukan tidak mungkin mereka akan terseret ke zona degradasi.


Week 9 - 31/10/10 (14.00 UK)
Week 10 - 7/11/10
Bari
0-2
Udinese
Bari
-
Milan
Brescia
0-1
Napoli
Bologna
-
Lecce
Cagliari
2-0
Bologna
Fiorentina
-
Chievo
Catania
0-0
Fiorentina (19.45)
Inter
-
Brescia
Cesena
0-1
Sampdoria
Juventus
-
Cesena
Genoa
0-1
Inter (Fri 19.45)
Lazio
-
Roma
Milan
1-2
Juventus (Sat 19.45)
Napoli
-
Parma
Palermo
0-1
Lazio (11.30)
Palermo
-
Genoa
Parma
0-0
Chievo
Sampdoria
-
Catania
Roma
2-0
Lecce (Sat 17.00)
Udinese
-
Cagliari




Support Laziale...


read more

Followers